
Ketika semua sedang mengaji, Cinta mendengar langkah kecil yg berlari msnuju kamarnya. Entah memang sudah tak asing lagi atau karen kangen. Queen datang dwngan memakai mukena berlari ke arah Rizal.
"Papa, Queen mau ngaji sama papa. Ajarin ayah juga pa biar besok bisa ngajarin Queen ngaji." Celoteh Queen di pangkuan Rizal.
"Ayah udah pinter sayang, cuma belum terbiasa. Nanti juga biasa. Queen dong ajakin Ayah sama bunda ngaji pagi pagi." kata Rizal membuat abangnya nyengir kuda.
"Ayah janji mulai besok pagi pagi sebelum kerja, sempatin dah tu ngaji sama Queen sayangnya ayah bunda." Bang Rama merayu putrinya.
Betapa beruntungnya gue punya pengganti seperti Rizal. Bisa ngajarin anak gue agama juga tatakrama. Batin bang Rama.
Selesai mengaji Queen minta pulang karena kangen sama adik kecilnya katanya. Queen memang baru kemarin ketemu adiknya. Tapi dia sudah sayang sekali dengan adik kecilnya itu.
__ADS_1
"Queen gak kangen mama?" tanya Cinta denga memajukan bibirnya seperti sedang merajuk.
"Queen gak pernah kangen mama. Karna mama ada di sini" kata polos Queen sambil memegang perutnya.
"kok di perut sayang.?" Tanya Cinta penasaran.
"Karena cinta mama selalu buat Queen lapar. Kalo udah makan dikit masakan mama. Queen ngerasa mama memenuhi seluruh badan Queen.." Jelas Queen
"Anak lo itu. Kenapa pikirannya gede gitu sih? Ngeri gue. Entar dewasa sebelum waktunya lagi." Cinta mengangkat bahu geli.
"Ngeri ah omongan lo" Jawab Rama sambil mengge dong putrinya itu.
__ADS_1
Rizal bersiap untuk ke kantor tepat di jam 11.00. Cinta berniat ikut dengan Rizal dengan membawa ke dua putranya jalan jalan di kota. Kliene membuka jendela mobilnya ketika melewati Queen yg sedang asik bermain di pinggir jalan.
"Queen ayo ikut. Kita main di funzone." Teriak Kliene yg membuat Rizal memberhentikan mobil yg melaju lamban itu.
"Iya buruan ganti baju entar di tinggal lo sama papa sama mama." Ucapan Levin membuat Queen berlari ke dalam rumah meminta ganti baju.
Terpaksa Rizal mengikuti langkah gadis itu mazuk ke dalam rumah yg hampir 1setengah tahun tak perna ia masuki. Rizal meminta izin pada abangnya untuk mengajak Queen jalan jalan ke kota sebentar. Rizal melihat raut wajah abangnya yg sedikit kecewa karena putrinya lebih memilih adiknya itu, membuat Rizal serba salah.
"Abang sama Rena juga ikut lah bang. Gak kasian apa abang liat Queen terluka? Abang bawa mobil sendiri. Manfaatkan waktu buat rabut hati Queen." Bang Rama menunjukkan wajah berserinya.
"Ya sudah tungguin ya."
__ADS_1
Kini Rama dan Rena pun ikut jalan jalan ke kota bersama Cinta dan Rizal. Demi anak anak mereka Cinta mengajak ketiga anak kecil itu masuk ke dalam dunia perminan. Sesekali Levin datang pada mamanya untuk meminta minum. Levin paling susah berjauhan dengan air putih. Kalo Kliene lebih dekat dengan buah dari pada air. Sedangkan Queen selalu memakan apa saja yg mamanya buat atau bawakan untuknya. Seperti sekarang, Cinta membawa pisang kukus kesukaannya. Melihat Queen makan pisang rebus dengan lahapnya Rena berdecak.
"Dasar Rama kecil. Paling suka sama pisang kukus." Mengingat suaminya Ram begitu menyukai pisang yg dikukus.