
Rizal melihat kemarahan yg terpancar jelas di wajah Levin. Dia tidak mengijinkan Levin untuk mengendarai mobilnya sendiri. Terlebih Levin mengajak serta Queen putri tercintanya yg kini bersetatus menantunya sekarang.
"Nyari apa sayang?" Tanya Rizal yg memperhatikan menantunya mengobok ngobok tasnya.
"Nyari dompel suamiku pa." Jawab Queen tanpa menoleh ke arah papanya yg srdang mengendarai mobilnya.
"Emang mau beli apa nyari dompet Levin?" Tanya Rizal lagi.
"Enggak beli apa apa pa, cuma mau nyari ktp suamiku aja."
"Buat apa nyari ktp suamimu?" tanya Rizal yg kini sudah memasuki pekarangan rumahnya dan memarkir mobilnya di garasi rumah.
"Mau mastiin pa nama yg tertera di ktp nya Levin Baganta bukan Limbat." Jawab Queen dengan expresi sulit di artikan namun Rizal sudah tertawa terbahak bahak.
"Apaan sih gak lucu Queen!!" Kata Levin dengan nada datar namun bibirnya sudah di hiasi dengan senyum tipisnya.
__ADS_1
"Ya habisnya dari tadi diem diem bae." Kata Queen dalam gendongan Levin masuk dalam rumah.
"Maaf, tadi aku cemburu. Habisnya kamu deket deket sama Devan. Aku gak suka Queen." Kata Levin mendudukkan Queen di sofa ruang keluarga.
"Ya ampun Levin sayang. Kamu tau sendiri aku kaya gimana. Aku gak akan suka sama orang begitu cepat. Lagian dia baik kok orangnya." Kata Queen menertawai kecemburuan sang suami.
"Tetep aku gak suka." Kata Levin yg jongkok di depan Queen sambil memijit kaki Queen.
"Iya maaf, oh iya. Katanya kamu habis memukuli Devan ya?" Tanya Queen membuat Levin mendongak.
"Tau dari Devan. Katanya karena kamu cemburu sama dia. Jangan di ulangi lagi ya sayang. aku gak mau kamu kenapa napa." Queen membelai wajah Levin dengan manja.
Levin memilih pergi meninggalkan sang istri yg trngah asik menonton kartun spongebob kesukaannya. Levin melangkah ke kamar mama papanya yg di sana mama papanya sedang bermanja manjaan.
"Is papa sama mama gak bosen apa?" Tanya Levin yg masuk tanpa mengetuk pintu.
__ADS_1
"Sepertinya bahaya sekarang ma kalo kamar gak di kunci. Kirain saat mereka sudah punya pasangan bisa ngasih waktu lebih buat kita. Tapi gak taunya masih sama. Still baby." Kata Rizal yg bangun dari tidurnya yg berbantalan pangkuan sang istri.
"Ah papa. Levin mau mengadu sama mama." Levin menggantikan posisi Rizal yg tidur di pangkuan sang mama.
"Ada apa emangnya sayang?" Tanya Cinta lembut.
"Tadi Levin ketemu sama cowok yg kurang ajak ke Queen ma, mereka sangan dekat, Terlihat akrab. Apa Levin cerita ke Queen tentang masalah ini?" Tanya Levin yg mendapat tanggapan yg kurang mengenakan dari sang papa.
"Maksud kamu apa Vin? Siapa yg berani kurang ajar pada Queen?" Tanya Rizal dengan penuh amarah.
"Devan, Putra om Gavin kavindra. Dia mencoba memperkosa Queen pas di Bandung. Untung ada Mario yg menyelamatkan Queen. Tapi ya keadaannya sudah tidak memakai baju dan bra. untuk celananya masih utuh. Levin gagal pa." Levin sudah menitihkan air matanya.
"Sudah kamu beri pelajaran?" Tanya Rizal geram
"Sudah, Malam itu juga Levin beresin sampai masuk rumah sakit selama seminggu." Levin membenamkan kepalanya di pangkuan sang mama.
__ADS_1
"Sudah sudah jangan nangis lagi. Ini kelalaian fatal, tapi jangan sampai ada yg ke dua. mengerti!!!" Ucap Rizal yg masih di selimuti amarah.