Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Ayu ngidam


__ADS_3

Di sini sekarang Levin dan Queen. Di pantai Sanur menikmati deburan ombak dan sapuan angin laut yang menerpa mereka. Bali, tepatnya di Sanur di mana cafe Levin di dirikan. Bukan Levin namanya jika dia berlibur tidak membawa pekerjaan bersamanya. Dia ke Bali bukan cuma mau berbulan madu atau berlibur. Tapi sekalian mengawasi cafe milinya yang bekerja sama dengan ms, Sandra bule asal Jerman.


Di jakarta Kliene sedang pusing menuruti permintaan sang istri yang sedang ngidam. Ayu mengidam makanan tapi ketika sudah berada di depan matanya, Ayu malah langsung muntah muntah dan meminta Kliene untuk menyingkirkan makanan itu. Sungguh menguji kesabaran. Ayu semakin lemas karena dia sama sekali tidak kemasukan apa apa dalam perutnya. Ayu tak kuat apa apa karenanya, Kliene semakin hawatir akan kesehatan Ayu yang semakin menurun.


"Mama, gini banget sih ngidamnya Ayu. Kliene kasian ma, apa gak bisa gitu ngidamnya di tuker sama yg lain?" Kliene menangis di pangkuan sang mama melihat kondisi sang istri yang memprihatinkan.


"Pasang infus aja ya biar bayi kalian dapat nutrisi sampai Ayu kuat." Saran Cinta yang langsung di setujui Kliene namun di tolak keras oleh sang istri.

__ADS_1


"Ayu gak mau ma, Ayu yakin pasti akan baik baik saja." Rengek Ayu saat Cinta mengusulkan pasang infus pada Ayu.


"Ya sudah kalo gak mau di pasangi infus, kamu harus paksa makan ya. Kasian baby dalam perutnya." Kata Cinta mencoba membujuk sang menantu.


"Iya, tapi Ayu mau makan singkong bakar yg di bakar papa Rizal." Cicit Ayu membuat Rizal yg baru datang dari kerja malah membelalakkan matanya.


"Yaaaaaahhhh siapa yg makan nangkanya siapa yang kena getahnya. hmmm untung mantu kesayangan, coba kalo enggak." Kata Rizal menggantung karena melihat butiran air mata yang lolos dari peraduannya dan membasahi pipi Ayu.

__ADS_1


"Iya iya. Kliene beli sana di warungnya wak Ali kayanya ada di sana jual." Kata Rizal menyuruh Kliene untuk membelinya.


"Jangan beli Sayang, nyuri saja di kebonnya ayah Rama." Kata Ayu membuat Kliene menciut nyalinya.


"Haduh nyari perkara ini mah. Gak ah aku takut sayang sama ayah, bisa bisa pulang tinggal nama. Mau sayang lahiran tapi gak ada suami?" Ucap Kliene bergidik ngeri.


"Ambil aja, itu papa yg nanem. Jangan takut, ayahmu itu sudah di bawah kendali adik tersayangmu. Levin sudah mengatas namakan semua aset atas nama papa termasuk rumah dan tanahnya." Bisik Rizal agar tak terdengar oleh Cinta yg dari awal menentang perebutan harta milik mertuanya.

__ADS_1


Kliene berjalan bersama sang papa menuju kebun di belakang rumah yg di tempati Rama. Rizal membantu Kliene mencabut singkong singkong yg hanya beberapa pohon itu. Setelah mendapat apa yg di cari, Kliene dan Rizal pulang dengan membawa sekresek merah dan sekresek merah lagi di taruh di depan pintu sang abang.


Ayu memakan singkong bakar hasil bakaran sang mertua. Dengan lahap Ayu memakan singkong bakarnya hingga hampir menghabiskan 3 batang singkong bakar berukuran besar. Cinta terpaksa menghentikan Ayu memakan singkong bakarnya karena dia tidak mau sang cucu akan lahir dengan kulit hitam seperti warna singkong bakar itu.


__ADS_2