Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Jangan bersedih Queen


__ADS_3

Dada Queen terasa sesak dari melihat Levun membalas pelukan sekertaris barunya yg merupakan teman kampusnya. Queen teringat akan kisah orang tuanya. Angel merupakan teman kampus dari Rama dan Toni juga Rena. Memang mereka tak ada yg 1jurusan, namun hubungan itu tetap terjalin. Queen terus berpikir apa ini karma yg ia dapatkan dari perbuatan mama papa nya? Menghancurkan hubungan Rama dan Rena? Kini giliran Shofi yg akan menghncurkan hubungannya dengan Levin.


"Hik hik hik, kenapa Tuhan gak adil sekali padaku? Setelah membunuh semua kasih sayang dari orang tua ku kini juga menyiapkan bidadari cantik untuk suamiku. Oh Tuhan, rasanya aku gak sanggup. Apa aku harus melakukan hal yg sama untuk mempertahankan rumah tanggaku?" Queen berfikir untuk lebih agresif lagi saat bersama Levin di manapun.


"Tapi Levin benci itu. Apa aku harus mundur seperti kata Shofi? Tuhan, kenapa aku belum hamil juga sih? apa bener takdir Levin gak punya anak dengan ku? Apa aku ikut program saja ya?" Queen mengeluh dan bertanya pada sang Tuhan.

__ADS_1


Setelah puas menangis di tangga darurat yg ternyata juga di saksikan langsung oleh Levin. Queen mengambil bedak di dalam tasnya setelah itu dia memoles pemanis bibir lalu tersenyum kembali setelah d rasa riasannya kembali mempercantik wajah indon nya.


"Tenang saja Queen, gak akan ada cela bagi siapapun untuk orang yg akan memisahkan kita. Secantik apapun aku gak akan pernah meninggalkan mu demi dia meski kamu cacat sekalipun. Aku bukan momy ato ayah yg menyalahkan kamu karena sebuah kesalahan. Aku berjanji akan terus berada di belakangmu seperti ini meski aku tak mampu menenangkanmu. Karena dengan begini aku akan tau apa yg kau sembunyikan di belakangku dengan senyumanmu." Gumam Levin ketika Queen sudah pergi meninggalkan tempat itu.


Levin kembali ke ruangannya setelah memastikan Queen keluar kantor dari jarak yg sangat jauh sehingga tak terlihat oleh Queen. Di ruangan Levin sudah ada Shofi yg menunggunya dengan map berisikan bahan meeting yg akan di lakukan sebentar lagi.

__ADS_1


"Baik pak maafkan sikap saya tadi." Jawab Shofi formal.


Lihat saja siapa yg akan menang di akhir, boleh sekarang kamu mengatakan ini itu tapi setelah aku berhasil memikatmu. Aku bersumpah akan menjadikanmu keset di kakiku Levin Baganta. Arogansimu membuat naluri penguasaku bangkit. Aku memang kerja sama dengan om Rama, tapi aku tidak sebodoh dia. Dengan mendapatkan mu aku bisa menendang siapapun termasuk Queen atau Rama tolol itu. Hmmm enak saja, memakaiku sesuka hatinya dan sekarang memanfaatkan ku. Batin Shofi terus mengucap kata kata liciknya.


Meeting telah di mulai dan Shofi bertemu dengan Rama yg memberikan kode padanya. Selama meeting berjalan Rama terus menatap dan tersenyum sesekali pada Shofi entah apa maksudnya. Levin terus mengamati kakak kandung dari papanya itu. Ayah Rama begitulah Levin memanggilnya, Levin mengamati ayahnya yg seperti seorang abg tengah jatuh cinta. Senyumnya tak lepas ketika sang sekertaris melontarkan sebuah kiss samar hampir tak terlihat.

__ADS_1


Meeting telah usai sekitaran jam 6 Sore, Levin yg berjanji tak akan membawa pekerjaan pulang kerumah pun mencoba menepatinya. Meski kerjaan dia menumpuk, Levin tak mau sama sekali melihat ke mejanya. Laptop yg biasanya dia bawa pulang, kini dia harus meninggalkan di brangkas kantor. Kenapa di taro di brangkas? Ya karena file file penting semua terdapat di laptop itu. Bukan cuma file perusahaan yg ia kelolah sekarang, tapi juga file cafe cafe yg ia pegang.


__ADS_2