Sahabat?

Sahabat?
Bab 73


__ADS_3

Hari minggu pagi di manfaatkan Rizal dan Cinta untuk olah raga ringan di lapangan kompleks. Meski hanya jalan santai mengelilingi lapangan. Rizal setia menemani Cinta walaupun sesekali berhenti untuk membeli makanan. Semenjak Cinta hamil, dia memang suka makan tapi gak suka masak.


"Yang udah siang ini pulang yuk." Ajak Rizal.


"Entar yang masih mau beli itu." Tunjuk Cinta pada penjual siomay di depannya.


"Ya sudah abis itu pulang ya yang" Ajak Rizal yg memang sudah jam 10 siang.


"Iya tapi pulang ke rumah mama Erna ya Mas."


"Iya." Jawab Rizal santai sambil meminum air kemasan.

__ADS_1


Setelah memakan siomaynya Cinta dan Rizal pulang ke rumah keluarga Cinta. Cinta langsung menuju meja makan.


"Masih belum kenyang juga yang?" Tanya Rizal heran.


"Itu yg sebelah kiri aja mas. Yg kanan belom terisi." jawab Cinta sambil ngemilin tahu yg di cocol ke sambel kecap.


"Yang itu perut ato karet sih?" Tanya Rizal sambil menatap istrinya.


Setelah makan tahu yg di cocol sambek kecap. Cinta pamitan pulang karena merasa ngantuk. Sesampainya di rumah, bukannya tidur ataau istirahat. Cinta malah menonton tv sambil makan kripik singkong yg baru dia beli di depan rumah.


Rizal membersihkan diri lalu merebahkan diri di kasur. Namun sebelum mata Rizal bener bener terpejam. Cinta tiba tiba **** tubuh Rizal. Dengan mata tertutup Cinta merebahkan diri di atas badan Rizal. Rizal melihat itu hanya tersenyum lalu melingkarkan tanganya di punggung Cinta.

__ADS_1


Setelah Cinta di rasa sudah bener bener tidur, Rizal mengganti posisi Cinta agar perutnya tidak tertindih. Rizal tersenyum melihat Cinta tertidur dengan santai.


"Ini lo sahabatku dulu yg telah mencuri hatiku. Entah dari kapan aku gak ingin meninggalkanmu. Perasaan aku lebih pinter dari kamu tapi kenapa di depan kamu aku jadi bodoh? Hehe Cinta. Semua telah aku berikan untuk kami. Semua telah aku lakukan demi kamu. Sekarang kita disini berpegangan tangan saling menguatkan. Jangan pernah pergi meninggalkan aku. Karna jika itu terjadi, Saat kamu menengok kebelakan kamu hanya akan menemukan aku tanpa jiwa." Bisik Rizal.


Tak butuh waktu lama Rizal pun menyusul Cinta bermain ke alam mimpi. Kali ini Rizal bermimpi menemukan dua ekor burung dalam sangkar yg jatuh. Rizal mencari siapa pemiliknya. Namun tak juga menemuknnya. Sampai saat Rizal mau memejamkan mata untuk istirahat malam.


Rizal terbangun dan mencoba mengartikan tentang mimpi nya. Namun semakin di pikirkan Rizal merasa sakit di kepala. Rizal membenamkan kepalanya di sela sela leher Cinta yg membuat nya mengeliat namin masih damalm keadangan tidur.


Keduanya tidur sampai magrib tak di sadari mereka terlewat waktu ashar sama dhuhur. Rizal mendudukkan diri di ranjang dan membangunkan istrinya. Cinta tak membuka mata sampai akhirnya Rizal mendekatkan jemarinya pada hidung Cinta.


Dirasa masih bernafas. Rizal mencoba kembali untuk mwmbangunkan. Tetap tak mendapat jawaban dari Cinta. Rizal yg tampak panik dan ketakutan. Memanggil orang tuanya untuk membatu membangunkannya. Sampai sampai Rizal menghuyur Cinta dengan air es.

__ADS_1


Rizal langsung membawa Cinta ke rumah sakit dengan di temani oleh mama Inggrit dan mama Erna.


__ADS_2