Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Sunah Rosul


__ADS_3

"Siapa yang telfon sepagi ini Queen?" Tanya Levin yang terbangun karena suara berisik dari Queen.


"Billa sayang, maaf ya membangunkan mu." Queen mencium pipi Levin dan menyuruhnya kembali tidur karena masih terlalu gelap untuk bangun.


"Sini deketin biar anget." Levin memeluk Queen dalam tidurnya.


Almas yanh berada di sebelah Queen terbangun. Posisi tempat tidur yang mepet dengan tembok, tak membuat khawatir jika Putri cantik Levin dan Queen itu terjatuh meski posisi ada di pinggir.


"Mama susu."


Levin segera bangun dan membuat susu dalam botol untuk sang putri. Setelah putus ASI, Almas minum susu formula. Sebelum Almas menangis, Levin segera memberikan susu anget untuk putrinya. Almas kembali tidur setelah mendapatkan apa yang di mau.


"Sayang, jatah pagi yuk." Bisik Levin yang sudah menciumi leher Queen.


"Baru juga di omongin, udah minta jatah." Jawab Queen asal.

__ADS_1


"Sayang ngomongin masalah kaya gini sama Billa?" Tanya Levin kaget.


"Heem, dia nanya ya aku jawab sayang." Jawab Queen polos.


Levin langsung membalikkan badan membelakangi Queen. Jengkel dan malu, itulah yang Levin rasakan saat ini. Tapi mau bagaimana lagi? Queen itu entah oon entah bloon gak bisa bedain mana privasi mana konsumsi.


Pagi hari Levin yang jengkel pergi ke rumah Oma Erna yang rumahnya persis di depan rumah Levin dan Queen. Dengan alasan mengajak Almas jalan jalan pagi, Levin memilih pergi dengan segala kejengkelannya ketimbanh ngamuk ngamuk di rumah.


"Aduh aduh Cicitnya Mbah Uti Erna yang paling cantik, tumben main ke sini pagi pagi." Sapa bahagia Mbah Uti Erna yang sedang menyiapkan makanan di atas meja makan untuk sarapan di temani dengan Lisa putri Alm kak Mae.


"Kenapa pagi pagi sudah berantem jengkel jengkelan gini hem?" Oma Erna menanyai cucu tersayangnya itu.


Levin memang lebih dekat dengan Omanya ketimbang sang Opa. Opa dalam artian kakek ya bukan oppa oppa korea.


"Itu Queen Oma, masak cerita masalah suami istri ke Billa. Oma tau kan Billa sejail apa orangnya, sudah pasti bakalan di tanyain sampek mendetile sama dia. Mana Queen gitu orangnya. Satunya terlahir bigok satuny terlahir jenius. Ancur tatanan Oma." Mencengar cerita Levin, bukannya terharu Oma Erna malah tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Itu menantu sama mertua cocok. Klop. Mamamu itu jauh lebih soak otaknya." Oma Erna jadi menceritakan saat pertama sang putri yang merupakan mama dari cucunya melakukan hubungan suami istri.


"Masak Oma papa sampek seminggu gak berani menemui Oma." Tanya Levin penasaran.


"Iya cocok pokoknya istrimu sama mamamu." Lanjut Oma Erna.


Levin jadi tau kenapa Queen menjadi seperti saat ini. Jawabanya tak lain karena mamanya lah yang membesarkan. Tapi di antara mereka bertiga, kenapa hanya Queen yang mewarisi kepolosan sang Mama? Levin jadi tertawa mengingat otak sang istri yang merupakan kloningan dari otak mamanya. Levin pamit dan segera menemui sang Istri.


"Queen, sayangku...." Levin mencari Queen ke dapur, namun tidak menemukannya.


"Queen, dimanakah dirimu sayangkuh?" Teriak Levin lagi.


"Di kamar mandi sayang, aku lagi mandi biar seger." Jawab Queen dari dalam kamar mandi.


Levin membuka kamar mandi dan bergabung mandi bersama dengan sang istri.

__ADS_1


"Sunah Rosul Sayang." Bisik Levin dan Queen hanya tersenyum malu.


__ADS_2