Sahabat?

Sahabat?
Season 2 rencana liburan


__ADS_3

Di dalam kamar Queen dan Levin duduk bersandar di kepala ranjang. Queen memandang wajah Levin yg sedang membaca buku entah buku apa itu. Queen menatap dari mata hidung hingga bibir Levin. Levin merasa merinding dan menyadari bahwa dirinya di perhatikan. Levin menutup bukunya lalu memposisikan diri menghadap pada Queen yg mengamatinya.


"Pandang aku sepuasmu, karena haram hukumnya kamu memandang laki laki lain selain suamimu." Kata Levin dengan senyum yg mengembang di bibirnya.


"Iya pak ustadz, tapi tadz Queen masih belum siap untuk memakai kerudung."


"Kenapa?"


"takut gak bisa konsisten"


"apa gunanya suami kalau tidak untuk mengingatkan."


"Baik lah kalau begitu, baju baju sexy aku sudah harus di buang dong."Queen menggoda Levin


"Kan bisa di pakai pas lagi berdua denganku?" kata Levin mendekatkan wajahnya


"Cih, maunya." Kata Queen dan mendorong tubuh Levin menjauhinya.


"Pahala sayang." Goda Levin sambil mengambil tangan Queen dan menciumnya.


"Iya besok besok aja, besok pagi gue ada bimbingan pagi lagi Lo. tidur dulu ya." Queen meninggalkan Levin tidur.

__ADS_1


"Tidurnya peluk gini baru berasa punya istri." Kata Levin menyingkirkan guling yg menghalangi mereka lalu memeluk Queen dalam tidurnya.


Seperti biasa Queen bangun jam 5 dan sholat subuh berjamaah dengan Levin. Setelah itu ke dapur untuk masak sarapan. Namun kali ini Queen tak sendiri. Ayu ternyata sudah ada di dapur dan di temani oleh Kliene. Levin seperti biasa dia ke ruang kerja papanya untuk ngecek kerjaannya semalam.


"Yeh ada pengantin baru. tumben sudah bangun." Kata Queen menyapa abangnya.


"Lo ngelindur Queen! akan Lo juga pengantin baru di sini." Timpal Ayu.


"Gue gak ngerasa pengantin baru Yu, lebih lebih sama Levin. hmmm " Jawab Queen.


"Kalian udah biasa tidur bareng?" Tanya Ayu herah.


"Bukan yg itu. tapi suasanaya sudah dari kecil tinggal di sini jadi gak berasa menantu." Jawaban Queen membuat Rizal dan Cinta tertawa yg baru bergabung.


"Biasa pa, di ruang kerja." Jawab Queen singkat.


"Oh iya tu anak katanya ada meeting pagi. Gimana kamu jadi ke Bandung?" Tanya Rizal lagi.


"Iya pa, Levin meeting di mana? Masih di kota kan pa?" Tanya Queen yg membuatkan kopi pait untuk Levin dan teh tawar untuk Rizal.


"Kurang tau, coba tanya dia. jadwal dia bawa sendiri soalnya. dia itu gak gampang percaya sama orang." Jawab Rizal dan mengambil tehnya dari nampan yg di bawa Queen.

__ADS_1


Queen mengantar kopi ke ruang kerja papanya. terlihat Levin sedang membereskan map map dan di masukkan ke dalam tasnya. Queen datang dan mendekati Levin.


"Lo mau meeting kemana? Masih sempet buat nganterin gue" tanya Queen mendekati Levin setelah meletakkan kopi Levin di meja.


"Masih sayang, sudah gak usah cemberut. oh iya, besok pagi gue ada rapat di Bali sama papa. Mau ikut? tapi sehari doang, soalnya besok sorenya harus ke Semarang ke rumah om Arya." Kata Levin yg memeluk Queen dari samping dan mencium leher Queen.


"Mama ikut enggak? Kalo mama ikut gue ikut sekalian Billa. biar sekalian maen di sana." Jawab Queen yg kegelian dengan memegang tangan Levin yg bertengger di perutnya.


"Ikut lah, mama itu selalu ikut kemanapun papa pergi. kalo Billa ajak aja biar makin rame. kali aja mama sama papa mau nambah waktu di sana." Kata Levin lagi.


"Terus kapan Abang Kliene sama Ayu ke Bali bulan madu?" Tanya Queen.


"Kayanya gak jadi ke Bali deh mereka. soalnya Abang dapet tiket dari mertuanya paket bulan madu ke Cina apa Korea gitu lupa aku." Kata Levin yg meminum kopinya namun masih dengan memeluk Queen


"Enak bener ya mereka Vin, lah kita masih pada sibuk sendiri. hmmm abis kompetisi ini kita liburan lah. masak kalah sih sama Abang." Kata Queen yg sedikit punya rasa iri pada ayu dan Kliene.


"Punya sifat iri itu jelek sayang. kalo bisa ya kita lakuin kalo enggak jangan memaksakan diri. inget kita ini juga punya batasan, Jangan pernah malalui batasan kemampuan kita." Kata Levin menasihati Queen yg ternyata di dengar oleh Cinta dan Rizal di dekat pintu yg berdiri sudah dari tadi.


"Iya sayang maaf. eh Vin, aneh nggak sih gue manggil Lo sayang?" tanya Queen yg mendekatkan keningnya ke kening Levin seperti akan ciuman.


"Ehemmm"

__ADS_1


Deheman Rizal membuat Queen dan Levin saling menjauh.


__ADS_2