Sahabat?

Sahabat?
Bab 58


__ADS_3

Sesampainya Rizal di rumah. jam sudah menunjukkan di angka 11 dan makanan masih tertata rapih di meja makan. Rizal mencari Cinta ke kamar. Terrnyata Cinta tertidur di atas sajadah dan masi menggunakan mukenanya. Rizal perlahan melepas mukena yg di kenakan Cinta. Rizal membaringkan Cinga di atas ranjang dan melipat mukena Cinta sebelum di letakkan di tempatnya.


Rizal membuka hpnya berniat untuk memainkannya. Namun ketika membuka chat di whatsapp Rizal menemukan Chat dari Angel yg sudah terbaca. Seingat Rizal dirinya seharian ini tak merasa chat dengan siapapun selain karyawan cafenya.


"Apa gara gara ini Cinta ngindarin gue. Aahhh bang Rama sialan." Umpat Rizal seraya mengacak kasar rambutnya.


Rizal tidur di samping Cinta dengan memeluk dari belakang. Rizal tau Cinta sedang marah. Hatinya pasti tak karuan saat ini setelah membaca wa dari Angel. Rizal berusaha memejamkan mata namun tak kunjung terpejam. pikirannya terus tertuju pada Cinta. Sesekali Rizal melihat Cinta, ingin rasanya membangunkannya lalu menjelaskan tentang masalah Angel. Tapi Rizal tak tega membangunkan Cinta yg terlihat sangat kelelahan.


Rizal terus mengumpat pada dirinya sendiri kenapa sampai gak peka dengan apa yg di rasa istrinya itu. Kekesalan semakin memuncak ketika benda pipih itu berdering. Nama Angel tetera di layar hp Rizal.


"Zal gue kangen. Kenapa gue di cuekin seperti ini? Gue gak bisa tahan Zal, ingin rasanya gue ke sana dan kasi tau semua kalo gue sedang hamil Zal." Suara tangisan dari sebrang membuat Rizal frustasi.


Rizal tak mampu berfikir ataupun hanya sekedar menjawab perkataan Angel. Entah ini sebuah kesalahan atau kebenaran. Rizal hanya mampu menunduk dengan situasi yg ada. Di pandangi wajah Cinta yg membuat hati Rizal teriris tak mampu untuk menata lagi. Di sisi lain Angel sangat membutuhkan perhatian. Kehamilan Angel membuatnya semakin setress. Di tambah dengan urusan kerjaan yg mengalami kekurangan karyawan.


Rizal kini tengah bersimpuh memohon ampunan pada sang Ilahi. Meminta pertolongan serta memohon pengampunan. Kesalahan ini bukanlah dia yg membuat tapi dia harus menanggung akibatnya. Cinta mengabaikannya juga Angel terus memburunya. Rizal menangis dalam doa, hanya Allah lah tumpuannya kini. Mau mengadu ke orang tua, jelas Rizal takut. Mau mengadu ke Cinta tapi dia sedang menghindarinya.


"Ya Allah kuatkan iman hamba, berikan petunjukmu. Hamba mohon ampunanmu yg tak mampu menjaga bidadari surgamu. Hamba menyakitinya meski bukan kesalahan hamba." Isak tangis menyertai doa Rizal.


Subuh sudah menghampiri, Rizal masih setia pada bacaan Alquran didepannya. Rizal memilih mengaji setelah sholat sunah tengah malam. Hatinya yg tak karuan setelah mengaji Rizal merasa sangat tenang. Rizal membangunkan Cinta untuk sholat subuh berjamaah.


Setelah sholat suhuh Rizal berniat menjelaskan masalah Angel. Namun Cinta sepertinya masih enggan untuk mendengarkan. Cinta mencium tangan setelah Rizal mencium kening Cinta. Cinta beranjak ke dapur namun terhenti pada meja makan yg masih utuh. Dirinya maupun Rizal ternyata tak ada yg menyentuh makanan itu.


Dari pada mubazir Cinta menghangatkan sayur dan lauk pauknya. Lalu menyajikan kembali untuk sarapan. Cinta makan bersama Rizal dengan malas. Cinta hanya mengaduk aduk nasinya tanpa memakannya

__ADS_1


"Aku sudah kenyang mas." Kata Cinta sambil mangangkat piringnya dan menyimpannya di dekat kompor.


"Kita harus bicara yang, Jangan diemin mas terus. Mas kehilangan kamu, ya meski kamu ada deket mas." Kata Rizal mendekati Cinta.


"Cinta yg sudah kehilangan mas. Mas gak jujur sama Cinta. Cinta sudah gagal mempertahankanmu sebagai suami Cinta dan membawa pihak ke 3 masuk di antara kita." Jelas Cinta dengan tetesan air mata yg sudah sulit untuk di bendung.


"Kita ketemu mama papa sama bang Rama. Jangan kasi tau Rena." Rizal menegaskan ucapannya.


Setelah menghubungi keluarganya juga Angel. Kini Rizal dan Cinta sudah berada di Cafe yg berada di kawasan hotel milik papa Rizal. Di sana sudah terlihat Angel duduk sendiri di kursi pojok belakang sesuai permintaan keluarga Rizal.


Cinta berjalan menuju kursi Angel dengan menggandeng erat tangan Rizal yg tadinya enggan untuk di sentuh oleh Cinta. Rizal duduk di sofa berhadapan dengan Angel. Cinta memeluk lengan Rizal posesif membuat tertawa kecil untuk Angel.


"Ada apa nyuruk ke sini?" Tanya Angel sembari melirik Cinta gemes.


"Mereka datang juga?" Tanya Angel tersenyum bahagia.


"Iya. Tu mereka." Rizal memberi tahu kedatangan orang tua dan juga abangnya.


"Kenapa Zal?" Tanya Papa Rizal.


"Duduk dulu pa ma, Kita selesaiin masalah ini sekarang." Rizal menunjukkan hp pada abang dan orang tuanya.


"Itu WA yg buka Cinta, seharian Rizal di diemin." Kata Rizal melirik Cinta di sampingnya. Sedangkan Rama abangnya Rizal mendekati Angel lalu mencium keningnya sontak membuat Cinta kaget.

__ADS_1


"Abang kok kaya gini?" Bentak Cinta.


"Cinta ini salah kami sebagai orang tua. Seharusnya mama ngasih tau kamu. Tapi mama takut kamu bocorkan ini pada Rena. Mengingat kalian Sahabatnya Rena dan itu sudah terjalin sangat lama. Sebenernya WA ini di tujukan ke bang Rama. Karena Angel istri kedua abang mu. Bang Rama menikahin Angel atas dasar saling suka juga kami memerlukan keturunan."


"Memang kenapa Rena? Mama bisa minta sama Rena dan Cinta bukan menghadirkan orang ke 3 di rumah tangga anak mama papa. Biar pun mereka saling Cinta tapi ini salah." Cinta memotong pembicaraan mama mertuannya.


"Memang kami salah sayang, Tapi Rena tidak bisa mengandung karena rahimnya sudah di angkat. Rena tidak mengetahui ini, saat itu kami harus memilih membiarkan namun dengan perlahan akan membunuh Rena atau mengangkat agar Rena selamat." Terang papa Rizal.


"Abang gak mau meninggalkan Rena dalam keadaan seperti itu dek, Tapi abang juga butuh keturunan. Maka dari itu abang menikahi Angel diam diam dengan persetujuan mama sama papa. Rizal baru tau beberapa minggu yg lalu. Sedang abang menikah sudah dua bulan." Terang bang Rama.


"Apa abang sudah berlaku adil pada kedua istri abang?" Bang Rama hanya diam.


"Abang harus adil, jadi gak sampek buat rumah tangga adek abang jadi korban." Jengkel Cinta hingga membentak Rama.


"Maafin abang dek."


"Maaf sama Rena bang. Juga inget Angel hamil butuh pehatian abang. Jangan terlantarkan ibu juga bayinya bang."


"Kamu denger semalem yang?" Cinta mengangguk membenarkan pertanyaan Rizal.


Orang tua Rizal bahagia mendengar Rena hamil dan Rama pun menyambut dengan suka cita. Rama mengelus perut Angel yg masih rata dengan sesekali mencium kening Angel. Cinta melihat kebahagiaan keluarga dari suaminya tersenyum miris. Cinta mencoba memposisikan di posisi Angel juga di posisi Rena yg begitu sulit dia terima. Pasalnya, selain tak bisa hamil juga harus mau untuk di madu.


Autor. Hmmm kayanya lagi musim deh kawinin bini muda. Rizal jangan cariin adek buat Cinta ya kesian Cintanya.

__ADS_1


Rizal. Kagak lah thor, bisa mati gue di diemin Cinta. Di diemin seharian aja udah nyari bendera putih gue kibar kibarin ke atas. apa lagi selamanya. Bisa kibarin bendera kuning gue.


__ADS_2