Sahabat?

Sahabat?
Bab 33


__ADS_3

Setelah setengah hari muter muter bareng sahabat sahabatnya. Kini Cinta dan Rizal sudah berada di rumah minimalis mereka. Makan malam berdua tanpa ada pembicaraan sama sekali. Bahkan saat Cinta bertanya Rizal hanya mengangguk atau menggeleng kepala.


Cinta merasa aneh dengan tingkah laku Rizal. Dari sepulang dari kota, Rizal terus berdiam diri. Cinta sudah bertanya berkali kali ada apa, kenapa dia diam saja. Namun tak juga mendapat jawaban selain menggeleng kepala.


Setelah makan malam Cinta mencuci piring bekas dia dan Rizal makan. menutupi lauk yg masih tersisa di meja. Rizal yg menonton tv di ruang tengah yg bersebelahan dengan meja makan hanya diam seakan tak pernah ada Cinta.


Dengan membawa plastik sampah berisi sampah sayur yg tak di masak. Cinta keluar rumah tanpa menutup pintu. Cinta pulang ke rumah orang tuanya yg terlihat kosong. Cinta masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.

__ADS_1


Sempet tertidur di depan ruang TV Rizal baru menyadari bahwa dirinya tak mendengar suara apapun termasuk suara Cinta. Rizal mencari Cinta di kamar namun tidak ada, di kamar mandi juga tidak ada. Rizal mencoba menghubungi Cinta lewat telfon, tapi hp milik Cinta ada di atas meja rias. Rizal melirik jam sudah menunjukkan angka 1 dinihari. Rizal berjalan kedepan dan mendapati pintu terbuka. Rizal semakin kebingungan mencari Cinta.


Rizal datang ke rumah orang tua Cinta namun orang tuanya bilang Cinta seharian gak ada datang. Rizal pergi ke rumah orang tuanya dan sama saja Cinta tak ada datang. Rizal mencari ke taman kompleks biasa dia janjian bersama Cinta, tapi cinta tak ada juga.


"Cinta lo kemana? Kenapa lo gak bangunin gue sih kalo lo mau kemana mana." Kata Rizal dengan mata mulai memerah.


"Lo berantem sama Cinta?" Tanya bang Rama yg ikut mencari.

__ADS_1


"Lo tenang dulu Zal, Cinta itu jarang keluar kalo gak sama lo." Kak Mae. " Rico. iya Zal, coba lo tanya dia. Selain sama lo pernah gue liat dia keluar sama dia." Kak Mae membuat hati Rizal makin gak karuan.


"Kenapa harus Rico sih yg ada di otak kak Mae!!" Teriakan Rizal buat keluarga Cinta geram.


"Kenapa kamu bentak Mae? Ini tu pasti karna kamu yg buat kesalahan. Udah di bantuin tapi malah teriak teriak." Nada suara Papa Cinta tak kalah tinggi.


"Ya karna kak mae ngomong yg enggak emggak. Seakan Cinta kabur dengan laki laki lain pa. Rizal gak trima Cinta di tuduh seperti itu. Cinta istri Rizal pa tolong jangan pernah berfikir kalo ada orang ke 3 di antara kami. Itu sama saja mendoakan kehadiran orang ke 3 itu!!" Kata Rizal yg membuat papa Cinta mengerti.

__ADS_1


"Ya sudah papa minta maaf atas nama Mae. Kita cari lagi besok ya Cintanya. Sekarang kamu istirahat bentar lagi subuh." Papa Cinta menepuk bahu Rizal.


"Pa boleh Rizal ikut ke rumah papa? Rizal mau istirahat di kamar Cinta." Rizal mengikuti langkah mertuanya setelah mendapat persetujuan dari mertuanya itu.


__ADS_2