Sahabat?

Sahabat?
Bab 97


__ADS_3

Malam semakin larut saat Rizal dan Cinta sampai di rumahnya. Rizal membuka pintu perlahan karena si kembar sudah tidur. Queen ikut dengan ayah dan bundanya pulang ke rumah orang tua Rizal.


"Mas, sepi juga ya gak ada Queen. Biasanya dia yg paling rewel minta kelon." ucap Cinta ketika sudah berada di samping suaminya yg sudah merebahkan diri di atas ranjang.


"Sayang pengen nambah anak?" tanya Rizal sambil memeluk Cinta.


"Endak mas, cuma sudah terbiasa sama kehadiran Queen. Jadi sedikit kehilangan." Jawab Cinta.


"Iya juga gak apa kok sayang. Kalo punya sendiri kan gak takut kehilangan di ambil orang kaya Queen." Rizal mulai menciumi leher Cinta.


"Mas mulai dah ini ah, besok mas meeting pagi lo. Udah tidur yuk biar gak kesiangan." Aja Cinta.


"Yang malam ini malam jumat lo, masak gak ngasih sih yang? Sunah hukumnya yang." Rayu Rizal.

__ADS_1


"Bentaran doang tapi ya, gak boleh nambah. Udah capek soalnya Cinta mas." Cinta menyetujui permintaan Rizal.


Ciuman di leher kini telah naik mencari bibir tipis Cinta. Rizal menciumi Cinta dengan lembut dan membuka satu persatu kain yg membungkus tubuh istrinya hingga kini polos tanpa busana. Rizal melepas semua baju dan sarungnya lalu kembali menciumi istrinya. Di naikkannya selimut hingga menutupi mereka. Di balik slimut tebalnya, Rizal dan Cinta memadu kasih hingga menuju puncak pelepasan mereka berdua. Cinta yg terkulai lemas yg berada di samping Rizal, berniat untuk bangun dan membersihkan diri sebelum tidur. Namun tangan Rizal dengan cepat menariknya dalam pelukannya.


"Mau kemana yang?" Tanya Rizal membuat Cinta kaget karena tarikannya.


"Cinta mau bersih bersih mas. Lengket ini." Jawab Cinta.


"Kan tadi Cinta bilang sekali aja, gak boleh nambah" Jawab Cinta sambil memanyunkan bibirnya.


Rizal tak perduli dengan jawaban Cinta. Rizal memulai lagi aksinya dan membuat Cinta tak berdaya menolak lagi. Setelah 3x melakukan pelepasan Rizal mengangkat Cinta ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai sekitar jam 2 dini hari. Rizal mengajak Cinta sholat tahajud karena sudah tertidur sebentar tadi.


Rizal mengajak istrinya tidur dengan memeluknya. Rasa capek yg mereka rasakan membuatnya cepat mengarungi mimpi. Suara adzan subuh membangunkan Cinta yg saat itu benar benar capek. Rizal yg juga terbangun dan melihat istrinya kecapekan membuatnya kasihan.

__ADS_1


"Sayang boleh meninggalkan masak hari ini karena mas berrencana buat gofood aja sekali sekali. Kalo meninggalkan Sholat 5 waktu mas sama sekali gak mengijinkan." Terang Rizal membuat Cinta bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk bersih bersih lalu sholat subuh.


Cinta memang sudah terbiasa habis sholat lengsung masak. Tapi kali ini Rizal menahannya dan mengajakya tidur kembali.


" Mas Cinta harus bikin sarapan. Nanti si kembar bangun minta makan gimana??" Bukan melepaskan pelukannga Rizal malah mengencangkan pelukanya.


"Gak usah mikir itu, biar mas yg kerjain. Sekarang kamu istirahat saja." Ucpan Rizal membuat Cinta merasa tenang dan mulai memejamkan mata kembali di pelukan siaminya.


Jam sudah menujukan angka 9 saat Cinta membuka matanya dan melihat putra putranya belajar mengaji dengan suaminya. Cinta mengingat ngingat, bukannya Rizal ada meeting pagi. Kenapa dia belum berangkat. Batin Cinta.


"Mas, bukannya sekarang ada meeting pagi ya?" Tanya Cinta


" Sudah ada Fendi yang, tenang aja. Sarapan gih itu ada roti sama susu." Rizal menunjuk di mana ia meletakkan sarapan untuk istriny itu.

__ADS_1


__ADS_2