
Di dalam kelas Rizal meletakkan kepalanya di meja. Rizal terlihat lesu tak bertenaga, Rizal memang tak sarapan juga saat istirahat juga gak pergi ke kantin.
"Lo kenapa sih Zal?" Tanya Rena duduk di samping kursi Rizal dan Nadia di depan Rizal.
"Gak napsu makan gue, badan gue lemes bener. Nad lo pindah ke sini dah biar gue bareng Rena beberapa hari ya. Lagi males sama Cinta." Rizal pindah ke bangku Rena.
Rena pov
Kasian Rizal, apa lagi berantem ya sama Cinta. Tumben juga Rizal kaya gini, Sumpah gak tahan gue di situasi kaya gini. Tak lama bel berbunyi dan Cinta pun masuk kelas. Cinta bungung kenapa Rizal di bangku Gue dan Nadia di bangku dia. Tuhan harus gimana ini.
"Lo kenapa Zal? Lemes gitu." tanya Cinta. Keliatannya Cinta sama Rizal gak marahan tapi kok kaya gini?
"Lemes" Rizal jawabnya juga jutek. Apa Rizal salah paham ya sama Cinta.
Anjir gak betah gue di antara mereka berdua yg lagi perang dingin kaya gini. Tuhan sadarkanlah mereka, dan kembalikanlah ketenangan kelas ini.
Cinta Pov
__ADS_1
Sumpah dari semalem ni bocah kenapa coba. Liatin aja, Selama lo diem gue juga bakalan diem.
"Zal lo balik ke bangku lo dong." Kata gue dengan nada gue rendahin secara guru biologi sudah masuk kelas.
"Lemes gue Cin mau istirahat, kalo gue duduk bareng lo yg ada lo ngajang ngobrol gue. Gue gak bisa istirahat gue." Kata Rizal buat gue gondok.
"Kalo lo sakit ke UKS bego bukan diem di situ aja." Saking jengkelnya gue maki aja sekalian tu bocah.
"Pak, Rizal sakit. Boleh saya antar ke UKS?" Gue langsung minta ijin ke guru.
"Oh Iya silahkan."
"Tolong tolong pak tolong Rizal pingsan." Teriak gue sambil nangis. Sumpah gue hawatir sama Rizal.
Author pov
Selama di UKS Cinta tak henti hentinya menangis. Cinta terus memegang tangan Rizal dan sesekali memanggil nama Rizal lirih menyuruhnya bangun.
__ADS_1
Sejam sudah Rizal pingsan dan selama itupun Cinta menangis. Rizal berusaha membuka mata. Pertama di sebut adalah Cinta. Cinta mendengar namanya di sebut, Tangisannya semakin kenceng.
"Huuuaaaaa apa yg ada dalam otak lo hah!!! Lo mau buat gue jantungan!!!! Alfan Ahrizal sialan ***!!!" Rizal yg mendengar umpatan sahabatnya ini bukannya marah tapi malah tersenyum.
"Lo hawatir Cin?" Tanya Rizal dengan Suara seraknya.
"Gue gak hawatir, cuma takut lo mati terus gue main ujan ujanan sendirian Zal" Sanggah Cinta.
"Akui aja. gue gak akan ember bocorin ke cowok lo kok." Kata Rizal menggoda Cinta
Seketika tangisan Cinta terhenti mendengar kata sahabatnya itu. " Lo kenapa bisa pingsan? Jangan bilang lo gak makan teratur." Cinta menebak nebak dan Rizal hanya mengangguk kecil.
"Kapan lo terakhir makan?"
"Semalem makan sushi yg lo suapin aja."
"Gue suapin lagi ya makan."
__ADS_1
Rizal mengangguk, Cinta ke kantin membeli nasi untuk Rizal. Dengan telaten Cinta memyuapi Rizal. Rizal merasa seneng, tapi jengkel seketika karena Rico tiba tiba mencium kepala Cinta. Cinta yg terkaget malah ngumpat.
"Bisa gak si lo jangan ngagetin gue. Dan lagi gue gak suka lo cium cium tanpa ijin dari gue." Omel Cinta pada Rico membuat Rizal merasa menang namun menyembunyikan ekspresinya.