Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kenangan 2


__ADS_3

Masih dalam ketidak pahaman, Levin hanya mengangguk menyetujui tanpa bertanya apapun lagi. Levin memilih diam dan mendengarkan apa yang di sampaikan Aris.


“Sekarang abang pura-pura tidak tau aja. Itu akan membuat rencana kita berjalan lancar.” aris mewanti-wanti calon kakak iparnya untuk tidak terlalu ikut masuk kedalam rencana frizka.


“Lu mau kemana Ris?” Tanya Levin yang melihat Aris membawa sebuah tas ransel besarnya.


“Mau pindah ke rumah Mbah Kung bang, gak terima gua kalo misalnya wanita rubah itu bertindak sesuka hatinya di rumah itu. Yang Aris tau dari salah seorang pembantu bayaran Sandi, Frizka selalu memberi obat entah obat apa itu pada Mbah kung. Seenggaknya kalo gua di sana, Gua bisa memata-matai tindakan rubah betina itu.” Jawab Aris dengan percaya diri.


“Gua di belakang lu, kalau lu minta bantuan gua kapanpun pasti gua siap.” Levin menepuk pelan pundak Aris memberi semangat.


Dengan mengendarai mobil yang berbeda, Levin dan Aris keluar dari cafe yang ada di bandara. Aris mengendarai mobilnya dengan kecepatan standard ketika sebuah mobil yang melaju kencang dari arah belakang mobil mereka.


Mobil berplat nomer kota Bandung telah menabrak mobil Aris dari belakang dengan kecpatan sangat tinggi. Mobil Aris menghantam pembatas jalan dan mengakibatkan mobilnya rusak berat. Dengan bantuan warga sekitar yang menyaksikan tabrak lari itu akhirnya bisa mengeluarkan Aris dalam mobilnya dalam keadaan yang mengenaska.


***


Waktu setengah jam terjebak dalam mobil yang rusak parah, membuat Levin terlambat menyelamatkan korban kecelakaan yang hanya menyebut nama Aduk bungsu sebelum Levin menuntun untuk syahadat sebagai penuntun jalannya.


Billa


Billa


Billa


“Dengarkan abang Aris, Ikuti abang. LAILLA HAILLALLAH MUHAMMADAROSULULLAH. Ayo Aris ikuti abang, Billa akan aman bersama abang.”


LAILLA HAILLALLAH MUHAMMADAROSULULLA


Huk


 Huk


Huk


Setelah lancar mengucpkan sayahadat terakhir Aris batuk sebanyak tiga kali sebelum memuntahkan darah kental d


alam dirinya. Dengan menyentakkan nafas berat seperti orang menahan sesuatu dan melepaskan, Aris menutup mata untuk selamanya.

__ADS_1


Seorang warga yang melihat kejadian itu ternyata sempat menuliskan plat nomer kota tetangga itu. Sebelum menyalin untuk mendapatkan nomer togel warga itu menyerahkan kepaada Levin yang tengah menangis memeluk calon adik ipar yang telah tak bernyawa lagi.


Levin menyerahkan jasad Aris untuk di bawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan yang di hubungi oleh warga. Levin menyerahkan kepada polisi untuk mengurus dan membawa Aris ke rumah sakit.


Bukan kejam membiarkan Aris sendirian, namun Levin lebih tidak tega melihat lelaki yang mencintai adiknya dan demi melindunginya lebih lama lagi, Setelah meregang nyawa di tangnya. Levin menangis di sepanjang perjalanan dan mengumpat pada dirinya sendiri.


Sesampainya di rumah, Levin enggan untuk keluar dari dalam mobil. Namun keanehan terasa setelah sekitaran sejam dirinya dalam mobil, Istri tercintanya tak kunjung keluar untuk menyambutnya seperti biasa yang di lakukannya.


Levin : Kamu di mana sayang?


Queen :Di rumah sakit, Frizka anfal. Dan sekarang belum sadarkan diri.


Levin : Semua di sana?


Queen : iya, sayang ada apa?


Levin : Frizka bukan tanggung jawab kita, seruh semua keluarga kita pamitan untuk pergi dari sana.


Queen : Ada apa sayang? Kenapa sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Frizka seperti ini karena dia di tinggal oleh Billa.


Levin membersihkan diri dari bau darah yang menempel pada dirinya dan juga mencuci sendiri bajunya yang bau anyir khas aroma darah. Istrinya pulang dengan rasa lelah yang sepertinya tidak tepat jika mengabarkan kecelakaan yang mereggut nayawa Aris.


Levin memilih diam selama ini dan menyelidki semuanya sendiri, Setelah mengetahui bahwa Frizka lah yang merencanakan semua ini. Levin berusaha mencari bukti untuk menghubungkan kejadian ini dengan Frizka. Namun Levin harus menelan pil pahit karena ijin dari kelurga Aris selaku korban sangat di perlukan.


Flasback off


“Penyelidikan abang terhenti di sana, Abang minta maaf Bill. Demi kamu Aris mengorbankan diri dan abang tak bisa berbuat apa-apa.” Levin menjeda kalimatnya dan memeluk pilu adik bungsunya yang tengah menangis dan terisak.


“Abang sudah menemukan bukti yang bisa memberatkan dia. Revan juga terlibat dalam masalah ini.” Ucapan Levin membuat Billa terkejut.


Revan yang di kenal Billa selama ini adalah seorang yang sangat baik dan juga profesiaonal. Bagaimana harus terlibat dengan wanita yang sudah kejam membunuh kekasih hatinya.


“Dia tidak terlibat dalam pembunuhan berencana Aris, Tapi Frizka menghubungi dirinya setelah tau kamu akan ke Jerman. Billa itu memiliki hubungan baik dengan Revan karena permintaan Frizka. Dan Frizka sebenarnya tidak lah koma tapi dia menyewa dokter atas rekomendasi Revan. Dengan alasan agar Mbah kung dan Sandi lelakin yang di cintai Frizka lebih berpihak denganya.”


“Untuk masalah Aris, yang mengerjakannya itu adalah anak buahnya yang selama ini ada di tangan abang. Abang sengaja menguncinya demi hari ini. Dan sekarang kalian sudah tau semuanya, apa yang Frizka mau. Kalian harus berhati-hati. Terutama sama kamu Bill.” Kata Levin yang terputus melihat kearah gadis cantik yang membuat dirinya terus was-was.


“Billa kenapa bang?” pertanyaan Billa yang membuat Levin kembali teringat ucapan seorang yang patahati karena adiknya itu.

__ADS_1


“Billa aman bersama gua bang.” Ucap Sandi dengan suara yang sangat tegas.


“Hidupmu juga terancam, sok sekali menjamin hidup orang lain,” cibir Levin menepuk pelan pundak lelaki yang sedari tadi menahan tangisnya.


“Revan sudah minta maaf kemarin. Dia mengunjungi abang di kantor. Dia mengungkapkan penyesalannya, juga mengatakan jika Cintanya terhadap Billa tulus, tanpa ada paksaan dari siapapun.” Mendengar bahwa boss yang di hormatinya selama ini menyimpan cinta padanya, membuat Billa tersa sesak.


Sesak bukan karena menyesal, tapi karena kecewa. Kecewa bahwa bossnya itu melanggar kesepakatan yang di buat dan mengatakan tidak boleh ada perasaan lebih dari profesionalitas di antara mereka bertika. Sebagai syarat Billa mau tinggal bareng dengan mereka berdua.


“Revan juga sudah mencerikan Frizka sebulan yang lalu. Tepat di usia pernikahan mereka memasuki bulan ke dua. Revan yang sekarang bukan Revan yang memiliki hati luluh seperti bersama kamu Bill, Tapi dia lebih kejam dari sebelum bersama kamu. Vano menemaninya lagi sekarang, Dialah yang membatasi seorang Revan. Vano mengatakan Revan yang saat ini tak memiliki hati, karena hatinya di bawah pergi seorang Salsabilla.” Ucapan Levin membuat Sandi tertunduk dengan perasaan tak karuan.


“Jangan kecil hati San, elu lah yang di pilih Billa. Lu harus jaga adek gua.” Ucapan menenangkan dari seorang Kliene membuat Sandi menggenggam erat janji dalam diri bahwa dirinyalah nanti yang akan membalas Frizka.


“Frizka mane gelo pisan euy,” ucapan Ayu penuh amarah malah membuat Kliene tertawa.


“Kamu gak cocok ngomong sunda Hani.” Kata Kliene masih dengan senyumannya.


“Yang, kenapa sayang gak bilang semua ini dari dulu?” Tanya Queen membuat Levin yang mengusap air matanya melihat ke arah Sandi.


“Sandi yang meminta tidak mnceritakan kematian Aris, kak. Tapi Sandi tidak tau kalau bang Levin lah yang menjadi saksi hidup dari kecelakaan yang menimpa Rivalku sekaligus sepupuku.” Jelas Sandi yang seakan mengerti apa yang di maksud dengan tatapan Levin padanya.


“Kenapa kalian tega terhadapku?” Kini Billa mencoba menguasai diri dengan memberanikan diri menghadapi semua setelah mendengar kenyataan yang tersembunyi di balik tawa abang kedua dan suaminya selama ini.


“Kami gak mau memecah konsentrasimu yang sepertinya memang di bikin lebih fokus pada pekerjaan. Dan Vano tidak ada hubunganya dengan masalah ini. Kemarin saat mengungkapkan yang selama ini di tutupi oleh Revan dari kalian berdua sempat membuat Vano memukul Revan tanpa rasa takut. Vano menjagamu selayaknya adiknya sendiri..” Perkataan Levin membuat Billa sadar kenapa selama dua tahun ini pekerjaan yang di beikan oleh Revan seakan mengikatnya untuk melupakan semuanya.


“Terus bagaimana sekarang menghadapi Frizka? Kita gak mungkin ‘kan menghadapinya sendiri. Secara kekuatan Frizka itu seperti bayangan,” Pertanyaan Billa membuat levin menjadi sedikit tersentak melihat tanggapan adiknya yang mampu menyimpulkan kebesaran kekuasaan seorang Frizka.


“Abang bekerja sama Mario, dia sekarang kerja di kepolisian. Dia yang menyelidiki secara langsung masalah ini. Jadi dialah yang akan bertindak, dan sekarang dia mengawasi tindak tanduk Frizka secara langsung.” Jawaban Levin membuat Billa tidak puas.


“Kenapa buka Abang sendiri yang bertindak? Billa lebih yakin jika Abang yang bertindak, maka masalah ini akan cepat terselesaikan.” Billa mengatakan seakan akan Mario bekerja sangat lamban.


“Sabar, kalau abang yang bertindak. Bukan keadilan tapi menghilangkan nyawa rubahitu dengan sangat kejam.” Jawaban levin membuat Queen tak percaya jika kebringasan suami sudah setahap itu.


“Itu yang Billa mau Bang. Kita gak bisa membiarkan hal ini terlalu lama,” Kata-kata Billa membuat semua orang yang ada di ruangan itu merasa bahwa yang sekarang duduk di antara meraka bukanlah Salsabilla adik mereka. Melainka seorang Maha Kali yang tengah di liputi amarah dan aura membunuh yang sangat besar.


“Tenanglah sayang, Aku gak mau kehilangan lagi orang yang paling berartidalam hidupku.” Pelukan Sandi seperti air es yang berisi syrup di minum saat siang panas. Sangat menyejukkan dan tersa sangat sweet bagi yang mendengarkan, termasuk Billa yang kini wajahnya sudah memerah.


Senyum Kliene mengembang melihat Sandi mampu meredakan amarah Dewi Kali yang tengah berhadapan dengan iblis. Ya, Frizka lah iblisnya.

__ADS_1


__ADS_2