Sahabat?

Sahabat?
Bab 82


__ADS_3

Di dalam ruangan perawatan Cinta sengaja sekamar dengan Angel agak tak jauh jauh terpisah. Rizal memberikan putra pertamanya kepada Cinta untuk di susui. setelah setengah jam Rizal mengambinya lalu menukang dengan putra keduanya. Rena melihat Cinta kelelahan dan sesekali memejamkan mata. Rena menyanggah putra kedua Cinta agar tak jatuh karena Cinta mengantuk.


Perjuangan ibu hamil saat terakhir adalah menahan kantuk saat melahirkan atau setelah melahirkan. Sakit yg di rasa saat melahirkan pun hilang dan tak pernah bisa di diskripsikan. Karena rasa itu bener bener membuat seorang ibu untuk berjuang. Rasa sakit yg akan hilang 100% ketika sudah berada di ruang rawat seperti ini (Bagi yg melahirkan normal).


"Cinta rasanya sesakit apa?" Tanya Rena.


"Sorry Ren bukannya gue gak mau berbagi sama lo tapi gue cuma bisa ceritain saat gue di bersiin perutnya sama di jahit saja." Ucap Cinta.


"Gak pa pa lo bisa ceritain ke gue." Pinta Rena.


"Sorry Ren, Sakitnya itu menyiksa. Saat do bersihin itu perut gue berasa di masukin tangan lalu di bersihin kaya bersihin air comberan yg gak sengaja tumpah ke meja makan Ren ya tinggak geser aja tangan." Ucap Cinta memperagakan mengelap air comberan.


"Terus yg elo teriak teriak itu pas apa Cin?" Tanya Rena sedikit ngeri mengingat Cinta teriak teriak tadi.

__ADS_1


"Oh itu di jahit Ren. Sumpah sakit perjuangan gue. Kalo disuruh lagi antara mau dan gak mau gue." Ucap Cinta


"Lah kenapa?" Tanya Rena juga membuat semua yg ada di ruangan itu penasaran.


"Ya karena sebelum melahirkan itu sakitnya gak bisa gue rasain lagi. Udah lupa pas keluar tu si kecil yg pertama di susul yg kedua gue berasa di tendang gitu. Pokoknya pas keluar itu sumpah Nimkat Allah Yg sangat luar biasa. Tapi saat di jahit itu sudah seperti salah satu siksaan Allah di dunia yg paling luar biasa menyakitkan." Ucapanya kini membuat Rizal memberikan respon.


"Kita sudah punya dua sayang. Udahan ya, mas gak mau melihamu seperti tadi. Mas gak sanggup melihatmu seperti tadi." Ucap Rizal sambil memeluk Cinta.


"Mas jangan melawan kehendak Allah. Kalo mas mau Cinta gak hamil lagi. Ya jangan di kasi tu burung masuk kandang. Kan yg buat Cinta kaya gini mas juga." Mendengar itu semua yg ada di sana tertawa puas untuk Rizal.


"Yg jelas Zal, Kamu harus pusa selama 40 Hari kedepan." Ucap mama Rizal.


"Yah kok gitu sih ma?" Tanya Rizal kesal.

__ADS_1


"Iya karena Cinta memasuki masa nifas." Terang mama Cinta singkat.


"Kalo kayak gini enak bang Rama dong." Rizal mulai iri pada abangnya yg beristri 2.


"Kok gue?" Tanya Rama seolah tak mengerti.


"Bini lo kan ada 2 tu bang. Terus lo kan bisa sama istri yg lagi 1 ni si Rena." Terang Rizal membuat semua orang tak percaya pada ucapan Rizal.


"Kalo mas mau ya silahkan kawin lagi mas." Ucalan Cinta seakan memberi peringatan pada Rizal.


"hmmm yang enggak kok. Hati mas cuma buat kamu dan anak anak. Sudah gak ada tempat buat yg lain masuk." Kata Rizal cepat memahami situasi.


"Bucin bucin aja loh gak usah sok sok an ngiri gue." Kata Rama.

__ADS_1


"Harusnya kamu bisa belajar pada Rizal bang. Kamu sadar gak telah menyakiti hati Rena Bang? Gak mudah menerima kehadian aku di antara kalian. Apa lagi Rena itu cinta banget sama abang. Abang mikir dikit ngapa sih. Kehadiran ku di antara kalian itu juga membuat ku sesak karena rasa bersalah. Ku wanita Rena juga wanita bang." Ucapan Angel membuat Rama tertunduk. Rama berjalan ke arah Rena yg tengah menggendong buah hatinya dengan wanita lain.


__ADS_2