
Saat makan malam di rumah Cinta dan Rizal. Queen mengutarakan keinginannya untuk bekerja. Queen memilih untuk tidak kuliah karena ingin membantu mamanya mencari uang. Queen tidak ingin mamanya yg sedari dulu itu berpindah pindah tempat karena kekurangan untuk membayar uang kontrakan.
"Kamu tinggal di sini ya sayang, temani mama." Bujuk Cinta.
"Jangan, bahaya." Kata Rizal membuat senyum Levin yg sempat mengembang kini kembali tenggelam.
"Kenapa mas?" Tanya Cinta bingung.
"Sayang lupa di rumah ini ada 2 buaya yg masih belum jinak?" Kata Rizal membuat Kliene dan Levin berdecak sebal.
"CK, papa. masak kita makan tempe Mulu sih? Kan ada es buah jadi seger." Levin merengek.
"Mau seger? Berendam sana pakek air es. Koplak lama lama anak anak gue Deket Queen." Kata Rizal di sela sela makannya
"Kenap Queen pa? Salah Queen apa?" Tanya Queen dengan tampang polosnya.
"Siapa suruh kamu cantik?" Kata Cinta membuat Queen kaget.
"Cih nanti kalo anaknya jelek di ejek ejek. Salah Mulu jadi anak papa sama Mama." Gerutu Queen.
__ADS_1
"Hallo hallo Ayu datang, eh pada ngumpul. ayo ini Ayu bawain sushi kesukaan papa sama Mama. sama ini mama bikinin pisang rebus buat Queen. sama mama buat kepiting asam pedas buat semua." Ayu mengeluarkan bawaannya dari dalam tas besar.
"Wah makan besar ini." Ucap Billa seraya menjilat buburnya sendiri.
"Makan saja Billa, dan ini buat Levin Kusus buat mu kue beras yg pedes sama Abang Kliene yg gurih tanpa pedes. Tapi ini warnanya masih merah ya bang, biasa pkek bumbu khas Korea gitu."
Kliene langsung melahap makanan yg di kasi oleh gadis pujaannya. Namun tak menunggu semenit langsung di lepeh in karena kepedesan. Menyadari itu Ayu langsung mencari air minum untuk calon Abang iparnya itu.
"Maafin Ayu Abang," Kata Ayu menyesal setelah Kliene minum air dari tangan Ayu.
"Untuk apa?" Tanya Kliene lembut.
"Gak apa Ayu, ini mama punya madu. Madu obat paling ampuh buat sakit perutnya Abang Kliene." Kata Cinta sembari memberi madu pada Ayu agar di berikan pada Kliene.
Melihat Ayu calon kakak iparnya dari Abang kedua lebih perhatian dan telaten mengurus Abang Pertaman nya itu. Billa seakan tak tahan untuk tak berkomentar.
"Itu Abang Kliene kalo kalo mbak Ayu lupa, tunangan dari Queen." Kata Billa santai sambil menyuapkan sushi ke mulutnya.
"Ah gak pa pa kok Bill biar tau aja bedanya lagi sama Abang Kliene ato sama gue." Ucap Levin sambil tersenyum.
__ADS_1
"Abisnya Abang Kliene lebih santai kalo ngadepin masalah. coba tadi yg kepedesan si Levin pasti embak sudah di omelin." Ayu melirik ke arah Levin.
"Tukeran aja." Perkataan Queen membuat Rizal tak percaya akan keberaniannya.
"Emang boleh pa?" Tanya Ayu yg sudah memanggil mama dan papa pada Rizal dan Cinta atas permintaan mereka.
"Itu terserah sama kalian. Papa sama Mama mau yg terbaik dan yg paling penting kalian bahagia. itu poin utamanya." kata Rizal menegaskan.
"Kalo Abang sih mau mau aja, Ayu kan cantik. Gak kaya Queen ngoceh terus, Abang pusing kadang." Jawab Kliene malu malu.
"Papa, balikin cincin Levin. itu untuk Queen." Rizal tertawa melihat tingkah girang anaknya.
"Ayu ini gak boleh di tuker lagi ya. sudah pas ini pembagiannya." Kata Levin lagi sambil mengambil kotak cincin dari papanya.
"Heran banget dah punya Abang koplak semua. mama dulu pasti sering nonton sinetron anak yg tertukar ya pas hamil Abang berdua?" Tanya Billa heran.
"Lah kenapa kok bawa bawa ngidam?" Tanya Cinta keheranan.
"Iya, bisa gitu tunangan yg tertukar. Hadeeeehhhh" Billa menggeleng gelengkan kepala.
__ADS_1