Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Hamil?


__ADS_3

"Siang siang gini enaknya minum es teler Ris." Kata Billa saat di taman menunggu jam 12 siang. Sedangkan sekarang masih jam setengah sepuluh siang.


"Jangan Bill lu berat." Kata Aris yang di jawab dengan umpatan dari Billa.


"Mending lu beliin gue es kelapa muda itu tapi aernya aja, di tambah es yang banyak. Lu tau gak air kelapa muda itu selain bisa bersiin diri dari racun. Air kelapa juga bisa bersiin diri dari dosa." Kata Billa sudah seperti Hj. Mutmainah lagi ceramah pas pengajian kompleks.


"Ah yang bener Bill, Sejak kapan?" Tanya Aris yang tak percaya dengan teori Billa.


"Bener, Sejak gue ngomong Ris. Dan bakalan nambah pahala buat lu." Kata Billa yang sedikit geregetan karena Aris terus nanya.


"Gimana bisa?" Tanya Aris lagi.


"Gini gue kasi tau ya, gue lagi emosi. Dan kalo lu beliin sekarang dan es nya di banyakin, otomatis otak gue dingin dan gue gak jadi misuh misuh. Dosa gue ilang karena gue nyebut. Dan pahala buat lu karena udah bantuin gue samiun." Kata Billa dengan menahan emosi.

__ADS_1


Aris dengan tawanya melenggang pergi karena penjelasan Billa yang memang terkenal dengan teori teori yang unfaedah. Sesuai pesanan Billa, Aris membelikan Billa air kelapa muda dengan tambahan es. Namun saat meminta pada pedagangnya malah di larang.


"Mas, jangan banyak banyak esnya." Kata Pedagang nya.


"Saya bayar ekstra pak, asal di tambah lagi esnya. Ini pesenan pacar saya katanya harus banyak esnya pak." Kata Aris sambil mengeluarkan uang dua puluh ribuan.


"Bukan masalah uangnya mas, tapi kalo kebanyakan es takutnya besar di dalam dan keluar itu jadi kecil." Kata pedagang itu namun membuat Aris semakin bingung.


"Maksud bapak apa sih? Apanya yang gede di dalem keluarnya kecil?" Aris kebibgungan langsung di bisiki oleh pedagang itu.


"Billa, lu jujur sama gue. Siapa bapaknya!!!" Bentak Aris sambil menyerahkan Es dalam plastik ke arah Billa.


" Bapaknya sapa?" Tanya Billa santai menyeruput air kalapa muda dalam kantong plastik di tangannya.

__ADS_1


"Bapak bayi dalam perut lu." Billa langsung menyemburkan es yang ada di mulutnya mengenai seragam Aris


"Sorry sorry, abisnya lu ngomong kagak pakek filter mulutnya. Mentang mentang bibir tidak bertulang lu asal aja nuduh orang." Kata Billa memberaihkan seragam Aris dengan tisu yang di bawanya.


"Ya terus permintaa. lu juga ada ada aja. Itu air kelapa buat bersihin anak lu kan? Biar dia punya kulit bersih dan putih?" Kata Aris lagi.


"Lu kadang kadang butuh bogeman gue Ris, Gue gak lagi hamil. Dan gue gak suka buah kelapa muda makanya gue cuma mau airnya doang. Kalo masalah bersiin anak ato apa jujur gue gak ngerti masalah gitu gitu. Mama gue dokter tapi gue gak pernah di kasih tau mama kalo cuma orang hamil doang yang boleh minum air kelapa." Kata Billa jengkel menyerahkan air es itu pada Aris lalu pergi meninggalkan Aris.


"Billa tunggu, gue minta maaf. Gue gak tau" Kata Aris mengejar Billa yang sedikit berlari.


Tepat di depan kelas Aris baru mendapatkan tangan Billa lalu menariknya dalam pelukan. Billa sudah menangis dengan tuduhan Aris yang tak beralasan. Aris sadar dia salah makanya dia mengejar Billa sampai sekarang dia memeluk Billa di hadapan teman teman yang lainnya.


"Maafin gue, ok. Gak akan gue ngomong sekasar itu lagi." Kata Aris pelan yang hanya di dengar oleh Billa.

__ADS_1


"Jangan pernah raguin gue Ris, gue baru berani pacaran sama lu. Dan jangankan gue kaya gitu, ciuman aja gue takut." Kata Billa membalas pelukan Aris dan mengencangkan tangisannya.


"Kaya teletubies aja kalian!" Bentak Sandi di samping Aries dan Billa.


__ADS_2