
Cinta dan Rizal siap siao untuk pergi ke kampus. karena hari ini adalah hari pertama masuk kampus. Kuliah di kampus yg sama dengan jurusan yg berbeda membuat Cinta dan Rizal harus terpisah. Rena Cinta dan Nadia di jurusan yg sama, sedangkan Rizal beda jurusan sendiri.
Di tempat Rizal.
"Kamu yg itu... iya kamu." Tunjuk kakak senior.
"Iya ada apa kak?" Jawab Rizal.
"Kamu itu mau ikut ospek ato mau jadi poto model?" Tanya salah satu senior pada Rizal.
"Kenapa emangnya?"
"Mukanya gak usah di ganteng gantengin. Bikin naksir." Jawab seniornya lagi yg memang seorang cewek.
"Maaf sudah soul oud kak." Jelas Tizal dengan senyuman.
"Potek hati adek bang. Cepet banget dah lakunya yg model begini. Kagak ada apa yg sisa buat gue." Gerutu senior Rizal.
"Jangan ganggu adek gue dah May, dia udah punya di fak kedokteran." Rama menepuk Maya senior Rizal yg seangkatan dengan abangnya.
"Ya elah gini banget dah nasip gua, sekali liat yg bening eh kehalang tembok tiba tiba bayangan menjadi buraaaammmm." Kata Maya sambil berlalu yg membuat senyum bang Rama mengembang.
__ADS_1
"May, hawa hawa orang yg berkemilikan itu sungguh menggoda may. Selama pemiliknya gak tau kan bisa kita maenin." ujar temen May yg bernama Lina.
"Takut gue Lin, lo tau sendiri kan cewek sekarang pada jadi macan. Bawaannya itu senggol bacok aja. Ngeri gua mah." Jawab Maya sambil menggidikkan bahu.
"Cemen lo ah, ngaku primadona kampus gak taunya cuma ayam kampus." Senyum licik Lina mengembang.
"Dosa lin itu, mengambil milik orang tanpa permisi. Maling namanya. Lagian apa hubunganya sih primadona kampus sama tu cowok." Kata Maya sambil menunjuk Rizal dengan dagunya.
"Sumpah may tu wajahnya seakan mengisaratkan cepet tikung cewek gue gitu may."
"Masak Lin, lo suka ngayal kalo ngomong. Eh eh tu anak ke sini." Maya memberi isarat ke Lina.
"Kak, kenapa gak istirahat? Sekarang udah waktunya istirahat lo. Kalo saya pingsan gimana? Laper ni." Kata Rizal sambil memegang Perutnya.
"Eh mau kemana lo?" Tanya Lina yg melihat Rizal nylonong boy meninggalkan seniornya.
"Makan di cafe depan, mau ikut?" Tanya Rizal.
"Cafe depan? Dia anak orang tajir? Gila makannya di cafe depan. Gue aja pas tanggal muda doang ke sono. Lah ini anak makan siang ke sono." Kata Lina pada Maya.
"Ya sapa tau Lin cuma pengen nyobak. Tapi Lin kata Rama makanan di sana selain enak harganya juga standar kantong mahasiswa lo." Kata Maya menambahkan.
__ADS_1
"Sana yok Lin, panasaran gue. Biasanya gue pesen minum doang sih."
Rizal yg sudah janjian dengan Cinta Rena juga Nadia akhirnya datang juga. Di tempat Cinta dan kedua sahabatnya tak begitu mengutamakan ospek. Karena bagi senior senior Cinta, mengejar nilai lebih penting dari pada ospek.
"Kalian udah pulang?"Rizal mencium Cinta dan ternyata di lihat oleh kedua seniornya yg diam diam mengikuti Rizal dari belakang.
"Udah yang, aku pesenin nasi goreng seafood. aku laper soalnya." Jelas Cinta.
"Iya aku udah laper juga." Kata Rizal. "Bang sini sebentar." Rizal memanggil bang Arya.
"Kenapa?"
"Abang minggu depan udah di cafe Lisa ya? Terus yg di sini siapa bang?" Tanya Rizal sambil meminum minuman Cinta.
"Gue udah nunjuk Fendi, dia jujur orangnya. Selain dia rajin juga gak banyak omong. Terus dia juga lebih ngerti tentang kopi di banding yg lainnya." Bang Arya merekomendasikan temannya
"Gue percaya sama lo bang. Masalah Nia gimana bang? Sudah mau abang bujuk?" Rizal menanyakan pacar Rizal yg akan menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya. Karena bang Arya terlalu sibuk bekerja.
"Iklas gue, biarin dah. entar juga nyesel sendiri." Kata bang Arya sambil berlalu meninggalkan Rizal.
Di tempat lain.
__ADS_1
"Itu ceweknya May, gak cantik. Masih cantikan gue juga."