
saat semua sedang ngumpul di gazebo belakang. tiba tiba bel rumah berbunyi. Billa yg duduk di pinggir pun beranjak membukakan pintu. Pintu di buka, dan Rama langsung masuk ke dalam keadaan penuh amarah.
"Levin Levin di mana kamu!!" teriak Rama penuh amarah.
"Ayah, ada apa ini? Kenapa dengan bang Levin?" Tanya Billa yg kebingungan.
"Mana abangmu?" Tanya Rama masih dengan marahnya.
"Ada di belakang yah, semua di sana." jawab Billa polos.
Rama pun berjalan menuju ke ke belakang mencari Levin. Ketika menemukan Levin sedang bercengkrama hangat dengan keluarga. Rama semakin emosi. Berjalan cepat dan menghampiri Levin. Rama langsung mencengkram baju Levin dengan wajah semakin di penuhi dengan amarah.
"Bang Rama, ada apa ini!!!" Tanya Rizal kaget akan abangnya yg tiba tiba mencengkram putranya.
"Tanya putra kebangganmu ini. dia melakukan apa pada Rara." Mendengar itu emosi Levin pun tersulut kembali.
Di lepaskan ya cengkraman pak denya itu. Levin balik menyerang Rama dengan mencekik dengan penuh amarah. Rizal semakin tidak mengerti dengan apa yg terjadi.
__ADS_1
"Levin lepaskan ayahmu." teriak Rizal dengan suara keras dan tegasnya.
"Lebih baik kau tanyakan apa yg di lakukan putrimu pada istriku!!! Dia sudah membuat kesalahan dengan melupakan Queen sekarang adalah nyonya Levin Baganta." Ucap Levin dengan penuh penahanan.
Rizal memegangi tangan kuat Levin dengan berusaha melepaskan cengkraman tangan dari abangnya.
"Vin gue mohon lepasin, dia ayah gue. tolong lepasin. gue cuma kenal ayah Rama, biar dia tidak mengakui gue. tolong lepaskan Vin." Queen bersimpuh dengan memeluk kaki Levin.
Perlahan Levin melepaskan cengkraman pada ayahnya. Levin melihat Queen dengan penuh haru. Queen yg masih bersimpuh pun hanya bisa menangis.
"Queen juga salah Vin, gak seharusnya gue ke sana. Sekarang gue sudah mantab kalo gue cuma punya papa Rizal. jadi tolong lepaskan orang ini, biarkan orang ini keluar dan gue berharap gak akan lagi ketemu dengan orang ini di manapun sampai kapan pun. Jadi tolong jangan buat semua susah." Kata Queen dengan deraian air mata.
Levin menegakkan tubuh Queen dan di bimbing wajahnya untuk melihat wajah orang ini untuk terakhir kalinya.
"Tatap wajahnya lebih dalam. bayangkan beberapa tahun lagi dia yg akan bersimpuh di kakimu untuk memohon belas kasihanmu!!!" Ucap Levin penuh amarah.
"Abang, mending Abang pulang sekarang. tenangin diri dan masalah Levin biar Rizal yg urus." Kata Rizal lembut pada Abang satu satunya itu.
__ADS_1
Setelah kepergian Rama. Rizal mengajak Levin berbicara di ruang kerjanya. Dengan penuh amarah Rizal memandang putra yg dia besarkan dengan tatakrama dan ahlak yg baik. Tapi tindakan barusan itu tidak mencerminkan seorang yg pernah di ajari tata krama.
"Ceritakan pada papa, ada apa tadi siang?" Tanya Rizal datar.
"Pa, saya tidak membutuhkan dukungan mu. tapi Levin harap papa bisa berfikir lebih baik lagi. Queen itu istri Levin, seburuk apa keluarga Queen itu tidak mempengaruhi rasa cinta Levin pada Queen. Tapi Levin akan sangat marah jika Queen di permalukan di depan umum seperti tadi." Ucap Levin penuh amarah
"Tadi Queen ke rumah ayah dan bunda dengan membawa oleh oleh untuk mereka. Tapi di depan pintu di hadang sama Rara, mereka terlibat cekcok. Rara mengusir Queen seperti anjing dengan melemparkan Queen ke jalanan dan menginjaknya. itu yg di lihat Ayu, setelah itu Rara memanggil orang orang dan mengatai Queen putri haram dari seorang pelakor. Dan Queen ke sana di tuduh ingin menggoda ayah agar dia mendapat bagian warisan dari ayah. Levin tak trima dengan apa yg di katakan Rara. Kue yg di bawa Queen di remat lalu di lempar ke arah Queen. Kalo papa masih tidak percaya, tanya Oma Erna. Levin ingin menghancurkan mulut Rara dengan ucapannya sendiri pa." mendengar pengakuan dari Levin yg penuh amarah, Rizal pun tersulut amarahnya.
Jiwa seorang ayah yg terluka karena putri tersayangnya di hina dan di rendahkan.
"Levin, perusahaan opa Bram itu pernah bangkrut. Tapi karena papa kenal banyak investor dan sudah percaya penuh sama papa. Jadi perusahaan itu semakin kokoh sekarang. Salah papa mengatasnamakan semua itu dengan nama ayah. 40% nama kalian berdua masing masing 30%. Coba kamu komunikasiin sama Kliene untuk menggabung saham kalian untuk memenangkan kekuasaan di perusahaan itu. Tapi ingat, jangan pernah serakah terhadap abangmu sendiri. Kamu hanya menjalankan bukan merebut. jadi hasil masih harus di bagi berdua dengan abangmu. Kalian sudah berkeluarga jadi penghasilan itu penting." Kata Rizal membuka berkas yg dia simpan selama ini.
"Kenapa Billa tidak mendapatkan bagian pa?" Tanya Levin kaget mendengarkan pengakuan papanya.
"Waktu itu mama belum tau kalau sedang hamil Billa. papa percayakan semua pada kamu dan Kliene, masalah Billa biar dia dapat dari cafe saja." Jawab papa Rizal tenang.
"Baik lah pa, besok Levin akan ke kantor dan mengatasnamakan semua milik Levin. Tapi di depan notaris papa harus kembali membagi dengan rata saham ini. Levin mau sodara Levin tidak pernah kekurangan dan sengsara." Terang Levin dan membuat senyum papanya mengembang.
__ADS_1