Sahabat?

Sahabat?
Bab 32


__ADS_3

Tepat jam 10 pagi Cinta Rizal dan Rena tiba di cafe milik Rizal. Di sana ada seorang cewek cantik menunggu mereka. Nadia, salah satu sahabat mereka bertiga.


Nadia hadir setelah di kabari oleh Cinta dan mengabarkan bahwa dirinya Rena juga Rizal akan berkumpul di cafe Cinta. Tak susah sih mencari lokasi cafenya karena tepat di depan gerbang universitas A. Nadia langsung melambaikan tangan pada sahabat sahabatnya.


"Lo kira ini acara tahayul lambai lambai tangan bilang nyerah?" Celetuk Rizal buat Nadia manyun.


"Rese lu Zal. Lu pikir gue ikut acara uji nyali? lagian kalian ngapa jauh banget sih ngumpulnya." omel Nadia.


"Kita nyari gratisan soalnya Nad." Kata Rena sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


"Gratisan? Maulah, sapa ni yg traktir?" Tanya Nadia lebih semangat.


"Tu si Rizal. Ini cafe kan punya dia." Rizal membenarkan kerah kemeja yg tak di kancing sebagai baju luar dengan jumawa.


"Issss gaya sekali lo Zal. Kalo bener ini cafe punya lo, gue mau pesen yg banyak biar rugi lo." Kata Nadia masih belum percaya.

__ADS_1


"Terserah lo mau makan sebanyak apa juga gak bakalan buat gua rugi. Bukan mau takabur tapi nyenengin lo lo pada ini adalah salah satu tujuan gue ngebangun ni cafe." Kata Rizal "Bentar ya. Bang Arya tolong layanin temen temen gue bang. Nanti bonnya masukkin ke pengeluaran keluarga ya." Kata Rizal pada bang Arya.


"Baik boss." Nadia kaget mendengar kata boss keluar dari karyawan yg di panggil bang Arya itu.


"Gue kerja dulu ya jangan kemana mana." Pamit Rizal pada temen temennya. Tak lupa Rizal mencium kening Cinta. Rizal masuk ke dalam ruangan yg tertulis selain karyawan di larang masuk. Meninggalkan Nadia yg sedang melongo.


"Mingkem woe, kemasukan cicak baru tau rasa lo." Kata Rena sambil menabok lengan Nadia.


"Tadi gue gak halu kan liat Cinta di cium Rizal?" Nadia masih tidak percaya dengan apa yg dia lihat.


"Jelasin ke gue ada apa ini." Nadia menuntun penjelasan pada sahabat sahabatnya.


"Gini Nad, gue mau ngaku sama lo. Karena di antara kita tinggal lo doang yg belom tau. Sebenernya gue sama Rizal udah nikah sekitar sebulan yg lalu. Karena insiden sih, Semenjak Rizal tunangan gue suka nangis di kamar sendirian gue cuma bisa ngakuin perasaan gue di kamar. Ya karena gue takut kalo Rizal gak memiliki perasaan yg sama ma gue. Nah pes gue abis keluar sama Rico gue nangis karena gue kangen sama Rizal terus gue juga gak bisa ngebuka hati gue buat Rico. Saat nangis lampu kamar gue gak gue nyalain takut mama masuk kamar. Gak taunya Rizal nunggu gue di kamar tanpa nyalain lampu. Rizal meluk gue dan bilang kalo dia juga punya perasaan yg sama ma gue. Sejak hari itu kita berdua kucing kucingan. Sampek suatu malam Rizal masuk kamar gue jam setengah 10pas di sana ada orang tua gue juga orang tua dia. Rizal lewat balkon, itu yg buat orang tua gue marah. terus besoknya Rizal di suruh nikahin gue."


"Gue bilang juga apa. Kalo kalian itu emang saling suka dan saling memiliki. Terus karna itu lo jauhin Rico? pembatalan pertunangan Rizal sama Michel?"

__ADS_1


"Iya, karena biar gak di batalin juga Rizal punya niatan buat ngajak ni curut kawin lari. Cafe Cinta ini modal buat kawin lari mereka. Semua sudah di siapin kata bang Rama, sampek cincin kawin juga udah di beli sama kedua curut tu. Rumah sudah kebeli sama mereka. Usaha makin maju juga, sekarang mereka tinggal menikmati hasilnya."Terang Rena.


"Lo udah tau Ren?" Rena mengangguk sambil menyruput minumannya.


"Tepatnya semalem abis acara ijab qobul." Rena membuat kaget Nadia kembali.


"Maksud lo. Lo juga udah nikah sama bang Rama?" Tanya Nadia.


"Iya, gue kebobolan 2bulan." Rena membenarkan tebakan sahabatnya.


"Gila gue sendiri yg masih status pacaran. Coba liat cincin kawin kalian biar gue cepet cepet minta di kawinin ma aa Agung." Rena menunjukkan cincin motif polos dengan ukiran nama Renata dan Rama di bagian dalam.


"Punya lo mana Cin?"


"Di pakek bandul sama Rizal."

__ADS_1


__ADS_2