Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Nitip saham


__ADS_3

Dunia anak anak memang terkenal dunia tanpa beban. Keempat anak mash berumur lima tahun dan empat tahun itu sedang asik main di pelataran rumah. Almas, Agas, Baska dan Bagas bermain robot robotan. Almas kadang jengkel sendiri karena dia hanya punya boneka , sedangkan ketiga sepupunya memainkan robot yang terlihat sangat seru.


"ma, mama..." Teriak Almas yang sudah berkaca kaca.


"Putri cantik mama kenapa?" Tanya Queen.


"Agas gak ngasih Al minjem robotnya ma." Adu Al sambil menangis terisak.


"Al ini pakai punyaku, aku pinjem bonekamu ya." Baskah memberikan robot miliknya.


"Bas, kita main bareng mau?" Al mengajak Baskah main bareng.


"Boleh, ini princessnya kawin sama robot." Baskah akhirnya menyetujui Al untuk main bersama.


"Nanti kalo udah besar Baskah kawin sama Al ya, Al gak suka sama Agas. Agas jelek weeeekkk." Kata Al sambil menjulurkan lidahnya pada Agas.


"Mamaaaaa Baskah jadi cewek. Agas gak suka punya adik cewek." Agas melempar boneka Al keluar pagar.

__ADS_1


Agas masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah. Queen yang melihat tingkah anak anak itu seakan mengingatkan dirinya sewaktu kecil dulu bersama Levin, Kliene, Billa dan Rara. Tanpa terasa Air mata Queen telah menetes. Rara telah berubah, Billa telah pergi mengikuti suaminya. Dan kliene sudah sibuk dengan pekerjaan kliniknya. Queen teringat suami yang dulunya sangat jutek padanya. Suka melarang dan suka over protektif. Kini baru di sadari jika dia seperti itu hanya untuk melindunginya.


"Mama, Baskah janji. Kalo Baskah besar nanti , mau menikah dengan Al. Baskah suka sama Al karena dia lucu dan cantik." celotehan Baskah membuat Ayu dan Queen tertawa.


"Lu dulu gitu Queen?" tanya Ayu.


"Hmm boro boro gitu, yang ada dulu Levin itu kaya satpan komplek. Sumpah galak, kecil kecil suka banget ngomel. Ini gak boleh itu gak boleh. Kalo mau jajan ya harus dia dulu makan, jadi gue cuma dapet bekas dia." jengkel Queen menjawab Ayu, namun seketika itu juga Queen tersenyum.


Dalam keseruan Queen dan Ayu ngobrol, tiba tiba Agas keluar dengan tangisan kencangnya yang membuat Al ketakutan.


"Abang diem lah, kan tadi abang sendiri yang kunciin pintu. Sudahlah ayo Al kita main sana aja." Gaya Santai Bagas membuat kedua emak itu tercengang.


"Ini pasti ngikutin om nya." Kata Ayu yang mengingat pertama kali ketemu dengan Levin yang selalu dingin namun perhatian.


"Lah kok bawa bawa laki gue? Emang dulu laki gue nitip saham?" Kata Queen jengkel namun membuat Ayu memutar mata jengah dari pada marah.


"Kayaknya ikut deh Queen, ikut bikin kuping apa bikin idung." Goda Ayu membuat Queen kebakaran jenggot.

__ADS_1


"Yang bener mbak? Hik kalo gitu aku minta bang Kliene buat bukinin hidung satu aja." Jawaban Yang tak pernah terbayangkan oleh Ayu.


"Enak aja lu, gue santet online juga lu." Jawab ayu membuat Cinta yang denger jadi membentak kedua menantunya itu.


"Heh!!! kenapa santet santet segala?" Bentak Cinta.


"Lah ma, masak Queen minta di bikinin idung sama bang Kliene. Ya Ayu santet online aja." Jawab ayu membela diri.


"Kan mbak ayu sendiro yang bilang kalo Levin nitip saham pas buat si Bagas." Kilah Queen membuat Cinta semakin pusing.


"Sudah sudah cukup, kalian kaya gini ngributin hal yang gak jelas. Lagian kaya Levin sama Kliene mau aja tukeran pasangan." Kata Cinta menengahi pertengkaran antar menantu itu.


"Mau" Jawab Ayu dan Queen bersamaa.


"Oh iya lupa, kalian kan dulu tunangannya ketuker. hehehe ya maap kalo gitu, silahkan di lanjut santet onlinenya. Jagan lupa isi sambel kacang." Kata Cinta meninggalkan memantunya.


"Mama itu sate." Teriak para menantu yang di tinggal mertuanya itu.

__ADS_1


__ADS_2