
Semakin hari kemampuan Billa semakin menunjukkan kemajuan. Dengan begitu perusahaan yang goyah kini kembali terselamatkan karena kolaborasi Billa dan Levin semakin solid. Levin melihat Rama menggantung papan tulisan DI JUAL TANPA PERANTARA di gerbang rumah tua itu.
"Saya mau membeli rumah anda Tuan Rama. Silahkan buka harga." Kata Levin turun dari mobil dengan gaya angkuh dan congkaknya mendekat ke arah Rama yang tengah menggantung papan tulisan.
"Berani berapa kamu?" Tanya Rama meremehkan Levin.
"Kemarin saya beli rumah itu dengan harga sekitar 700juta kontan tanpa perantara dan tanpa ada nerima kertas lain selain kertas bertulis LUNAS." Kata Levin masih dengan keangkuhannya.
"Ok, saya mau satu setengah miliar kontan tanpa ada kata kasbon." Rama membuka harga yang sangat fantartik.
"Ok, tapi saya mau semua. Kebon itu masuk dalam jual beli." Kata Levin menawar.
"Pasti." Jawab Rama masih meremehkan Levin.
Levin berjalan ke arah mobilnya lalu membuka pintu mobinya dan masuk ke dalam. Rama masih dengan gaya meremehkan Levin, tak sabar untuk menertawakan ke sombongan sang ponakan. Rama menghubungi teman temannya agar mau membeli rumahnya. Rama harus menelan kegetiran, karena tak ada yang berani menawar lebih tinggi dari Levin. Levin datang dengan membawa 3 tas besar bersama Kliene dan Billa.
"Lepaskan papan itu dan hitung uang dalam tas ini. Ganti akte tanah dengan nama Brahma Sofha." Kata Levin menyerahkan tas berisi uang pada Rama.
__ADS_1
"Ok, dua hari akan jadi seperti kemauan kamu." Kata Rama membuka tiga tas besar itu.
"Dan satu lagi. Tinggalkan rumah ini hari ini juga." Kini Billa ikut bicara.
"Ini Gila, jam 9 malam harus kemana saya pergi? belum lagi barang barang nya..." Tangan Levin di angkat memotong pembicaraan Rama.
"Ini semua sudah ada sebelum anada menempati rumah ini. Ini bukan hasil kerja anda, Ini hasil kerja bapak Brahma Sofha dan ibu Inggrit Soraya."
Deg
Hati Rama seakan mendapat pukulan setelah menyebut nama orang tuannya. Rama menunduk dan sesekali bahunya naik turun. Rena melihat suaminya tentunduk dengan bahu naik turun pun menghampirinya.
"Hei nyonya, tidakkah anda melihat uang uang dalam tas ini? Kami membeli rumah ini kontan tanpa ada kata bon atau kredit. Yang seharusnya pergi itu kalian semua bukan kami." Kliene dengan nada lembut nan menyakitkan hati pun terucap dengan lantangnya.
"Dan saya menambahkan lagi, saham yang di jual oleh suami anda itu milik papa kami. Suami anda hanya di titipin tapi dia menyalah gunakan kepercayaan juga jabatannya. Saya tidak merebut, tapi saya berusahq sendiri. Kalau suami anda tidak curang dengan mencuri berkas berkas saya maka kejadian ini gak akan terjadi. Oh iya, Sofhi sudah saya pecat!!!" Kata Levin dengan suara tegasnya yang memenuhi ruangan.
"Vin, ijinkan saya menemui mereka." Kata Rama dalam isak tangisnya.
__ADS_1
"Silahkan, mereka oranv tua anda. Saya hanya mau rumah ini kembali ke pemiliknya." Kata Levin membuat Rama semakin sesenggukan.
Rama berjalan keluar rumah dengan tatapan kosong dan tak memperdulikan keadaan sekitar. Rama berjalan tertatih ke arah rumah Rizal dan Cinta. Rama menangis sejadi jadinya bersimpuh di depan kedua orang tuanya. Rama juga memohon pada Rizal agar mengampuni semua kesalahan kesalahan yang sudah salah jalan.
"Bangun sayang, mama sudah maafin kamu papa juga. Tapi kamu harus janji di kehidupan yang akan datang kamu harus bisa berbuat baik pada orang. Kamu itu gak cukup hidup sendiri sayang." Mama Inggrit memeluk Rama yang bersimpuh di hadapannya.
"Iya ma Rama janji. Dan aku minta maaf sama kamu Zal." Kata Rama di bawah kaki Rizal yang tengah berdiri.
"Bukan ke saya bang minta maafnya, tapi Queen. Dia sudah sangat tersiksa dengan pertengkaran abang dengan suaminya." Kata Rizal membangunkan Rama.
Queen datang ke rumah Rizal bersama Levin Billa dan Kliene. Rama langsunh berlari dan bersimpuh di kaki Queen yang bersiri di tengah pintu.
"Ayah jangan gini, ini gak bener." Queen membangunkan Rama yang bersimpuh di kakinya.
"Ini sudah bener Queen, Ayah sudah banyak salah sama kamu."
"Gak ada namanya orang tua meminta maaf dengan bersimpuh begini Yah, Yang ada Queen durhaka kalo Ayah bersimpuh gini." Kata Queen memaksa Rama bangun.
__ADS_1
"Iya Queen jangan mau, bisa bisa kamu jadi batu karena durhaka pada orang tua." Kata Inggrit menyela.
"Mama!!!" Teriak Rizal dan papanya bersamaan.