Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Besok saja


__ADS_3

Queen dan Levin sudah berada di Villa milik keluarga Rizal. Levin memarkirkan mobilnya di garasi. Sedangkan Queen masuk ke dalam Villa setelah di bukakan pintu oleh pengurus Villa.


"Malam sekali neng pulang nya?" Tanya Bu Nurma pengurus Villa.


"Tadi mampir ke cafe Bu, Levin mau ngecek cafe dulu katanya." Jawab Queen.


"Eleh eleh si Aden mah gak jauh beda sama papanya. Gila kerja atu." Sahut Bu Nurma lagi.


"Mau makan malam neng? Biar ibu hangatkan makanannya." Tawar Bu Nurma lagi.


"Besok saja masakannya di pakek sarapan Bu, sekarang sudah malam. Bu Nurma istirahat saja." Ucap Queen sopan sembari duduk di tempat makan mengambil minum.


"Ya sudah atu neng, ibu masuk dulu ya." Bu Nurma pamit.

__ADS_1


Tak lama Queen masuk ke dalam dan di ikuti oleh Levin. Queen menata baju bajunya di lemari yg tersedia di kamar. Levin masuk ke kamar mandi yg merasa sangat lengket. Memang lengket oleh keringat, teringat dia sehari tidak mandi. Queen menyiapkan baju untuk Levin di letakkan di atas ranjang. Setelah itu Queen mengambil handuknya dan menyusul Levin ke kamar mandi.


"Gue beluk selesai Queen." Kata Levin sedikit menaikkan suaranya karena kaget kedatangan Queen.


"Emang kenapa? Kalo gue mau bantuin Lo mandi?" Jawab Queen menggoda namun Levin malah takut.


"Lo kepentok pintu? Atau Lo lagi kesambet?" Tanya Levin dan memegang kening Queen yg ada di depannya.


Kemari Queen kini menari bebas di dada Levin. Geli memang tapi Levin hanya melihat Queen dengan senyuman menggoda. Queen semakin menurunkan belaiannya hingga ke perut. Levin hanya memandang Queen tak mengatakan apa apa lagi. Di nyalakannya shower lalu mengeluarkan air dingin yg mengguyur Queen dan Levin.


Queen yg masih menggunakan baju lengkap itu kini sudah basah oleh air dingin. Perlahan Levin melepas baju Queen yg basah itu. Hingga saat ini mereka sama sama menanggalkan bajunya. Levin mengambil sabun cair yg ada di samping kirinya. Di balurkan di tubuh Queen dengan lembut dan membuat Queen menutup mata menahan geli. Hingga saat ini terdengar desahan desahan kecil Queen saat Levin memainkan dada Queen.


Air dingin di malam hari pun tak terasa lagi oleh mereka yg kini sudah berciuman panas. Levin membalikkan badan Queen dan memunggunginya sekarang. Levin meraba bagian belakan Queen, dan Levin menemukan titik di mana membuat Queen tak mampu menahan geli. Levin mengambil handuk untuk dirinya dan Queen Karen dirinya tak mau istrinya sakit karena terus terguyur air dingin.

__ADS_1


"Kenapa hari ini kamu menggoda ku seperti itu?" Tanya Levin yg dini sudah menidurkan Queen di ranjang.


"Pengen kaya yg di Bali lagi." Bisik Queen di telinga Levin.


"Besok saja." Bisik Levin sambil tersenyum dan membelai rambut Queen.


"Kenapa nunggu besok?" Tanya Queen yg sudah cemberut.


"gak ada persiapan sayang." Bisik Levin sambil memeluk istrinya sambil meraih tangan Queen dan di arahkan ke pusatnya.


"Kasian sayang. Tapi Queen juga masih belum siap hamil." Jawab Queen dengan tatapan bersalah.


"Gak pa pa, Besok pasti. Sekarang tidur ya." Levin menidurkan diri di samping Queen dengan hanya mengenakan handuk. begitupun dengan Queen yg masih memakai handuk.

__ADS_1


__ADS_2