
Frizka duduk di salah satu restoran mewah yang ada di kotanya. Frizka duduk bersama dengan seorang laki laki tampan berwajah blasteran Arab Indonesia. Senyum Frizka dan laki laki yang biasa di panggil pak Revan itu mengembang penuk kelicikan setelah menutup sambungan telfonya.
"Good job baby. Kamu bisa mendapatkan Sandi kembali dan aku kan mendapatkan Billa untuk selamanya." Ucap Revan santai sambil menyruput cairan hitam pekat dengan rasa pait dalam gelas putih di tangannya.
"Bikin Billa banyak kerjaan dan aku akan menemani Sandi dan memanfaatkan situasi itu." Frizka mengeluarkan sekantong kecil bubuk putih dari dalam tas kecilnya.
__ADS_1
"Kita kenal kenal bukan cuma sehari dua hari baby, kamu bisa percayakan semua padaku." kata Revan kembali menyruput kopi pait di depannya.
"Yups, dan aku terimakasih sekali sudah menyewakan dokter yang bisa bekerja sama selama dua tahun ini."
Frizka selama ini tidak lah koma, tapi dia pura pura koma demi menahan Sandi mengejar Billa setelah kematian Aris. Aris kecelakaan juga karena ulah Frizka yang memotong rem mobil Aris dengan bantuan seseorang. Frizka merasa takut akan kehilangan harta kekayaan Mbah Kung yang akan jatuh padanya jika Aris dan Sandi tidak muncul. Frizka yang sudah jatuh hati pada Sandi dari pertama kepindahan Sandi ke sekolahnya.
__ADS_1
Boss tetaplah boss, Vano sudah merasakan jika adanya ketidak beresan di antara Billa dan Revan. Tapi ketika Billa memilih menikah dengan Sandi, baru Vano percaya bahwa bossnya ini lah yang menginginkan Billa. Vano memilih menuruti apa yg di mau bossnya dari pada membuat seorang Revan Alibaba Sahid murka.
"Semua itu juga berbalik padamu, jika kamu tidak berakting dengan bagus maka sudah lama kamu akan metahuan oleh mereka." Jawab Revan tersenyum bangga.
"Sayangnya kita kecolongan. Sekarang giliranmu panggil Billa kembali lagi ke Jerman menggunakan jabatan kamu. Aku gak mau tau, kalau Billa masih di Singapura bareng Sandi. Aku tidak akan bisa masuk ke dalam hidupnya lagi." Jelas Frizka.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, persiapkan dirimu dalam sepuluh hari kedepan. Karena aku sudah meminta Billa mendampingiku menghadiri pesta sebagai pasanganku. Dan aku lihat di daftar Listnya Mbah Kung juga di undang. Pastikan Mbah Kung mu sendiri yang menghadirinya. Bila perlu kamu atau Sandi ikut bersama beliau. Mbah Kung belum tau Frizka kerja di tempatku." Jelas Revan mengenai rencananya.
Revan dan Frizka menyusun berbagai macam rencana. Sedangkan Billa dan Sandi sama sama tidam bisa tidur karena fikiran masing masing. Sandi memikirkan apa yang akan di lakukan Frizka terhadap Billa. Sedang Billa tidak bisa tidur karena mendengar Sandi sedanh telfonan dengan Frizka. Meski Billa tidak mendengar apa yang di bicarakan mereka berdua. Namun mengetahui mereka masih berhubungan mampu membuat Billa sesak nafas.