Sahabat?

Sahabat?
Bab 12


__ADS_3

Selesai makan semua pamit untuk pulang. Namun Cinta sama Rizal masih belum mau beranjak. Bang Rama pulang bersama Renata, Nadia di jemput sama pacarnya yg baru saja datang.


"Dek, jangan macem macem. Jam segini Michel biasanya sudah nongkrong di kamar lo." Bang Rama mengingatkan Rizal, namun Rizal tak mengindahkan.


Setelah setengah jam Rizal sama Cinta pulang ke rumah masing masing. Rizal memarkir motornya di garasi dan melihat mobil Michel baru berhenti di depan pagar.


"Lo dari mana Zal?" Tanya Michel dengat tatapan yg tak bisa di artikan oleh Rizal.


"Dari taman sama abang juga temen temen lainnya." Jawab Rizal santai dengan melangkah masuk ke dalam rumah.


"lo jangan bohong Zal, gue liat lo berduaan sama cewek di taman. Zal gue tunangan lo, gue punya hati. Gue sakit hati Zal liat lo berduaan sama cewek tiap sore." Michel teriak teriak sehingga membuat mama papa Rizal keluar melihat pertengkaran antara kedua remaja ini.


"Ada apa ini? Zal jelasin."Kata mama Rizal.


"Ma Tadi Rizal keluar sama cinta juga bang Rama. Kalo gak percaya tanya Rena, kita ngumpul di sana juga kok." Rizal mencoba menjelaskan.

__ADS_1


"Bohong!!Gue liat sendiri dia berduaan than sama cewek." Michel menangis sejadinya.


"Apaan sih drama banget lo." Rizal berlalu.


"Rizal!!! jelasin." Michel mengejar Rizal dan mengabaikan orang tua Rizal di depan pintu.


"Serah lo Chel, gue udah jelasin tapi lo gak percaya. Awas gue mau masuk kamar capek. jangan ganggu gue." Rizal melangkah namun kini tangan Rizal di tahan oleh Michel.


"Kalo lo gak mau lepasin tangan gue, lebih baik gue pergi dari rumah ini." Ancam Rizal yg membuat Michel melepaskan tangan Rizal.


Rizal berada di dalam kamar tengah Chat dengan Cinta tiba tiba pintu di ketuk. Rizal Tak menjawab ato membuka pintu. Sampai orang tersebut menyebutkan nama bang Rama. Rizal membukakan pintu untuk abangnya.


"Gue sukanya sama Cinta bang. Cinta juga suka sama gue. Gue bingung sekarang bang, gue gak mau nikah sama cewek model Michel." Rizal mengeluarkan apa yg terpendam selama ini.


Mama papa Rizal tenyata ada di luar kamar Rizal. Mendengar pengakuan dari putra sulungnya, orang tua Rizal merasa bersalah telah mempertunangkan putranya itu dengan gadis yg tak pernah di cintai putranya.

__ADS_1


"Bang, gue bisa pasrah kalo gue sendiri yg ngerasain perasaan ini. Tapi ini lain bang, Cinta juga tersiksa dengan adanya Michel. Cinta setiap malam nangis bang, gue gak tega liat dia kaya gitu."Rama kaget dengan pernyataan adiknya.


"Dek, jangan bilang tiap malem lo nemuin Cinta di kamarnya." Rizal mengangguk membenarkan tebakan abangnya.


"Gila lo Zal, jam berapa lo balik dari sono?" Lanjut bang Rama.


"Kalo Cinta sudah tidur baru gue balik."Jawab Rizal membuat orang tuanya yg mendengarkan tak bisa berkata apa apa.


Sejauh inikah hubungan Rizal dengan Cinta. Orang tua Rizal pergi meninggalkan kedua putranya. Mereka kembali ke kamar dengan mama Inggrit yg menangis mendengar cerita sang anak.


Orang tua Rizal memilih pasrah dengan kelakuan anaknya. Mama Ingrit pergi ke rumah Cinta. Cinta yg sedang menonton tv di dalam kamar terkejut melihat mama dari sahabatnya berada di kamarnya.


"Thante tumben ke sini, ada apa the?" Tanya Cinta.


"Cinta, thante mau tanya. Apa bener kamu suka sama Rizal?" Pertanyaan yg membuat Cinta tertunduk tanpa mengatakan apapun.

__ADS_1


Jam sudah menunjuk ke angka 9.30 jam biasanya Rizal datang. Namun kali ini mamanya Rizal juga orang tuanya tak kunjung pergi dari kamar Cinta yg membuatnya makin katakutan. Melewati baklon kamar Rizal dan melangkah i tembok pembatas Rizal sampai di balkon kamar Cinta. Rizal terkaget melihat mamanya juga orang tua Cinta berada di dalam kamar Cinta.


Rizal yg ketahuan masuk kamar Cinta langsung di sidang oleh para orang tua.


__ADS_2