
Dalam perjalanan pulang dari restoran Sandi, Suasana sangat hening dan membuat Billa mati kebosanan. Billa mengambil hp dalam tasnya dan menyambungkan dengan headset dan memasangkan ke kedua telinganya. Billa mencari cari lagu yang ingin di dengarnya dan menjatuhkan pada lagu Idol milik BTS. Lagu yang sangat cocok dengan suasana saat ini. Ketika musik mulai melantun, ketika itu pula Billa menggoyang goyangkan kaki. Dan ketika salah satu member memulai bernyanyi maka Billa pun mengikutinya dengan teriakannya. Aksi Billa mengundang pandangan dari ketiga mahluk yang kini saling diam. Friska yang duduk di sampingnya langsung mengambil hp Billa lalu menyambungkan pada audio dalam mobil Sandi. Seketika itu pula suasana menjadi tak terkendali.Dalam hati Billa mengucapkan Terimakasih BTS sudah menghidupkan suasana yang baru saja mati suri.
"Eh rumah gue udah kelewat. Lu lupa rumah gue San?" Tanya Billa teriak karena suara lagu yabg sangat keras.
"Kita jalan jalam dulu Bill, ini masih sore." Sandi teriak melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan kencang.
"Jangan kenceng kenceng, gue belum siap setor nyawa." Kata Frizka membuat Sandi mengurangi kecepatan lajunya.
Setelah puas berputar putar kota, kini mereka duduk di sebuah restoran mewah milik bapak Joko. Mereka sempat di tahan karena tidak bisa menunjukka katru member. Ternyata kontrak kerja sama dan sebutan Mbah Kung gak mampu membuat Billa dan kawan kawan bisa masuk ke dalam restoran.
"Mbah kung, Billa dan kawan kawan Billa di depan restoran Mbah Kung. Kami gak memiliki kartu member Mbah, tapi kami mau menemui Mbah kung. Kira kira di mana kita bisa bertemu Mbah?" Kata Billa menggunakan ponselnya untuk menghubungi lelaki tua yang sangat menyedihkan itu.
__ADS_1
"Ya sudah tunggu di sana Mbah Kung keluar sekarang sayang." Sahut lelaki itu sebelum menemui ke empat remaja itu.
"Ayo masuk lewat sini. Frizka kamu kenal dengan Billa?" Tanya Mbah Kung pada Frizka.
"Billa ini temannya Frizka kek. Dan mereka berdua juga teman sekelas Frizka, kenalin kek dia Sandi dan satunya Aris." Frizka mengenalkan kedua lelaki di hadapan kakeknya.
Billa sempat bingung apa hubungan Frizka dan Mbah Kung. Setelah menceritakan bahwa Frizka adalah anak dari orang yang paling setia pada kakek Joko. Dan benrjanji menjaga Frizka semampu kakek Joko. Kakek Joko sempat mengatakan jika dia memiliki cucu laki laki dari anak perempuannya maka akan menjodohkan Frizka dengan cucunya.
Billa memandang keakraban seorang Mbah Kung Joko dengan Frizka seperti sangat sayang sekali. Pandangan Kakek Joko teralih ketika Sandi menanyakan nama 'Husni Tamam dan Ismi Syafa'. Sejenak kakek Joko terdiam memandang ke arah pemuda itu lalu memandang foto di tembok sampingnya.
"Apa kakek juga mengenal Siti Maryam dan Alm Toha?" Tanga Aris membuat Bill tersedak.
__ADS_1
huk huk huk
Sandi langsung menyodorkan minumnya pada Billa. Aris terdiam memandang kakek Joko dan menunggu jawaban pasti. Karena di kamar tidur mama Aris juga terdapat foto empat orang seperti yang tergantung di dindin ruang makan itu. Mungkin itu Alm nenek, pikir Billa.
"Siti Maryam dan Husni Tamam adalah putra putri Mbah Kung. Apa yang terjadi dengan keluargamu? Bagaimana kehidupanmu ber...?" Tanya kakek Joko menggantung.
"Kami berdua, bapak meninggal sepuluh tahun yang lalu karena kecelakaan ketika membawa tronton bermuatan motor terguling di pelabuhan Malaka saat pengiriman." Jelas Aris dengan mata berkaca kaca mengingat kejadian memilukan waktu itu.
"Setelah itu bagaimana kalian melalui hidup berdua tanpa seorang papa dan kepala keluarga yang carikan nafkah?" Tanya kakek Joko yang mengetahui putrinya amatlah manja.
"Ibuk jualan kue keliling dan saya membantu ibuk benerja sepulang sekolah di dermaga mengangkut ikan yang baru datang dari kapal kapal besar. Sehari di bayar 50 ribu, saya kumpulin untuk biaya sekolah. Sore sore saya ke pasar tempat ibu terakhir berhenti mengambil bawang untuk di kupas di rumah sambil menunggu kantuk. Kalau ada mobil beras datang ibu mengajak saya mengumpulkan beras yang tercecer di jalan untuk di masak besok." Ucap Aris dengan derai air mata mengingat kehidupannya sebelum mereka kembali ke kota kelahiran nya.
__ADS_1
"Ajak mamamu menemui bapaknya, dan aku akan membuatmu melupakan hari hari itu." Kata kakek Joko pada Cucu dari anak perempuannya.
Di tengah keharuan cerita cucu pada kakeknya. Hati Billa tersentak dan tak bisa berkata kata lagi selain membatu. Frizka, Sandi dan Aris terlihat sangat bahagian namun tidak dengan Billa.