
Selesai acara, Levin dan semua langsung bertolak ke Jakarta. Rencana bulan madu pun gagal, karena Levin ada meeting dengan clien penting dari Jepang. 12 malam, Levin sampai di rumah. Keadaan rumah yg sudah sepi pun membuatnya berjalan pelan pelan.
Levin dan Queen langsung ke kamar untuk beristirahat. Sebelum tidur, Levin dan Queen bergantian untuk mandi sebelum mereka sholat Isyak karena tak sempat di jalan. Selesai sholat isya, Levin membuka Al-Qur'an kecilnya. Sedang Queen membuka Al-Qur'an yg di kasi Levin sebagai maskawinnya.
Keduanya mengaji sebelum mengistirahatkan badan lelahnya. Setelah mengaji beberapa lembar, Queen dan Levin merebahkan diri di kasur yg sudah beberapa hari di tingalka nya. Levin dan Queen segera memejamkan mata tanpa kata selamat malam atau apa karena capek.
Keesokan paginya Cinta berteriak saat masuk kamar Queen dan Levin. Cinta kaget melihat putra putrinya yg sudah tidur di kamar. Kapan nyampeknya, kenapa gak ngasih kabar. Batin Cinta heran.
"Vin bangun." Ucap Cinta membangunkan Levin yg masih memeluk guling ya.
"Entar lagi ma, Levin ngantuk." Ucap Levin masih dengan mata tertutup.
Queen yg membelakangi Levin pun terbangun karena mendengar suara mamanya.
"Mama, Sudah jam berapa ini?" Tanya Queen gelagapan.
"Sudah jam 8 sayang, kamu ada kuliah sekarang?" Tanya Cinta pada Queen yg kini sudah memeluknya.
"Enggak ma, cuma Queen belum sholat subuh. Eh kesiangan." Jawab Queen dengan nada seperti orang mau menangis.
__ADS_1
"Ya gak apa sayang, tapi besok jangan di ulangi lagi." Kini Cinta duduk di tepi ranjang memunggungi Levin yg masih tidur.
"Ma, sarapannya masih? Queen laper." Tanya Queen manja.
"Masih lah, emangnya kamu semalem gak makan?" Tanya Cinta.
"Gimana mau makan ma, jam 12 baru nyampek, mandi sholat Isak terus ngaji bentar udah jam dua. Gak sempet makan udah ngantuk duluan." Jawab Queen memelas.
"Ya sudah, makan dulu habis itu tidur lagi." Kata Cinta dengan membelai rambut pirang Queen.
"Siap mama ku sayang." Ciuman pagi mendarat sempurna di pipi Cinta.
Setelah cuci muka dan menggosok gigi. Kini Queen berjalan menuju ruang makan. Queen memakan sarapannya dengan lahapnya. Selesai makan, Queen keluar rumah. lebih tepatnya ke halaman belakang. Queen berniat akan mandi di kolam renang, Seger paling.
"Pasti kaget ya." Kata Queen yg mengagetkan Kliene dan Ayu yg lagi ngopi santai.
"Kapan Lo baliknya? Gimana acara di sana? Lancar?" Tanya Ayu sambil memeluk sodara iparnya itu.
"Menang gak?" Tanya Kliene sedikit meledek.
__ADS_1
"Queen ya tetaplah sang Queen bang, Biar kata dari kubangan lumpur pun tetep Queen sang pemenang." Sombong Queen sambil menepuk nepuk pelan dadanya.
"Masak, juara berapa Lo dek?" Tanya lembut Ayu.
"Pertama dong." Kata Queen meminum kopi milik Kliene.
"Hebat, Terus kenapa Lo balik duluan? Katanya bulan madu sekalian." Goda Ayu pada Queen yg terlihat sedikit jengkel.
"Bulan madu gagal. Bodo amat dah, gak ada romantis romantisnya si Levin mah. Tau Abang, semalem dia gak pulang abis ngomelin Queen." adu Queen
"Ke mana dia semaleman?" Kliene terlihat sedikit emosi mendengar Queen di tinggal sendiri.
"Gak tau bang, yg jelas dia ngomel ngomel ngata ngatain Queen, abis itu dia pergi gak pulang semaleman. ini sebenernya Queen lagi marahan." terang Kliene.
"Yakin marahan? nanti kalo Abang denger ada yg di kurung dan di suruh ngerjain tugas matematika, Abang pura pura gak denger ya." Ledek Kliene.
"ih Abang mah jahat. nanti Queen aduin aja ke mama." Kata Queen manja.
"Oh iya sayang, besok sudah mulai ngampus Lo. tadi Ratna ngasih tau kalo besok ada kuis." Kata Ayu mengingatkan.
__ADS_1
Queen meninggalkan ayu dan Kliene kembali berduaan di gazebo samping kolam renang.