
"Cinta kenapa kamu di baling selimut gini? Masih belum pakek baju?" Tanya mama Rizal.
"Hah?" Cinta membuka selimut.
"Iya katanya tadi...." kalimat yg menggantung membuat Cinta merasa tersiram airpanas di sekujur tubuhnya.
"Ah mama jangan di teruskan Cinta malu ma." Kata Cinta sedikit gugup namun hanya di tanggapi dengan senyuman oleh mama Rizal.
"Udah gak usah malu,kita sama sama tau kebutuhan. Mama cuma mau pesen, jangan pakai kontrasepsi ya. Kalian masih muda hormon masih belum stabil. Takutnya malah membuat kering kandunganmu. Kalo jadi ya syukuri jangan malah di buang. Nanti mama yg akan bantuin kalian jaga anak2 kalian berdua ya Rena Cinta." Nasehat mama mertua yg menyejukkan dan membuat kedua menantu itu memeluk mertuanya.
"Malah kaya teletubies berpelukan di sini. Ayo sarapan Rizal udah masak nasi goreng." Kata Rizal yg tiba tiba muncul di balik pintu.
Setelah sarapan keluarga Rizal pamit untuk pulang. Kini di rumah hanya ada Cinta dan Rizal. Cinta yg berada di depan tv menonton film favorirnya itu. Tak sadar bahwa Rizal mendaratkan kepala di pangkuanya. Dengan menghadap perut Rizal memeluk perut Cinta.
"Yang."
"hmm"
"yang"
__ADS_1
"hmm"
"Cinta Lashifa!!"Bentak Rizal yg merasa di cuekin.
"Apasih Zal bentak bentak!!" Suara Cinta tak kalah tinggi dari bentakan Rizal.
"Lo kenapa balik bentak gue sih!!!" Rizal kesal lalu keluar dari rumah dengan membanting pintu.
"Pergi lo sono pergi yg jauh!!! Yesel gue nikah sama lo!!!" Teriak Cinta yg masih bisa di dengar oleh Rizal.
Dari keluarnya Rizal tadi sampai sekarang hampir jam 12 malam. Rizal tak kunjung pulang ke rumah. Cinta merasa khawatir sama Rizal namun juga jengkel. Mengingat dia lah yg duluan membentaknya. Cinta memilih mengunci pintu dan kembali ke kamar melanjutkan tidurnya.
Selesai masak sudah jam 6.30 tapi Rizal belum bangun. Cinta mengambil piring dan menatanya di atas meja. Cinta sarapan tanpa menunggu Rizal. Cinta melanjutkan pekerjaan rumah tangganya sebelum dia pergi bareng Nadia.
Cinta janjian dengan Nadia ketemu di suatu mall dekat dengan tempat tinggal mereka. Cinta yg hanya memakai kemeja putih polos di padukan celana jins pendek menunggu Nadia di sebuah cafe. tak lama Nadia datang menemui Cinta. Nadia yg menggunakan dress putih dan tas warna pink di slempangkan di bahunya membuatnya terlihat lebih anggun.
"Rizal mana?" Tanya Nadia.
"Masih tidur dia tadi pas gue pergi. Kenapa?" Tanya Cinta merasa tumben sahabatnya ini menanyai suaminya.
__ADS_1
"Enggak, semalem jam berapa nyampek rumah tu anak? Sumpah jengkel gue sama lakik lo." Cerita Nadia.
"Lah kok tau lakik gue pulang malem? Terus lo jengkel kenapa?" selidik Cinta.
"Lo jangan punya pikiran negatif dulu sama gue ya. Kemaren siang dia dateng ke rumah terus dia ngajak ke Bandung liat liat lokasi gitu. Nah gue kan orang sono, dia nyuruh gue negoin tanah di sono. Setelah urusannya kelar kan masih sore tu, masak gue ajakin pulang dia gak mau. Gue jengkel lah, untung gue di temenin Agung. Gue biarin dah tu dia mewek mewek gak karuan. Mau gue tinggalin tu lakik lo, gue takut lo omelin. Gak gue tinggalin tu kesian cowok gue. Bener bener jengkel lah kemaren itu. Emang kaliam lagi berantem?" Tanya Nadia setelah bercerita panjang X lebar.
"Iya, kemaren gue di bentak sama dia. Ya gue bentak balik. Heran gue gak pernah berubah dia suka kali bentak bentakin gue." Cerita Cinta membuat Nadia paham situasi Rizal kemaren.
"Si Rena gak lo ajak ke sini?" Tanya Cinta.
"Males" Jawab singkat Nadia.
"Lakiknya posesif banget. Baru gue telfon mau ngajak nongkrong langsung dia bilang gak bisa. Lakik lo posesif juga gak? Kan mereka kakak adek tu." Nadia meminum jus yg di pesannya.
"Ya sama, Tapi Rizal jauh lebih posesif dari bang Rama."
"Tapi kok lo bisa keluar?"
" Lo tau gue kan, semakin gue di larang ya semakin gue lakuin. Bodo amat ma ma dia kesiksa batin. Kan dia yg buat sendiri tu siksaan. Gue mah apa atuh." Ucapan Cinta membuat ke dua gadis itu tertawa lepas.
__ADS_1