Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Queen ngambek


__ADS_3

Setengah jam sudah kendaraan Levin membawa mereka menuju Villa milik Rizal. Levin mengajak Queen masuk ke dalam Villa yg terawat dengan baik meski lama tak di tinggali. Queen menempati kamar di sebelah dengan intruksi jangan ganggu sebelum bangun. Queen memasuki kamar lalu menguncinya dari dalam. Levin juga langsung menuju kamar sebelahnya dan melakukan hal yg sama.


Tepat jam 10 siang, hp Levin terus berbunyi. Seuara gaduh yg dibtimbulkan oleh hpnya, membuat Levin terbangun dari mimpinya. Dengan berat hati Levin mengangkat dan sedikit mengomel karena mengganggu tidurnya.


"Hallo siapa sih ganggu saja, ngantuk woe ngantuk." Kata Levin dengan mata masih tertutup.


"Ini papa Vin, kamu di mana?" Tanya Rizal yg membuat Levin langsung terbangun.


"Di Villa pa." Kata Levin sedikit merasa takut.


"Sama Queen?" Tanyanya lagi.


"Iya pa."


"Bangunkan dia dan ajak pulang sekarang." Jelas Rizal


"Pa, bukannya Levin mau menentang papa. Tapi semalem Queen udah ngancem Levin kalo dia gak mau di ganggu dan mengunci pintu dari dalem. Udah gitu semalem dia lagi ngambek." Jawab Levin apa adanya.

__ADS_1


"Hmmm, ya sudah mama sama papa nyusul ke sana." Kata Rizal sebelum mematikan saluran telfonnya.


Bukannya bangun, Levin memilih tidur lagi karena masih mengantuk. Levin masih dugem di dalam mimpinya ketika Rizal dan Cinta datang bersama Ayu dan Kliene tak lupa Salsabila yg mulai akrab dengan Ayu.


"Vin, bangun. Vin kebanjiran." Kata Rizal sambil menyiprat nyipratin air ke mukanya.


"Lari pa jangan malah duduk." Levin bangkit dan memegangi papanya untuk mengajaknya berlari.


Bukan ikut berlari Rizal malah tertawa yg di susul juga oleh Kliene Ayu Billa dan mamanya. Levin langsung duduk kembali ketika sadar tengah di kerjai oleh papanya.


"Bawa kabur anak orang juga dosa Vin, apa lagi belum sah. Neraka jahanam tempatnya Vin, Temannya jin iprit kamu di sono." Rizal balik menakut nakuti Levin.


"Queen mana?" Tanya Ayu.


"Ada di kamar sebelah, ngambek dia ngunci pintu dari semalem." Jawab Levin kesal.


"Kenapa bisa ngambek Vin?" Tanya Cinta penasaran.

__ADS_1


"Itu ma, habis kerja kan Levin capek terus kringetan. Lah Levin liat Queen kedinginan terus lavin kasi jaket Levin yg kena keringet. gak begitu basah sih, cuma ya dingin aja di pakek."


"Terus dia ngambek gitu?"


"Iya ma, terus dia bilang jangan ke rumah besok, dia mau tidur. Dia kan kalo ngambek suka aneh aneh ma. Ya langsung aja Levin ajak ke sini. Gak taunya Levin di kunciin pintu. hpnya di matiialn pula." Jelas Levin.


"Bukannya kemarin mama bekelin jaket lagi ya? Kok bisa Queen pkek jaket basah?"Cinta mengingat ngingat.


"Bukan basah ma, tapi sedikit dingin saja. Gak usah lebay deh ma. Yg mama siapin ya Levin yg makek." Jawaban Levin membuat Cinta menepuk jidat putra keduanya.


"Iya lah Queen ngambek. lu nya begok!!!" Kliene menoyok kepala adik kembarnya itu.


"Koplak kepala gue bang kalo Lo bully terus." Kata Levin makin sebal.


"Mas, anakmu itu. Cinta gak kenal." Kata Cinta pergi meninggalkan ruangan.


"Kapok gak di akui anak lo sama mama bang." Kata Billa yg ikut berlalu bersama sang mama mencari Queen di kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2