Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Rizal Anfal


__ADS_3

Kediaman Levin sudah hampir sebulan. dan selama itu Queen sering keluar dengan Alex. Levin semiakin cuek dan dingin pada siapapun.


Saat Levin duduk di atas motornya menunggu ayu yg sedang membeli air. tiba tiba ada seorang wanita cantik mencari Queen. Semula Levin tidak berniat untuk menjawab tapi setelah mengatakan bahwa Queen itu putrinya. Levin langsung menanggapi wanita itu.


"Thante siapa nyari Queen? Memangnya ada hubungan apa anda dengan Queen." Tanya Levin memperjelas.


"Nama saya Angel maminya Queen." Mendengar itu secara langsung. Levin terkejut tidak percaya.


"Setau saya Queen itu putri pertama pak de Rama sama Bunda Rena." perkataan Levin membuat wanita itu mengenalinya.


"Kamu Kliene apa Levin?" Kata wanita itu semakin membuat Levin terkejut.


"Saya Levin thante." Jawab Levin dan saat itu Queen sudah ada di samping Levin.


"Oh putra mami sudah besar. Kapan kapan main ke rumah mami sama Queen."


"Jadi Queen tau kalo thante itu maminya?" Tanya Levin tidak percaya.


"Sudah seminggu ini Queen di antar ayahnya main ke rumah mami Levin." Ucap lembut Angel.


"Mami, kenapa mami ke sini? Kan Queen sudah bilang jangan cari Queen ke sekolah. Queen malu mi." Kata Queen menyerat maminya jauh dari Levin namun masih di dengar oleh Levin.

__ADS_1


Queen pun ikut dengan wanita itu menaiki taxi. Entah apa masalahnya ternyata sudah seminggu ini Queen pulang ke rumah Angel. Rumah Rama yg setiap hari tutupan pintu itu awalnya memang mengundang tanya Rizal. hanya saja setelah mengingat kembali masalah yg di buat putranya itu, Rizal mengurungkan niatnya untuk bertanya.


Setelah mengantar Ayu pulang. Levin segera ke cafe cabang 2 yg ada di hotel milik kakeknya itu. Levin mencari papanya dan menceritakan semua yg ia ketahui. Levin masih belum mengetahui kalau Queen sudah ikut maminya. Rizal menghubungi Angel dan meminta penjelasan.


"Gue ke cafe Lo Zal." Ucap Angel sebelum mengakhiri telfonnya.


Tak lama menunggu, Queen dan Angel sudah berada di cafe milik Rizal. Rizal melihat Queen yg lebih diam dari biasanya. Queen hanya menundukkan kepala selama maminya bercerita tentan apa yg terjadi selama beberapa hari belakangan.


"Ngel, Lo tau gue sudah punya bukti pengadopsian Queen. Gue lebih berhak dari pada Lo." Kata Rizal membuat Queen maupun Levin membelalakkan mata karena kaget.


"Iya gue tau, Tapi gak bisa di pungkiri. selama 17 tahun gue pisah dari Queen dan hanya bisa melihat senyumnya dari jauh. Gue juga tersiksa batin Zal." Kini Angel sudah menangis.


"Sekarang terserah Queen saja, kalau dia memilih ikut kamu. saya akan melaporkan bahwa saya sudah membatalkan pengadopsian Queen. Dan bila Queen mau ikut saya maka kamu harus merelakan dia." Rizal menggunakan bahasa baku karena ini merupakan sebuah penawaran yg sangat penting baginya.


"Pa, Kalo misalnya Queen lebih memilih mami. Apa masih bisa Queen menganggap papa Rizal sebagai papa Queen. Queen tau kalo misalnya Queen bukan anak yg nurut tapi Queen cuma pengen tetap punya seorang papa."Air mata Queen pun lolos dari persembunyiannya.


"Gak ada yg berubah sayang, hanya saja papa Rizal sama mama Cinta sudah tidak punya hak atas kamu saja. apapun pilihan kamu mama sama papa akan terus menganggap kamu sebagai putri pertama kami." Kata Rizal sambil menghapus air mata Queen.


"Pa, maaf dari pada Queen ada di antara kalian tapi membuat semua sakit hati. lebih baik Queen ikut mami tapi Queen masih bisa melihat wajah tersenyum kalian." Itulah kata terakhir yg Queen katakan sebelum meninggalkan Levin dan Rizal.


Sesampainya di rumah, Rizal menceritakanasalah Queen dengan Rama. Cinta tak mampu berkata lagi. Dia hanya harus membesarkan hatinya untuk kehilangan hak atas putri tersayangnya itu.

__ADS_1


"Mas, sholat magrib berjamaah yuk semua. Biar kita bisa lebih dekat seperti dulu lagi." Ajak Cinta.


Rizal sebagai imam dalam sholat magrib tiba tiba Rizal tidak bangkit dari sujud ya. Levin maju kedepan menggantikan papa ya mengimami sholat magrib yg sudah di sujud rakaat ketiga. Setelah salam Cinta, Billa, Kliene dan Levin langsung membawa Rizal ke rumah sakit. Detak jantung yg semakin melemah, membuat Cinta dan kedua putranya semakin ketakutan.


"Mama, mama harus kuat demi papa." Kliene mencoba menenangkan mamanya yg sudah linglung dengan pikirannya sendiri.


Kini keluarga Cinta datang. Oma Erna opa Irgi mendampingi cinta beserta putra putrinya. Billa yg sedari tadi memeluk mamanya tak henti hentinya menangis dengan memanggil papanya. Levin menghubungi Queen dan memintanya datang ke rumah sakit di mana Rizal di rawat. Kedatangan Queen dengan Angel berbarengan dengan Rama dan Rena. Rara putri dari Rena dan Rama pun langsung menyeret Queen dari hadapan semua termasuk Levin.


"Dasar anak dari pelakor, makanya jiwa pelakornya nurun!! Gak pantes Lo berada di tengah tengah keluarga kami. wanita baik baik."


Plakk


Levin menampar Rara dengan penuh amarah. Rama yg melihat putrinya di tampar oleh Levin pun menjadi geram. Rama dan semua keluarga yg ada di sana langsung menghampiri ketiga remaja yg lagi berantem itu.


"Apa maksud kamu menampar Rara Levin?" Pertanyaan yg di barengi dengan dorongan itu pun berhasil menyita perhatian orang yg berlalu lalang di rumah sakit itu.


"Lebih baik ajari putri pak de yg gak punya sopan santun ini ketimbang pak de mengurusi putri yg sudah pak de tinggalkan selama 5 tahun hidup tanpa orang tua kandungnya." Perkataan Levin mampu membuat Rama terdiam membatu.


"Pak de, Levin pikir setelah dia kembali bersama bunda dan ayahnya dia akan hidup bahagia. Tapi ternyata pikiran Levin salah. Dan lagi, selama Levin mengenal Queen. Sama sekali dia tidak pernah merebut apapun dari siapapun. Apalagi cuma seorang Alex!!!" Kini Levin semakin geram karena akar permasalahannya adalah Alex.


"Asal bunda tau, Alex jauh lebih brengsek dari yg Levin katakan. Kalau Bunda tidak percaya, silahkan datang ke klub xxx jam 12 malam keatas di hari Sabtu malam Minggu sudah pasti dia ada di sana dengan beberapa cewek di bangkunya." Kata Levin sambil memeluk Queen dan membawanya menjauh dari kerumunan.

__ADS_1


Dokter keluar dengan membawa kabar Rizal sudah melewati masa kritisnya dan segera di pindah ke ruang rawat. Cinta memilih kamar nomer 1 karena dia tidak mau suaminya di campur dengan pasien lain.


__ADS_2