
"Serusak itukah mulut Rara?" Tanya Cinta yg ternyata menyaksikan perdebatan antara Mantan kakak dan Mantan adik itu.
"Mama gak lihat sih kejadian di mana Queen di usir Rara waktu itu. Sumpah Ma, kaya gak pernah di ajari etika kelakuan Rara. Kasian Queen ma." Ayu mengingat kembali perseteruan yg terjadi beberapa minggu lalu.
Cinta mengajak Queen masuk kedalam rumah dan di susul oleh Levin dan Ayu. Queen yg merasa kelaparan karena tenaganya terkuras untuk pertikaian tadi pun membuatnya langsung menuju meja makan. Melihat behitu banyak makanan enak, Queen langsung mendudukkan diri di kursi paling dekat dengan pisang rebus.
"Makan nasi dulu baru makan pisang rebusnya." Ultimatum sang mama membuat Queen langsung meletakkan pisang yg sudah di kupasnya.
"Maaf ma, Hilaf." Kata Queen nyengir kuda.
Makanan enak yg tersaji di meja makan mampu membuat Queen dan Levin lupa akan amarahnya. Cinta melihat betapa lahapnya Queen dan Levin makan membuatnya menggeleng kepala. Ayu dan Cinta duduk di depan mereka berdua dengan senyum puas karena masakannya di makan dengan lahabnya.
"Lo laper apa doyan?" Tanya Ayu yg memang suka godain Queen.
__ADS_1
"Dua duanya kayanya mbak, masakannya enak banget." Queen menjawab dengan mulut penuh dengan makanan.
"Siapa yg masak ini? Sumpah enak banget." Levin menambahi ucapan istrinya.
"Yg masak gue, tapi mama yg ngasi tau bumbu bumbunya hehehe." Jawab Ayu malu malu sambil memasukkan makanan dalam rantang.
"Cih, gak percaya. gue tau masakan lo itu anyep, Gue makan ya cuma karena ngehargai lo." Jawab Levin santai dengan memakan makanannya, namun....
"Gak usah di makan lagi. Gue masak bukan buat lo!!! Ini buat Queen." Ayu mengambil piring Levin yg notabene nya mantan tunangannya dulu sebelum bertukar pasangan dengan sang abang.
"Makanya punya mulut itu di jaga. Jangan asal njeplak aja!!!" Kata Queen mendengus kesal.
Meski kesal, Queen merasa kasian lalu menyuapi Levin yg terus menatapnya dengan mata manja. Setelah makan Queen dan levin beranjak ke kamar untuk istirahat setelah minum obat. Sekitar 10 menit Queen sudah tertidur akibat pengaruh obat yg mengandung obat tidur kata dokter. Sedangkan Levin mengambil laptopnya dan mulai bekerja dalam kamar karena Queen gak mau di tinggal.
__ADS_1
"Hallo Mario, Itu yg di foto kamu Naura bukan sih?" Tanya Levin yg melihat gambar perempuan yg menjadi gambar depan sang kepercayaan.
"Kok boss tau? dia pacar Devan yg baru." Jelas Mario.
"Kok jadi gambar dp lo?"
"Gak tau, kamarin dia minjem hp seharian. Mungkin dia kenalan pakek id wa gua boss. Boss kenal?" Tanya Mario lagi karena dia belum mendapatkan jawaban.
"Dia adik gue yh dari Bali. Lo awasi aja mereka, kalo Devan maksa atau kurang ajar langsung tangani. Ok!!" Perintah Levin.
"Tapi kalo sama sama mau gak pa pa kan boss?" Tanya Mario takut takut.
"Kalo sudah kaya gitu ya tinggal lo pantau aja mereka. Jangan sampai merugikan atau lebih tepatnya lari dari tanggung jawab kalo terjadi apa apa."
__ADS_1
"Baik boss"
Levin memutus sambungan telefonnya setelah meminta Mario mengirim laporan pembukuan. Levin masih kepikiran dengan perkataan Rara yg sungguh kasar pada istrinya. Levin tak bisa bayangkan, seberapa bebasnya kehidupan para orang tua dulu. Sedangkan kehidupan dia sekarang malah di tuntut dewasa sebelum waktunya. Bekerja menjadi seorang atasan langsung dan memimpin para anak muda yg ingin mendapat penghasilan atau hanya sekedar uang jajan tambahan.