Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Keangkuhan Frizka


__ADS_3

Hari minggu Levin dan Queen di isi dengan bermalas malasan. Setelah satu minggu bersibuk diri dengan pekerjaan dan deadline Levin tak memikirkan rencana apapun selain menambah jumlah anggota dalam kartu keluarganya. Almas yang ikut berekreasi Oma Cinta dan Opa Rizal, seakan memberikan kode bahwa dia sudah menginginkan adik bayi.


Levin dan Queen menghabiskan hari bersama, tanpa keluar rumah dan aktifitas yang berat. Pada sore hari saat Cinta mengantar Almas keadaan rumah masih terkunci rapat. Sehingga membuat Cinta beranggapan putra dan putrinya tengah pergi berdua.


Di tempat lain, Billa dan Sandi tengah menikmati indahnya masak masak berdua. Mereka berdua memang tidak bisa masak, tapi kemauan untuk belajar sangat kuat. Selama seminggu ini Billa yabg tidak memiliki pekerjaan. Memanfaatkan waktu untuk mencoba beberapa masakan ringan seperti tumis atau goreng goreng.


"Gimana rasanya?" Billa menunggu jawaban Sandi yang mencicipi makanannya.


"Hmmm" Sandi meletakkan sendoknya lalu mengangkat masakannya di piring.


"Jawab dong San. Diem aja di tanya juga." Billa sedikit kecewa karena Sandi tidak menjawab pertanyaan Billa.

__ADS_1


"Sudah kita makan, ini hasil lu. Dan gue mau lu makan yang pertama." Sandi menyendokan nasi ke piring Billa lalu menambahkan beberapa lauk yang sudah di masam Billa sedari tadi sore.


Billa ragu ragu menyendokkan nasi ke mulutnya bersama tumia tahu buatanya sendiri. "Eemmmm enak San." Billa kembali menyendokkan nasi ke mulutnya.


"Besok masak lagi ya, dan sekarang lu cicipin tanpa nasi." Sandi membelai lembut rambut Billa.


"Rada asin ya San kalo gak pakek nasi." Billa mencicipi masakannya.


"Iya, belajar lagi ya sayang." Sandi melanjutkan makan tanpa melihat perubahan Billa yang sudah memerah wajahnya.


"Hallo siapa ini?" Tanya Sandi karena nomer yang masuk belum terdaftar.

__ADS_1


"Nomerku gak kamu save ya sayang?" Tanya Frizka dari sambungan telefon.


"Oh maaf lupa, ada apa Friz?" Tanya Sandi tanpa membalas kata Sayang dari Frizka.


"San, aku tau kamu sudah menikah dengan Billa. Kenapa kamu menyembunyikan ini dari aku San, gak berarti apa apa kah pertunangan kita selama ini San?" Frizka menangi dari sebrang sana.


"Jangan menangis Friz, maafin gue. Lu tau gue cinta sama Billa dari dulu, dan lu yang minta Mbah Kung bujuk gue buat gantiin Aris. Kalo gak demi kebahagiaan Billa juga gue gak akan menyerah memperjuangkan Billa dari dulu. Dan sekarang gue sudah sah secara agama dan negara menjadi suami Billa. Lu gak bisa maksa gue buat pisah dari Billa." Kata Sandi yang tanpa sengaja di dengar oleh Billa.


"Kalo aku gak bisa, aku yakin Revan pasti Bisa buat misahin kalian." Ancam Frizka pada Sandi.


"Dari mana kamu kenal Revan?" Tanya Sandi sedikit curiga pada Frizka.

__ADS_1


"Mencari kehidupan kalian tidaklah sulit. Apa lagi seorang Revan Alibaba Sahid. Orang terkenal dalam dunia bisnis. Hanya bermodal rupiah apapun bisa di raih." Ucapan Frizka angkuh.


Sandi heran darimana datangnya keangkuhan Frizka datang. Frizka yang dia kenal bukanlah Frizka yang penuh dendam. Juga dari mana dia mengenal Revan dan bagaimana Frizka mendapatkan kabar kabar seperti itu.


__ADS_2