Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Queen sakit


__ADS_3

"Queen sayang, buka pintunya. Ini mama nak" Cinta mengetuk pintu kamar Queen yg ada di sebelah kamar Levin.


Tak berapa lama, terdengar suara kunci di putar sebelum Queen membuka pintu kamar. Dengan wajah yg memerah, Queen keluar dari kamar. Merah bukan karena malu atau marah. tapi merah karena memang badannya yg sangat panas. melihat kondisi putrinya yg kacau, Cinta langsung membaringkan Queen di kasurnya.


"Sayang, kamu kenapa? Ayo tiduran Sono. Biar mama periksa." Cinta Menyuruh Billa mengambil peralatan periksa di dalam mobil.


Billa mengambil peralatan periksa yg di maksud mamanya. Cinta memeriksa Queen yg panasnya mencapai 39.6°C. Cinta memeriksa dan merasa lega karena tak mendapati sakit lain selain hanya demam. Mungkin ini karena Levin memberikan jaket yg basah pada Queen dan di ajak berkendara jauh menggunakan motor.


Merasa Cinta lama gak balik balik. Rizal memutuskan untuk mencari Cinta. Rizal mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar yg di tinggalin Queen.


"Kenapa yang? Kok kamu mengeluarkan stetoskop?" Tanya Rizal hawatir.


"Endak ada mas, Cinta badanya panas." Kata Cinta membuat Rizal semakin panik.


"Ya ampun putri papa di apain Levin Sampek panas kaya gini?" Sejujurnya Rizal teringat ketika Rizal dan Cinta pertama kali melakukan hubungan suami istri.

__ADS_1


"Mama, Levin sama Queen lebih baik cepet nikahin aja dah. Bikin hawatir gini sih kerjaannya kalian ini." Tambahnya lagi


"Mas, jangan parnoan lah jadi orang. Kasi mereka kebebasan dulu mereka. Jangan salah melangkah, Nanti yg ada malah menghancurkan masa depan mereka." Kata Cinta menenangkan Rizal yg kini lebih focus pada Queen.


"Sayang, panas banget ini. Ayo bawa ke rumah sakit sayang. Mas takut kejadian kamu terulang lagi." Ceplos Rizal karena hawatir.


"Enggak kayaknya pa. Levin bisa jaga diri kok." Cinta mencoba memberikan pengertian pada suaminya.


"Iya dia bisa jaga diri tapi apa iya bisa jaga si Otong?" Rizal semakin ngelantur.


"Levin sini sayang." Cinta memanggil Levin yg masih di kamarnya.


Tak lama Levin datang dengan wajah segarnya setelah mandi. Levin dan Kliene datang membawa kopi dan teh tawar untuk papanya. Levin heran kenapa Queen masih saja tidur dan di tungguin sama mama papanya.


"Levin, kalau kamu menikah lebih dulu gimana?" Tanya papa Rizal mengagetkan Levin

__ADS_1


"Queen kenapa pa? Queen gak pa pa kan?" Levin mendekat dengan menempelkan punggung tangannya di jidat Queen.


"Ini salah Abang lah, Gara gara Abang ini mah. Ayo tanggung jawab." Kata Billa ambigu.


"Masak di cium doang bisa Hamil sih?" kata Levin yg mendapat pukulan di kepala dari sang papa.


"Jujur sudah kamu apain aja putri papa." Tanya Rizal posesif.


"Sumpah pa, Levin cuma peluk dikit sama cium dikit. itu juga udah lama, masak sih ma Queen hamil?" Rengek Levin membuat Cinta menggeleng gelengkan kepala.


"Gue gak hamil Vin, Kapala gue cuma sakit. papa juga jangan mikir yg macem macem. Emangnya Queen cewek apaan gampang tergoda cuma karena si dingin Levin. hmmm" Jawab Queen yg masih mejamkan mata.


"Jadi kamu panas bukan karena habis...." Ucapan Rizal menggantung.


"Habis apa mas? Gak usah mikir yg aneh aneh deh mas. Kamu itu kebiasaan deh." Cinta merasa jengkel karena malu kalau sampai anak anaknya mengetahui kejadian dulu.

__ADS_1


__ADS_2