Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Otak Gesrek


__ADS_3

Disini mereka sekarang, bertiga dalam satu meja menikmati es serut isi gula tanpa air semangkuk bertiga. Billa memandangi Sandi dan Aris satu persatu sampai mereka mau membuka mulut.


"Kami hanya mau menemanimu." Kata Aris polos.


"Lagian itu Bu Anisa lebay banget." Imbuh Sandi berapi api.


"Kalian berdua itu begok apa oon sih? Kalo kalian berdua di sini, terus entar yang ngasih contekan siapa?" Tanya Billa Geram.


"Ada Fauzi tenang aja." Kata Sandi santai.


"Lu tau Fauzi itu matanya gak beres biar udah empat biji." Bentak Billa.


"Udah sih gak usah ngegass pagi pagi, dinginin dulu sama esnya." Kata Aris menyuapkan Es dalam mulut Billa yang tak berenti ngoceh.

__ADS_1


"Huhahuha gue lagi ngomong bejok" Kata Billa kedinginan di mulutnya.


"Iya gue tau, makanya gue suapin es biar lahar lu gak keluar." Kata Aris sekali lagi menyuapi Billa es.


"Hahahaha lucu juga lu kalo kedinginan, ini lagi dari gue." Kata Sandi yang tak mau kalah menyuapkan es ke dalam mulut Billa.


Saking geramnya Billa meraih sendok Aris lalu menyuapkan es serut ke dalam mulut Aris dan Sandi bergantian. "Ini kalian juga harus rasain, biar gak ikut ngegass pagi pagi. Biar otak kalian pada dingin dan bisa di pakek lagi."


Billa, Sandi dan Aris tertawa lepas bertiga. Aku sempet yakin kalo mereka bertiga gak hadir saat pembagian nalar. Kenapa gue bilang nalar? Karena kalo gue bilang otak, lah mereka deretan orang orang pinter. Cuma nalarnya aja yang pada gesrek.


"Perpus aja kalo gitu." Jawab Sandi santai membuka bungkus daun jajan sumping pisang di hadapannya.


"Lu kalo ngomong kaya orang gak kebagian otak deh." Kata Billa memegang tangan Sandi lalu menggigit sumping pisang yang sudah berbuka itu.

__ADS_1


"Ya masuk Billa tapi lu jangan seenaknya dong. kalo mau bilang bukan asal gigit." Kata Sandi protes.


"Protes mulu lo jadi lakik." Kini Aris meraih tangan Sandi lalu melahap habis sumping dari tangan Sandi.


Sandi hanya memandangi bungkus daun di tangannya yang sudah tinggal daun saja. "Nyesel gue buka sumping itu, udah lengket tapi gak ikut makan." Kata Sandi melempar sembarang kulit daun di tangannya.


"Hahahaha ya sudah sini gue bukak in" Billa tertawa lepas lalu mengambil jajanan tradisional di piring lalu membukanya dan menyuapkan ke arah Sandi.


"Gak napsu Bill, pengennya lu bukain yang lain." Kata Sandi menggoda sambil merengek.


"Sialan, otak lu emang gesrek San. Udah lu makan aja sendiri dan inget bayar sekalian esnya. Yuk ah Ris kita ke kelas, Jangan deket deket Sandi entar lu ketularan sedeng kata BTS." Billa menggandeng lengan Aris mengajaknya bangkit dari duduknya.


"Lu yang sebangku sama dia Tukijem." Kata Aris membenarkan celana seragamnya.

__ADS_1


"Oh iya lupa hahaha, Ayo buruan Sandi lu bayar esnya." Kata Billa meninggalkan Sandi sendiri.


"Eh ngapa gue yang harus bayar? di tinggal pula. Billa tungguin." Kata Sandi berteriak pada Billa dan Aris yang semakin menjauh. "Mang ini uangnya di atas meja ya." Sandi menaruh uang sepuluh ribuan di atas meja lalu ngacir mengejar kedua sahabatnya. Lebih tepatnya yanv satu Rivalnya dan yang satu gebetannya.


__ADS_2