
Semalaman Levin tidak pulang ke villa. Rasa hawatir telah mengalahkan rasa marah yg ada di dalam hati Queen. Queen menghubungi Ruli dan meminta tolong untuk menemaninya mencari Levin. Saat di jalan menuju Villa keluarga Rizal, Ruli melihat Levin duduk di bangku taman tak jauh dari cafe. Ruli menghampiri Levin dan menanyakan ada apa pagi pagi sekali Queen menghubunginya dan meminta tolong karena suaminya tidak pulang ke Villa. Levin menceritakan semua kejadian yg di menimpa Queen sampai adegan pemukulan yg dia lakukan pada Devan.
"Mending Lo ke rumah sakit temui keluarganya, gue yakin sekarang keluarganya pasti sudah ada di sana menungguinya." Saran Ruli yg tak mau membuat istri temannya itu terlibat dengan kepolisian karena pemukulannya.
"Kalo Lo mau gue bisa temenin. Kebetulan nanti babak finalnya jam 3 sore." Ruli mengetahui kegelisahan Levin yg terus menunduk.
"Baiklah kalau tidak mengganggu urusanmu. gue juga akan menghubungi Mario." jelas Levin.
Keduanya berangkat ke rumah sakit dimana Mario katakan. Mario ternyata masih menunggui temannya itu. Bukan karena dia menyesal tapi karena Mario tak tega meninggalkan Devan sendiri. Orang tua Devan datang setelah Levin dan Ruli memasuki ruang rawat Devan.
"Gimana keadaan Lo?" Tanya Levin dingin.
"Seperti yg Lo lihat. Salut gue sama Lo, Lo tau gue gangguin istri Lo dan Lo juga yg buat gue terbaring di sini. Tapi Lo masih mau menjenguk gue." Kata Devan datar.
"Gue juga salah pukulin Lo, Tapi emosi gue gak bisa gue tahan kalo itu menyangkut keluarga gue. Terlebih dia Queen perempuan yg paling gue cinta." Jawab Levin membuat Devan tersenyum.
"Sorry gue juga salah. dari kejadian ini, gue bisa belajar. Tak menunjukkan cinta bukan berarti tak mencintai." Kata Devan membuat semua bingung.
"Maksudnya apa?" Tanya Ruli
__ADS_1
"Gue liat dia berada di belakang Queen. Orang yg tak tau seperti gue kemaren pasti mengira dia bukanlah siapa siapanya Queen. Tapi setelah semalam gue tau cinta Lo sangat dalam pada Queen." Kata Devan berbarengan dengan masuknya orang tua Devan.
"Papa mama." Panggil Devan pada orang yg baru datang.
"Om Gavin?" Levin tak percaya siapa yg datang.
Gavin kavindra merupakan salah satu investor yg sangat dekat dengan Levin. Karena Gavin sudah menganggap Levin seperti anaknya. Kedekatan Levin dan Gavin terjalin ketika Levin pertama kali terjun di dunia bisnis mendampingi papanya. Levin sangat mengenal Gavin, dia tidak akan melepaskan siapapun yg berurusan dengannya.
"Ada apa ini Levin? apa kau berteman dengan putra sulung saya?" Tanya Gavin yg nampak kaget.
"Tidak om, Tapi Levin lah yg membuat putra om terbaring di sini." ucap Levin jujur karena dia tau seorang Gavin tidak menyukai kebohongan.
"Pa, sudah jangan di perpanjang lagi masalahnya." Devan sedikit takut.
"Tidak, Levin itu seorang yg tenang. Dia tidak mungkin membuat orang masuk rumah sakit tanpa ada penyebabnya." Kata Gavin tegas.
"Devan mau bermain main dengan istri saya kemarin om. Untung ada Mario yg menyelamatkan istri saya." Kata Levin menerangkan dengan gaya datarnya.
"Kenapa tidak kau kirim dia ke kuburan sekalian Vin? Biar dia merasakan cambukan malaikat Munkar dan Nakir. Berkali kali om menasehati dia agar tidak bermain wanita, tapi dia tidak pernah menuruti apa yg om katakan." Levin dan Devan pun kaget dengan perkataan Gavin.
__ADS_1
"Nikahkan saja dia om. Kasi dia tanggung jawab." Kata Levin memberi saran.
"Pengennya juga gitu Vin, tapi wanita mana yg mau sama lelaki yg tidak punya ahlak seperti dia?" Gavin merasa putus asa.
"Nikahin aja dia sama Billa om. biar Billa yg ngajarin Devan dengan caranya." Ucap Levin tanpa berfikir panjang.
"Adikmu itu masih kecil Levin, kelas 3 SMP. Bisa di bunuh sama Rizal saya nanti." Kata Gavin yg segan pada Rizal.
"Utarakan saja keinginan om, papa santai orangnya. Tapi sekali saja dia mempermainkan Billa, bisa Levin pastikan dia akan bertemu dengan kedua malaikat tadi om." Jawab Levin tegas.
"Gimana Vin?" Tanya Gavin pada putranya.
"Devan nurut lah pa, biar kata papa menyuruh saya masuk kedalam neraka juga." Jawab Devan memelas.
"Devan, dengarkan papa. Tidak ada satu orang tua pun yg kepingin anaknya masuk neraka, selain anaknya sendiri yg menginginkan itu. Jangan lihat Levin itu seperti orang jahat karena sudah memukulimu. Dia seperti itu karena rasa sayang dan cintanya pada Queen istrinya. Papa juga berharap suatu saat nanti kamu bisa bertanggung jawab sepetri dia. memberikan kebanggan buat papa dengan prestasimu bukan dengan kenakalanmu. Papa setuju usulan Levin, Salsabila adalah perempuan yg cocok untukmu. Dia sedikit manja tapi tegas. penuh dengan akal yg bisa membuat orang luluh padanya." Jelas Gavin yg membuat Devan tak bisa mengerti.
"Pa, Devan sudah kuliah dan dia. dia masih SMP? pa, Devan bukan pedofil." rengek Devan.
"Ya kalo kamu garap sekarang ya apa lagi sebutannya kalo bukan itu? Lagian, papa mau mempertunangkan kalian dulu. Tidak langsung menikah." Jelas Gavin membuat Devan sedikit lega
__ADS_1
"Jarak 5 tahun gak kejauhan kok." Jawab Levin sedikit tertawa.