
Ujian tengah berlangsung. keadaan sekolah yg biasanya riuh dengan teriakan siswa siswinya itu kini menjadi sunyi senyap. Ujian akhir sekolah ini berlangsung selama 4 hari. setelah ujian Nasional telah usai. keluarga Cinta dan Rizal datang ke rumah bapak Prabowo Hadinata.
Keadaan Rizal yg sudah membaik membuat dia mempercepat lamaranya ke rumah Ayu kekasih anak keduanya. karena setelah itu dia akan segera melamar Queen untuk putra pertamanya.
"Assalamu'alaikum." salam Rizal saat sampai di kediaman orang tua Ayu.
"Waalaikum salam pak Rizal, ayo masuk semua." Bapak Prabowo Hadinata sendiri lah yg membukakan pintu untuk keluarga Rizal.
"Waduh di sambut kita ma." kata Rizal yg membawa rombongan.
Rizal bersama rombongan yg terdiri dari ketiga anak dan istrinya. di tambah dengan Queen yg mulai dari keputusan itu di buat. Queen berusaha menerima Kliene. Queen memang kagum dan nyaman bila di dekat Kliene.
__ADS_1
"Sebuah kehormatan bagi kami mendengar keinginan nak Levin yg mau mempersunting putri bungsu kami." Jawaban ngambang dari orang tua Ayu setelah mendengar maksud dan tujuan dari kedatangan rombongan itu.
"Kalo kami itu terserah pada anak anak saja pak Rizal. karena mereka lah yg akan menjalani. Tapi sebelumnya mau tanya, ini putra bapak Rizal ini ganteng ganteng sekali. Jadi bingung yg mana ini yg kepingin mengambil anak kami jadi istri? Jujur saya masih bingung pak." Kata pak Prabowo jujur akan kebingungannya.
"Hahaha iya maaf, kalo yg ini Kliene dia memiliki mata berwarna coklat dan orangnya lebih sabar. sedangkan yg ingin menjadi menantu bapak yg tubuhnya lebih besar dan matanya berwarna hitam legam." Jelas Rizal mendefinisikan anak anaknya.
"Ih papa kan sudah Ayu bilang kalo Levin itu yg keliatan galak. kalo Kliene itu orangnya lembut." kata Ayu.
"Cowok galak itu lebih sexy pa." Kata Ayu yg membuat semua tertawa namun tidak dengan dengan Levin
Levin hanya diam seperti orang yg menahan amarah. Padahal ini seharusnya menjadi hari bahagianya.
__ADS_1
"Maaf, ini siapa ya pak Rizal?" Tanya papa Ayu pada Rizal.
"Oh ini Queen, calon dari Kliene." jelas Rizal membuat Levin semakin muram
Acara lamaran pun berjalan lancar. Untuk pernikahannya sendiri Levin meminta waktu sampai selesai kuliah. Di meja makan, pandangan Levin tak pernah lepas dari Queen dan Kliene. Saat Levin memandangi mereka berdua ternyata ada yg memperhatikan nya tanpa da sadari.
Selesai acara Rizal dan keluarga pamit pulan. Sesampainya di rumah, Levin langsung di suruh ke ruangan kerja papanya. Levin sempat menolak, namun setelah papanya bilang ini tentang Queen. Levin langsung menyetujui dan langsung menuju ke ruang kerja papanya.
"Kamu suka Queen?" Pertanyaan yg tak seharusnya di tanyakan itu keluar dari mulut Rizal selaku papa dari Levin dan Kliene.
"Papa dulu sama mama itu hanya teman kecil. Saat papa dulu di tunangkan secara paksa, papa baru menyadari kalau papa itu lebih mencintai dan sangat membutuhkan mama. Papa frustasi Vin, tapi papa gak tinggal diam larut dalam emosi. Papa mencari cara untuk tetap bisa bersama dengan mama. Sampai akhirnya papa mengetahui kalo mama juga mencintai papa. Setiap malam papa datang kekamar mama manjat balkon untuk sampai ke balkon kamar mama. Papa menjanjikan kebahagiaan pada mama, asal mama mau kawin lari sama papa. Papa menyiapkan semua, itulah motifasi papa mendirikan cafe. Hanya untuk hidup bahagia bersama mama tanpa harus meminta uang orang tua. dan rumah ini adalah kenangan kecil papa sama Mama yg bisa papa beli dengan hasil keringat sendiri. Papa mencintai mamamu dari kami kecil dan baru kami sadari ketika kami akan berpisah. Mama kuliah tanpa minta uang opa sedikitpun. Mama itu orangnya polos dan setia. papa sangat mencintai mama sangat besar. Dan rasa cinta papa semakin besar ketika menyaksikan langsung perjuangan mama melahirkan kalian berdua ke dunia. Levin, papa tidak ingin kamu merasakan penyesalan. Kalau kamu menyukai Queen. Tolong buang jauh jauh perasaanmu. karena Kliene terlihat lebih bahagia sekarang." Sedikit cerita Rizal pada putranya.
__ADS_1
"Iya pa, Levin juga gak tau ini perasaan suka atau apa. tapi yg jelas, Levin gak suka kalo ada cowok yg dekat dengan Queen. Levin akan berusaha menghilangkan perasaan ini pa. Terimakasih Levin mau tidur sekarang capek." Levin beranjak dari kursinya.