
"Queen, Queen, di mana kamu?" Panggil nenek Erna yg tadi mendengar kasak kusuk dari tetangga saat membeli kopi di warung.
"Queen lagi di kamar sama Levin Oma, Masuk aja. Queen butuh Oma, Ayu juga di dalam." Kata Kliene yg berada di dapur.
"Mama papa kalian kemana?" Tanya Oma Erna cemas.
"Papa ke cafe kalo mama praktek Oma." Jawab Kliene sambil membawa nampan berisi minuman dan kue oleh oleh yg di bawa Queen dan Levin.
__ADS_1
Oma Erna kini duduk di samping Queen dan memeluknya. Tangisan Queen semakin pecah lantaran rasa kangen yg dia rasakan.
"Oma, Queen beneran gak di harapkan ada ya. Dulu, mama nitipin Queen ke mama Cinta dan papa Rizal. Saat sudah Queen mulai mengenal mama dan papa. Ayah dan bunda mengambilku dari papa dan mama. saat sudah bersama mereka, Queen hanya di anggap seorang anak tiri. Perbedaan yg aku terima sampai dewasa harus menuruti apa yg di mau mereka. Meski itu bertentangan dengan hati Queen. di paksa tunangan dan di hianati oleh adik sendiri. saat menikah Queen harus menelan pil pahit di hari bahagia Queen dengan mendengar kebenaran bahwa papa kandung Queen sudah meninggal. Queen ini sebenernya robot apa manusia Oma?" Keluh Queen sambil menangis sesenggukan.
"Sayang, sayang. dengerin Oma. Orang tua Queen gak mau mengakui Queen? kenapa Queen rugi? ada Oma di sini yg akan selalu menyayangimu selayaknya cucu Oma sendiri. Ada Kliene yg selalu menganggapmu seperti adik kandungnya sendiri. Ada Levin yg selalu mencintai dan menyayangimu. Ada Ayu yg selalu ada untukmu sebagai kakak perempuanmu. jangan kamu anggap dia itu kakak iparmu. Ada Billa yg selalu menyayangimu selayaknya kakak kandungnya sendiri. Dan yg terpenting ada mama Cinta dan papa Rizal yg selalu mencurahkan kasih sayangnya terhadapmu. Dari dulu sampai saat ini cinta kasih mereka tidak pernah luntur. Kamulah cinta pertama mereka, Kliene dan Levin adalah jagoan pertama mereka. sedangkan Billa putri tersayangnya. Juga Ayu menantu tersayang mereka. Cinta kasih Rizal dan Cinta tidak pernah berkurang untuk kalian semua. Jadi jangan buat anak anak mama itu sakit hati dengan tindakan bodoh kaya tadi." Kata Oma Erna menasehati semua.
"Gak pa pa, katanya kangen sama Billa. Lama banget pulangnya." Kata mama Erna menutupi dari cucu perempuannya.
__ADS_1
Levin memang seorang yg penuh dengan emosi. Tapi dia tidak pintar untuk menyembunyikan. Kliene yg merupakan seorang penyabar namun tak mampu mengendalikan emosi sang Levin. Sedangkan Billa memiliki emosi yg menggebu melebihi Levin. Tapi emosi dia lebih tertata dan tersusun. Hal itu di buktikan dengan jebakan jebakan liciknya untuk mengerjai musuh musuhnya. Billa kadang tak memikirkan apa resiko yg akan di peroleh sang target.
"Ya sudah kalo gitu dari pada Lo nangis gini, mending Lo gue temenin tidur." Kata Billa yg langsung mengambil tempat di ranjang abangnya itu.
"Yg di bilang Billa bener Queen. Mending lo tidur aja dari pada nangis makin bengkak tu mata." Kata Ayu menyetujui saran Billa.
"Kamu temenin juga aja mereka tidur sayang, biar kalian bisa saling curhat." Kata Kliene pada Ayu istrinya.
__ADS_1