
"Kencan?" Kata yang membuat Levin senyum senyum sendiri.
"Lo kenapa dah Vin? udah gila?" Tanya Queen dengan menempelkan telapak tangannya pada dahi sang suami.
"Berasa tua aku Queen. Berapa lama kita nikah baru kali ini kita kencan. Hahahaha maaf ya sayang, suamimu ini gak pernah peka sama keinginan hatimu." Ucap Levin sambil mencolek dagu Queen.
"Gak pa pa kok sayang, lo kan lagi focus sama kerjaan untuk membeli bacot orang orang gak mutu itu." Queen membuat Levin tertawa dengan ucapan yg terlalu tebal terbalut emosi.
"Iya sayang, apapun yang kamu mau sebisa mungkin akan aku berikan. Tapi kamu harus sabar ya, proses itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Hingga suatu saat nanti kamu menikmati hasil jerih payahku. Menikmati hasil keringatku sendiri." Ucap levin sungguh sungguh.
"Memangnya AC di kantormu gak fungsi Vin?" Tanya Queen mrmbuat Levin memandangnya penuh tanya.
"Enggak, masih berfungsi baik kok. Sebulan 2x di bersihkan. Emang kenapa?" Tanya Levin heran.
__ADS_1
"Ya kalo ACnya berfungsi normal, itu artinya lo gak perlu mandi keringat Vin. Beda sama kuli yang harus bermandikan keringat." Jelas Queen dengan memainkan matanya.
"Ya salam Queen. hmmm maksudnya itu bukan mandi keringat konotasi sebenarnya. Tapi hasil dari kerja kerasku." Levin mengacar rambut hitam pekat milik Queen yang kali ini tak di warnainnya.
"Hahaha canda lah sayang, jangan serius serius." Kini Queen memeluk Levin meluapkan kerinduan yg selama sebulan di tahannya karena tak ingin mengecewakan di belakang hari jika dirinya di nyatakan hamil hasil pemerkosaan saat itu.
"Apa kamu sudah memaafkan aku sayang?" Tanya Levin yang membalas pelukan sang istri.
"Queen, berapa kali harus aku harus katakan kalo misalnya benar ada dan tumbuh itu akan aku akui sebagai anak kandungku. inget Queen, sebejat apa papanya itu sang anak tidak tau apa apa dan tidak ingin ataupun mengharapkan kehadirannya hasil dari ke bringasan orang tuanya." Jelas Levin dan Queen malah menangis.
"Maafin gue Vin, gue gak bisa jaga diri. Mulai sekarang gue janji sama lo, gue bakalan nurut semua perkataan lo selama itu tidak menentang agama." Queen mengeratkan pelukannya.
"Gak bisa napas Queen." Levin terbatuk ketika Queen melepas pelukannya.
__ADS_1
"Jangan lebay ah. pulang yuk entar keburu malam nyampek rumah mama sama papa hawatir nanti." Queen beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangan pada Levin yg masih duduk di bangku.
Perjalanan yang kurang dari sejam itu membawa kembali ke rumah. Benar saja, Cinta Rizal Kliene dan Ayu masih terjaga hingga jam 10 malam menunggu Queen dan Levin pulang.
"Kalian ini, kenapa malam baru pulang? mama sama papa hawatir." Omel dari sang kakak ipar yang menyambut Queen dengan pelukan hangat.
"Maaf, tadi Queen kencan sama suami hehehe." Queen memeluk Ayu dan tertawa bahagia.
"Benarkah? Kencan di mana?" Tanya Ayu penasaran karena mampu menghadirkan senyuman yg selama sebulan belakangan ini menghilang.
"Kita makan siang romantis di atas kapal yg lagi perkir di tengah laut." Cerita Queen saat sudah duduk di ruang tamu bersama keluarga yg lain termasuk Billa yg baru keluar dari kamarnya.
Kemarahan dan kehawatiran Cinta dan Rizal sirna ketika melihat senyum Queen kembali seperti dulu.
__ADS_1