
Setelah Tiga hari di rumah sakit kini Cinta sudah kembali ke rumahnya. Cinta memasuki kamarnya dan melihat box bayi kembar warna coklat yg pernah ia beli dulu. Box bayi itu berada tak jauh dari ranjang utama. Dengan kasur yg sudah di ganti oleh Rizal, Kini bayi bayi itu bisa langsung menempati boxnya masing masing.
Cinta merasa bahagia dengan sedikit perubahan pada kamarnya. Entah kapan Rizal mengubahnya. Cinta memandang bayi bayi yg belum di beri nama itu dengan seksama. Di lihatnya dengan penuh kasih sayang, bayi itu menunjukkan gerakan gerakan kecilnya. Meski hanya menggeliat, bayi bayi itu mampu membuat senyum di bibir Cinta mengembang.
"Mas, mas sudah menyiapkan nama untuk mereka?" Tanya Cinta.
"Belum sayang. Nanti abang pikirkan. Oh iya sayang. Untuk acara Aqiqahannya barengin aja sama acara tujuharian ya." Kata Rizal
"Iya mas Cinta nurut mas aja."
Memanfaatkan tidurnya sang buah hati. Cinta mandi di bantu oleh Rizal karena masih takut untuk jalan sendirian. Rasa perih pada bekas jahitannya membuat Cinta susa berjalan. Setelah mandi dan menyusui anak anaknya. Rizal dan Cinta merebahkan diri di ranjang karena jam sudah menunjukkan di angka 9 malam.
"Gak nyangka mas bisa punya anak sama kamu yang. Inget dulu pas main anak anakkan, mas selalu mau jadi bapak dari anak anakmu. Dan ternyata akulah yg menjadi ayah mereka yg beneran." Rizal mengingat ngingat dengan senyumannya.
"Cinta juga gak pernah nyangka mas. Dulu mas biang rusuh tapi sekarang mas bisa juga jadi dewasa. Inget mas saat kita SMA? Mas selalu di panggil keruang BP dan menyapu lapangan belakang. Itu gara gara kelakuan mu semua mas. Kamu yg suka jahil dan suka bikin ulah."Cinta mengingatkan Rizal.
__ADS_1
"Hehe untung kamu cinta sama aku ya yang. Makanya kamu gak pernah ngeluh sama aku. Terus belain aku." Terang Rizal.
"Terpaksa mas"Ucapan Cinta mengagetkan Rizal.
"Maksudnya yang?" Tanya Rizal kini sudah duduk di samping Cinta yg masih tiduran.
"Kalo aku gag temenan sama kamu, siapa yg mau temenan sama kamu mas? Kalo aku gag bela mas terus siapa lagi? Mama Inggrit aja udah tobat ngadepin kamu mas." Jawab Cinta santai.
"Terus kalo terpaksa kenapa dulu kamu mau diajak nikah sama mas?"
"Kalo gitu terus ngapain kamu mau mas tidurin?" Pertanyaan yh semakin menjurus dan membuat Rizal kesal namun di tanggapi santai oleh Cinta.
"Ya abis enak mas, mubazir kalo di tolak."Jawab Cinta sambil memindahkan kepalanya ke pangkuan Rizal.
"Jangan macem macem Cin lo masih masa nifas. Malah dosa nanti gue apa apain lo." Ucap Rizal geram.
__ADS_1
"Dih lo gue. Ok kalo lo maunya gitu. pergi sono lu." Usir Cinta membuat Rizal keluar dari kamar.
"Ih ngambek beneran. Mas mas, Cinta bercanda jangan ngambek lah mas." Kata Cinta mengekori Rizal.
"Bercandanya gak lucu." Ucap Rizal penuh emosi.
"Aduh mas sakit." Kata Cinta menabrak Rizal yg tiba tiba berhenti.
"Apanya yg sakit yang?" Kata Rizal yg tak bisa mendengar Cinta kesakitan.
"Hati adek mas, Sakit abis melahirkan malah di ambekin ma lakik sendiri." Jawab Cinta.
"Ya abisnya kamu gitu jawabnya. Mas kan emosi yang." Kata Rizal sambil menggendong Cinta kembali ke kamar.
"Mas, Cinta cuma mau kayak dulu lagi. Bercanda canda gak serius terus kaku jadinya mas." Kata Cinta yg mengeratkan pelukan di leher Rizal.
__ADS_1