
"Mas dengerin Cinta." Cinta memalingkan wajah Rizal untuk menatapnya dan mengabaikan kertas kertas yg ada di depannya.
"Iya sayang ada apa?" Rizal meletakkan penanya dan melingkarkan di pinggang Cinta.
"Aku dan mas itu bagaikan 1001puisi yg tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata, itulah sebabnya saat bersamamu aku kehilangan kata kata." Rizal mendengar itu pun langsung tersenyum dan memeluk Cinta.
"Kamu tau sayang, tak ada yg lebih berarti selain kamu. Hatiku mungkin hanya terlihat kecil saat kamu membelah dadaku. tapi percayala, rasa yg ada di dalamnya itu besarnya melebihi dunia dan bahkan masih belum ada rumus untuk mengukur betapa dalamannya cintaku padamu."
Cinta mencium kening Rizal sebelum meninggalkan suaminya untuk melanjutkan kerjaannya. Sejam sudah, Rizal bergelut dengan kertas kertas di ruang kerjanya. Rizal berjalan ke arah kamar Kliene dan Levin untuk memastikan mereka sudah tidur. Rizal masuk ke dalam kamarnya dan melihat Cinta sedang mengaji. Di lirik jam sudah di angka 10. Rizal menghampiri Cinta dan meminta untuk menyudahi mengajinya malam ini.
Cinta tidur dengan masih menggunakan mukenanya. Rizal mencoba melepaskan saat Cinta sudah terlelap. Betapa terkejutnya Rizal ketika mendapati istrinya memakai baju tidur terawang dengan bentuk daster karena perutnya yg sudah membesar.
__ADS_1
"Cinta Cinta, buat apa coba kamu memakai baju seperti ini? Sedangkan kamu memakai baju gamis pun aku sudah tergoda ketika melihatmu. hmmm dasar" gumam Rizal sambil melipat mukena Cinta.
Rizal tidur sambil memeluk Cinta. namun pagi hari ketika mau sholat subuh. Cinta menghilang entah kemana. Rizal mencari Cinta ke seluruh rumah namun tak medapatinya.
"Kebiasaan sekali sih Cinta ini. mana sudah jam 5 lebih lagi. Mending aku sholat subuh baru cari Cinta lagi."
Rizal kembali ke dalam rumah dan mendapati kedua putranya sudah menyiapkan sajadah untuk sholat. Rizal dan kedua putranya sholat berjamaah tanpa Cinta untuk pertama kalinya. Setelah selesai sholat, Rizal kembali mencari Cinta. Kliene dan Levin mandi di temani oleh kak Mae karena di minta oleh Rizal yg mencari Cinta.
"Papa, kenapa jalan jalan sendiri? Mana mama?" Tanya Queen.
"Iya, semoga Cinta cepat ketemu." Jeda bang Rama." Oh iya Zal? Kamu sudah hubungi hpnya?" Tanya bang Rama.
__ADS_1
"Ini hp Cinta bang, dia gak pernah bawa hp kalo kemana mana." Kelas Rizal setelah menunjukkan hp milik istrinya itu.
"Rara, jangan lari lari." Terdengar suara Rena kmdari dalam ketika mendapati putrinya itu berlari ke luar rumah menyusul ayah dan kakaknya.
"Rara pelan pelan sayang." Kata Rizal yg kala itu melihatnya dan memilih mi Ra gendong padanya ketimbang ayahnya.
"Papa, mama mana?"Tanya Rara yg memang ikut memanggil
Cinta dan rizal mama dan papa seperti Queen. Begitupun Kliene dan Levin juga memanggil ayah bunda.
"Mama, masih kepasar sayang." Bohong Rizal pada anak kecil itu.
__ADS_1
Rizal memberikan Rara pada Rama lalu melanjutkan pencarian Cinta. Rizal dengan frustasi mencari Cinta menyusuri jalan dengan berjalan kaki. Kini Rizal duduk di taman dengan merenungi apakah dirinya ada berbuat salah pada istrinya itu.
Air mata yg sedari tadi di tahan oleh Rizal. kini tak mampu lagi bersarang lebih lama. Air mata itu membasahi pipi Rizal dengan mulut yg menggumamkan nama Cinta.