Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Hamil Lagi?


__ADS_3

"Malam itu gak selamanya gelap Queen, selama masih ada sang rembulan yabg setia menangkap cahaya matahari untuk di pancarkan malam harinya meski tak seterang siang. Artinya kita masih punya kesempatan selaama masih punya niat." Kata Levin yang tidur di samping Queen.


"Tapi Vin, sinar rembulan itu juga gak selamanya terang menerangi kita. Begitupun harapan kita meski besar belum tentu kita bisa mewujudkannya. Dokter mengatakan aku susah hamil dan itu pasti kemungkinan bisa hamil gak lebih dari 10%." Jawab Queen sedikit melemah.


"Yang penting kita usaha dulu, masalah hasil kita serahkan saja pada yang kuasa Queen. Inget, jodoh takdir juga mati di tangan Allah." Levin meneguhkan hati Queen.


"Tapi Vin, kelahiran dan kematin itu merupakan takdir Allah secara mutlak. Gak bisa di bantahkan lagi." Queen masih tetap dalam pendiriannya.


"Iya memang kematian dan kelahiran merpakan takdir Allah, Mau segimana pun dokter bilang kita susah atau tak bisa punya anak sekalipun kalau Allah sudah menghendaki maka, siapa yg bisa membantah. Jadi intinya kita harus berusaha dulu jangan pernah menyerah. Inget, kita sama sama berusaha semampunya bukan memaksa. Jalani dan tawakal. Setelah kita berusaha maka berserah diri pada sang penguasa maha kuasa." Kata Levin lagi.


"Sudah lah tidur, besok kamu harus kerja.?" Queen menaikkan selimut sebatas dada untuk dirinya dan suamina.

__ADS_1


Queen tidur dalam pelukan Levin. Meski perdebatan kecil yg menyisakan sakit hati untu Queen, Namun Queen berusaha untu melupakan perdebatannya dengan sang suami. Pagi seperti biasanya, Queen melangkahkan kaki ke dapur untuk membuat sarapan setelah sholat subuh berjamaah dengan sang suami.


Queen membantu Cinta memasak sarapan. Seperti biasanya semu berkumpul di meja makan untuk sarapan selain Levin yg selalu sibuk di uang kerja Rizal. Kebiasaan itu membuat Queen terbiasa menyuapi bayi gedenya di ruang kerja karena sang bayi gede tengah sibuk menyiapkan berkas yg akan di bawa papanya ke cafe pusat.


Semenjak kejadian pemerkosaan, Levin selalu mengajak Queen ke kantornya maupun ke cafe. Sedetikpun Levin sebisa mungkin tak meninggalkan Queen. Bahkan jika perlu, kekamar mandi pun di antat oleh Levin. Segitu posesifnyakah sekarang Levin sampai harus ikut ke kamar mandi? Jawabannya adalah IYA.


Hoek


Hoeeekkk


"Mama ini gak lucu lo, kalo misalnya mama hamil lagi." Itulah kata Levin yg keluar dari mulutnya ketimbang rasa hawatirnya.

__ADS_1


"Levin, gak sopan kamu gitu." Kliene menegur adiknya yg hanya beda 7 menit itu.


Hoek


Hoeek


Hoek.


Kini Ayu pun ikut muntah sebeluma Levin menjawab omongan sang abang. Ayu merasa pusing sstelah muntah air. Wajah ayu yg pucat membuat semua hawatir. Termasuk Queen yg sedari tadi memapah Ayu karena melihat ada yg tidak beres pada kakak iparnya itu.


"Levin, mama itu gak hamil, hanya masuk angin gara gara semalam mama gak makan terus tidur berAC." Terang Cinta meredakan emosi putranya.

__ADS_1


"Lagian mama itu kan masih muda, papa juga masih kuat. Wajar dong kalo mama hamil lagi." Goda Rizal membuat Levin semakin sebal.


"Papa ini sadar gak sih kalo papa sama mama sudah punya menantu. Lagian kalo bener mama Hamil, Levin gak mau mengakui itu bocah adik. Malu ma pa." Levin sebal dan meninggalkan mereka di kamar mandi. Sedangkan Queen dan Ayu sudah berada di kamar Ayu dan Kliene.


__ADS_2