Sahabat?

Sahabat?
Bab 19


__ADS_3

Setelah seminggu membeli rumah itu. Sesuai janji papanya mengisi rumah baru Rizal dengan perabot pilihan mama Rizal. Hari ini adalah hari perpindahan Rizal dan Cinta ke rumah baru. Tak banyak barang barang yg di bawa oleh Cinta maupun Rizal dari rumah lama ke rumah baru.


Lokasi yg dekat dengan kedua keluarga itu membuat Cinta dan Rizal lega. Karena seringnya terjadi perdebatan antara pulang ke rumah Rizal atau pulang ke rumah Cinta.


"Akhirnya kita punya rumah sendiri juga ya Zal." Kata Cinta saat merebahkan diri di atas ranjang yg tak begitu besar namun cukup untuk berdua.


"Iya Cin rasanya gak nyangka juga. Oh iya minggu depan kita ke kota yuk, liat liat situasi di sana. Rencananya mau kuliah dimana? Deket cafe ada universitas lumayan bagus. Jarak dari sini juga cuma 30 menit. Gimana kalo kita kuliah di sana?" Tanya Rizal.


"Tabungan lo cukup Zal buat gue kuliah kedokteran? Gue beneran pengen jadi dokter." Ucap Cinta sambil memeluk Rizal dari samping.


Selama menikah baru ini Cinta memeluk Rizal. Rizal menjadi gelagapan dan salah tingkah. Cinta merasa Rizal sangat aneh padahal pertanyaan yg ia lontarkan yak begitu aneh.


"Lo kenapa Zal? Kaya gelisah gitu?" Tanya Cinta.


"Gak apa kok ayok tidur." Rizal mengambil selimut dan menutupi wajahnya yg mulai memanas.


"Pertanyaan gue nyingging elo ya Zal? Gue minta maaf deh." Kini Cinta **** lengan Rizal dari posisi miring membelakangi Cinta.

__ADS_1


"Gak pa pa. Kalo masalah biaya sudah aku peritungkan. Lo tinggal masuk aja di mana lo mau kuliah. Gue mau tidur." Nafas Rizal terasa sesak seperti habis lari 10 kilo meter.


"Lo kenapa Zal? Lo aneh tau gak." Cinta bangun dan memukul lengan Rizal.


"Kalo lo masih belum siap untuk gue sentuh pliss jangan goda gue dong. Gue ini laki laki normal, terlebih lo bini gue. Bisa khilaf gue nanti. Mana baju lo menggoda banget lagi malam ini. Ganti sono Cin." Suruh Rizal yg membuat Cinta mendemgus namun tetap mengganti bajunya.


Cinta mengganti bajunya tidurnya di depan lemari. Tanpa sengaja saar Rizal merubah posisi tidurnya melihat Cinta sedang memakai baju tidurnya. Rizal sedikit kaget tapi dia pura pura tidur karena Cinta membelakangimya.


"Zal."


"hm"


Rizal yg tadinya setengah tidur tiba tiba bangun namun tak menjawab pertanyaan Cinta.


"Zal"


"Kenapa lo tanya itu?"

__ADS_1


"Penasaran gue Zal."


"Lo mau coba?"


"Emang lo pernah Zal?"


Rizal beralih posisi menghadap ke Cinta. Rizal memegang pipi Cinta dan membelai lembut pipinya. Rizal tersenyum dan menarik Cinta dalam pelukannya.


"Jangan sekarang, besok aja." Bisik Rizal dan memeluk Cinta lebih erat lagi.


"Zal zal" Kata Cinta sambil memukul lengan Rizal.


"Kenapa?"


"Bisa mati gue kalo lo meluknya kenceng kencemg gini." Langsung Rizal melepas pelukannya setelah Cinta terbatuk dan memukuki tanganya.


"Maaf maaf gemes gue sama lo. Pengen cium sekarang takut kebablasan. Gak di cium itu mamcing mancing. hadeeehhhh." kata Rizal sambil mengacak rambutnya.

__ADS_1


"Tidur yok Cin besok dah gue ajarin lo ciuman pelukan juga temen temen lainnya."


Rizal memeluk perut Cinta dan menyuruhnya untuk tidur karena besok ada ulangan try out bagi kelas 3 semester akhir.


__ADS_2