
"Mas, ujan ujan begini enaknya ngapain coba?" Tanya Cinta ambigu.
"Enaknya ngunjungin calon debay sayang." Ucap Rizal yg sudah seminggu sejak kejadian ngidam kelapa muda itu semakin dekat dengan sang istri.
"Ih mas, sok sok an bilang ngunjungin. padahal tiap berkunjung gak pernah tuh ketuk pintu dan ucapin assalamualaikum." Jawab Cinta sambil memainkan tali jaket Rizal.
"Yah sayang, gimana ketuknya? Kalo salam ya masih mas maklumin lah. Lah ini ketuk pintu, dimana pintunya sayang? " Tanya Rizal aneh
"Iya juga ya mas, di mana pintunya." Jawab Cinta bingung sendiri.
"Kliene sama Levin kenapa jadi jarang pulang gini ya? Gak tau papanya kangen sih." Tanya Rizal karena putra putranya lebih sering nginep di rumah oma Erna.
"Dia di rumah mas bilang dia pengacau, dia diem di rumah Omanya mas ribetin. pusing lama lama mereka mas nurutin maumu." Jawab cinta berjalan menuju dapur
__ADS_1
Cinta mengambil sayur hijau di dalam kulkas lalu memotongnya. setelah itu mengambil bawang merah di iris 2 biji dan 2 biji di ulek bareng bawang putih dan cabe. Cinta merebus mie instan ketika Rizal menghampirinya.
"Lagi buat apa sayang? Jangan terlalu capek lah." Kata Rizal sambil memeluk Cinta dari belakang.
"Lagi pengen mie kuah pedes mas." Jawab Cinta sambil meniruskan mie yg sudah mengembang.
"Bikinin buat mas juga gak?" Tanya Rizal sambil menciumi pundak istrinya.
"Cinta buat double mas. Cinta tau mas itu pasti ikut laper kalo Cinta makan." Jawab Cinta sambil menumis sayur hijau setelah menggoreng bumbu halusnya.
Cinta membawa masakannya ke meja makan dan memakan bersama Rizal di tempat yg sama. Masakan yg di rasa sangat enak itu harus tandas oleh Cinta. Rizal memang sudah kenyang dan memilih untuk membuatkan susu hamil untuk Cinta. Setelah memakan mie kuah ala ala Cinta, Cinta langsung menyambar susu hangat buatan Rizal karena Cinta merasa kepedesan.
"Alhamdulillah kenyang, mas sudah kenyang?" Tanya Cinta yg merasa dia menghabiskan mie lebih banya.
__ADS_1
"Sudah dong. Masakanmu semakin hari semakin enak sayang. Jadi males buat jajan di luar." Kata Rizal sambil mencium pucuk kepala Cinta.
"Ah mas, ini kan cuma mie instan biasa." Kata Cinta yg masih duduk namun sudah memeluk Rizal dari samping.
"Apapun itu yang, mas selalu puas dengan apa yg kamu masakan. Yang, sudahkah kamu bahagia hidup dengan mas?" Tanya Rizal membuat Cinta mendongak ke arahnya.
"Kalo di tanya itu Cinta hanya bisa bilang Cinta sangat sangat bahagia mas. Tapi masih belum lengkap." Perkataan Cinta yg awalnya membuat Rizal senang harus berubah setelah mengatakan bahwa istrinya itu merasa belum lengkap.
"Apa yg membuatmu merasa belum lengkap yang?" Tanya Rizal lirih yg masih mendekap istrinya yg tengah duduk itu.
"Si debay nya belum hadir mas."Kata Cinta sambil mengelus perutnya yg sudah nampak membesar.
"Ya Salaam kenapa gak terfikir sampai sana ya. Mas pikir, Sayang belum bahagia hidup dengan mas." Ucap Rizal dengan senyum yg mengembang.
__ADS_1
"Karena mas hidup Cinta sangat sempurna mas. Bagaimana bisa Cinta merasa tak hidup bahagia denganmu mas? Kamu memberikanku Malaikat malaikat yg sangat tampan seperti kliene dan Levin. Dan sekarang mas juga mempercayakan Cinta lagi menjadi ibu dari anakmu yg ke 3. Alasan apa yg membuat Cinta merasa tak bahagia mas?" Cinta mengeratkan pelukannya.
"Terimakasih sahabat terbaikku. Sudah menemaniku dalam suka maupun duka."