
"Mas mas bangun dong. Cinta pengen makan nasi rames yg ada di pengkolan sana." Rizal terbangun mendengar permintaan Cinta yg semakin membuatnya gemas.
"Yakin mau makan nasi rames yg di pengkolan depan?" Rizal memastikan karena jarang sekali Cinta membeli makan di luar. Beruntung Warung makan di pengkolan sana buka 24 jam.
"Iya mas, Cinta laper. Cinta ikut tapinya ke sana."
Rizal mencuci muka dan menggosok giginya sebelum keluar rumah. Di liriknya jam di dinding ruang tamu masih menunjukkan di angka 2 malam. Rizal menggeleng geleng kan kepala. Kalo bukan keingingan istri tercintanya gak mungkin Rizal mau keluar tengah malam seperti ini.
Rizal tidak akan menolak permintaan Cinta biar dia tidak ngidam. Apa lagi Cinta ngidam pasti lebih siaga. Rizal hampir tak pernah membantah keinginan Cinta. Karena Rizal sangat mencintai istrinya ini.
"Mas di depan itu ada dagang jangung bakar. nanti pulangnya beli ya." Kata Cinta yg hanya di angguki Rizal.
__ADS_1
Setelah selesai makan nasi rames Rizal dan Cinta menuju ke dagang jagung bakar. Rizal memesan 2 biji jagung bakar dan sebungkus kacang rebus. Karena jaraknya yg dekat dengan warungnya itu. Rizal dan Cinta memilih untuk berjalan kaki. Kini Rizal dan Cinta berada di teras rumahnya. Rizal dan Cinta memakan jagung bakar yg di belinya barusan. Setelah habis jagung bakar juga kacang rebusnya. Rizal mengajak Cinta masuk ke dalam rumah. Rizal mengajak Cinta sholat malam sekalian karena waktu yg memang bagus untuk sholat malam. Setelah sholat sunah Rizal dan Cinta tidur kembali hingga jam 5 untuk sholat subuh.
"Mas, Aku mau tidur lagi. Nanti ada kelas sore soalnya." Ucap Cinta sambil memeluk Rizal.
Rizal berniat mangaji di samping istrinya yg tengah tidur untuk mengajikan buah hati yg ada di dalam perut Cinta. Namun di urungkan oleh Rizal karena Tangan Cinta mulai berani bergrilia di bawah selimut.
"Jangan menggoda kalo gak mau mas makan pagi pagi." Bisik Rizal di telinga Cinta.
Akhirnya mereka pun malakukannya. Rizal melirik jam masih di angka 6.30. Rizal bergegas mandi untuk menyucikan diri lalu memasak sarapan untuk Cinta. Saat memasak nasi goreng kesukaanya. Tiba tiba Rizal di peluk dari belakang.
"Mas, Cinta masih ngantuk. Temenin Cinta tidur dulu sebentar lagi." Rengak Cinta dari belakang Rizal.
__ADS_1
Rizal langsung mematikan kompornya yg memang nasi gorengnya sudah mateng. Rizal menggendong Cinta kembali ke kamar dan menidurkan Cinta lembali. Rizal meninggalkan Cinta untuk sholat duha lalu dilanjutkan dengan membaca Alqur'an di samping Cinta yg tengah tidur.
Niat Rizal mengaji di samping Cinta itu untuk mengenalkan alqu'an sedari dini untuk calon buah hatinya. Rizal hampir setiap hari melakukan ini selama 3 bulan. setelah mengetahui Cinta hamil tentunya. Usia kehamilan Cunta sudah memasuki 16 minggu dan membuat perutnya sedikit terlihat menonjol.
Sedangkan Perut Angel yg semakin membesar membuatnya cuti dari kulia. Karena tidak ada yg tau Angel menikah. Angel yg kini tinggal di rumah keluarga Rizal. Membuatnya sering berkunjung ke rumah Rizal dan Cinta.
"Mas Sayang dulu dong." Kata itu membuat Rizal menyudahi ngajinya.
"Abis ini sarapan ya sayang biar kuat dedeknya." Bisik Rizal sambil mencium kening Cinta.
"Pengen bubur ayam pak Wang di lapangan kompleks mas. Tapi Cinta gak ikut." Ucap Cinta dengan mata masih tertutup.
__ADS_1
Rizal dengan cepat mengganti baju koko dan sarungnya dengan baju santai rumahannya. Segera menyambar kunci motornya dan pergi mencari bubur ayam pak Wang permintaan istri tersayangnya.