Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Queen hilang


__ADS_3

Setelah makan malam keluarga, Queen berpamitan untuk ke cafe karena hari ini hari jumat. Jumat sabtu dan minggu adalah jadwal Queen bekerja, sedangkan Levin hanya bekerja malam pas di malam minggu saja.


"Permisi Queen pamit ya." Queen berpamitan pada semua orang yg ada di ruang keluarga.


"Sama siapa kamu?" Tanya Rizal yg melihat Levin asik dengan laptopnya.


"Sendiri pa, bawa motor." Jawab Queen dengan menunjukkan kunci motor gede Rizal.


"Biar abang yg anterin sekalian keluar sama Ayu, nanti Levin yg jemput." Kata Kliene yg melihat sang adik tak ada niatan untuk beranjak dari kursi kebesaran papanya.


"Gak usah bang, Queen bisa bawa motor kasian Levin malem malem dia keluar. iya kalo udah selesai, kalo belum? Bisa lumutan Queen nungguin Levin." Jawab Queen yg tau suaminya itu gak akan meninggalkan kerjaannya.


Queen berangkat dengan menggunakan motor milik Rizal. Jam 11 malam Levin baru menyelesaikan kerjaannya. Di lihat layar ponsel di samping tangannya, Tak juga ada pesan yg berarti selain 2 pesan dari sang manager. Betapa kagetnya Levin setelah membaca pesan dari Fendi yg menanyakan keberadaan Queen di jam 9 malam. Bukannya dia tadi pamit jam 7 sore. Harusnya kan Queen tiba sebelum jam 8 malam.

__ADS_1


Tanpa membalas pesan dari Fendi, Levin langsung mengambil kunci mobilnya lalu keluar rumah. Levin melihat mobilnya berada di bagian paling dalam pun sempat mengumpat dengan kata kata yg kasar dan gak sopan. Levin mencoba menelfon Queen tapi hpnya malah gak aktiv. Levin mengutuki diri kenapa tadi tidam mengantarkan saja Queen berangkat. sekarang kemana harus mencari?. Batin Levin sambil mengacak rambut dan menendang pintu.


Gablar....


"Ada apa Vin?" Rizal keluar setelah mendengar suara keras pintu di tendang.


"Queen gak nyampek cafe pa." Kini mata Levin sudah merah dan berkaca kaca.


Sebegitu besarkah cinta Levin pada Queen? batin Naura.


"Pa, mama ikut ya. mama juga hawatir sama Queen." Cinta yg sudah menangis di pelukan Nadia sahabatnya.


"Mama di rumah saja, biar papa Levin sama Kliene yg mencari Queen." Kliene membujuk mamanya.

__ADS_1


"Aku ikut nyari." kata Agung yg juga terlihat cemas.


"Rama sama Rena gak di kabari Zal?" Tanya Nadia yg tak tau apa apa.


"Queen putri ku Nad, bukan putri Rama." Kata Rizal yg seakan tak suka nama abangnya di sebut.


"Kalian cepat berangkat saja, di sini biar mama yg urus." Kata Cinta yg mengalihkan pembicaraan.


Semua sudah berangkat mencari Queen. Kini Cinta, Ayu, Billa Naura dan Nadia duduk di ruang tengah. Cinta menceritakan semua tentang Queen yg selama menanggung penderitaan dari kelakuan maminya.


"Ya ampun, gak nyangka banget aku sama mereka. Kalian juga, ngapain terlalu baik sama mereka. Sekarang kaya gini malah kasian Queen!!!" Nadia penuh emosi dan tak menyangka dia punya sahabat jahat macam Rena.


"Dulu kami menolong karena Rama abang dari Rizal. Dan mereka terzholimi karena tindakan mama sama papa. Rizal sebagai putra dia meminta maaf pada kakaknya. Tapi Queen yg jadi korban tanpa kami tau semua itu terjadi. Sampai akhirnya Levin gak tau marah kenapa sama Queen sampai dia gak mau ngurusi Rara sama Queen waktu itu. Terus seminggu gak ada kabar gak taunya Queen sudah ikut maminya. Kami juga gak tau kalo Queen kenal sama mbak Angel. Sakit hatiku Nad denger Queen kembali sama Angel. Kamu tau sendiri dari cerita Rizal, Tengah malam saat hujan angin mbak Angel menyerahkan Queen ke tanganku ke pangkuan ku ke dekapanku. Tapi seenaknya mereka menyerahkan Queen pada mbak Angel. Dengan alasan Queen merebut pacar Rara." Naura mendengar cerita tentang Queen pun merasa sangat bersalah dan berdosa sudah bermimpi hidup bahagia dengan sang suami dari sahabatnya.

__ADS_1


"Maafin gue Queen."


__ADS_2