
Keesokan pagi sekitar jam 5 subuh. Betapa terkejutnya Queen saat dia membuka mata, wajah Levin lah yg dia lihat. perlahan Queen mendekatkan wajahnya ke arah Levin. di tatapnya mata Levin yg terpejam, diam diam Quen mengagumi wajah suaminya. di sentuh perlahan bulu mata Levin dan alis tebalnya. Perlahan Queen membangunkan Levin.
"Assalamu'alaikum imamku. Sudah Siap mengimami sholat subuh ku?" Bisik Queen membangunkan Levin tiba tiba menggeliat.
"Wa'alaikum salam makmumku." jawab Levin dengan mendekap sang istri yg baru di nikahinya kemarin.
"Sudah masuk waktu subuh, Queen pengen sholat di imami Levin subuh ini." Kata Queen manja seraya melepaskan pelukan suaminya.
Queen berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu di ikuti oleh Levin dari belakang. Setelah selesai sholat subuh, Queen langsung ke dapur seperti biasanya. Kebiasaan yg di ajarkan Cinta adalah, seorang istri habis sholat subuh bukan tidur lagi. Tapi membuat sarapan untuk anggota keluarga yg lain. Queen melihat Levin melangkah ke ruang kerja papanya. Dia membuatkan kopi pait kesukaan Levin sebelum dia melanjutkan memasak sarapannya.
Levin kembali mengecek hasil kerjanya semalam, takut ada kekeliruan. sedangkan Queen membuat sarapan nasi dengan sayur sob. dengan perkedel jagung dan sambal terasi tak lupa di hidangkan di meja oleh Queen. Tepat jam 7 pagi, semua hidangan sudah tertata di atas meja. Queen bersiap untuk kekampus bersama Levin yg sudah wangi dan rapi.
Cinta dan Rizal terbangun oleh sinar matahari yg menerobos masuk melalui jendela kamar.
__ADS_1
"Astagfirullah mas, kita kesiangan. gak sempet sholat subuh ini mas." Cinta membangunkan Rizal yg tidur memeluknya.
"Jam berapa ini sayang? Mas juga ada meeting jam 9." Kata Rizal langsung bangkit ke kamar mandi.
"Mas, gak bisa sholat subuh tapi jangan lupa sholat Dhuha." Cinta mengingatkan Rizal.
Setelah sholat Dhuha, Rizal dan Cinta keluar kamar dan terkejut ketika melihat meja makan sudah terisi makanan hangat. Cinta melirik ke arah kamar Kliene tapi masih terkunci. Cinta menoleh ke kamar Billa, Ah itu gak mungkin. Apa Queen yg masak? Tapi kan dia sama Ayu sama sama baru malam pertama. pasti bukan dia juga. tapi siapa ini yg masak? Batin Cinta terus bertanya tanya.
"Paling mantumu, siapa lagi. Kan kita gak punya pembantu." Kata Rizal sambil menyendokkan nasi ke piringnya.
"Pagi pa ma." Sapa Levin dan Queen yg keluar dari kamar sudah rapi.
"Kok udah rapi, mau kemana?" Tanya Rizal.
__ADS_1
"Mau ngampus pa, ada mata kuliah pagi hari ini. Queen juga katanya ada bimbingan pagi. gak tau bimbingan apa." Jawab Levin yg mulai curigaan lagi sama Queen.
"Queen mau pementasan Vin, ada lomba. dan Queen di tunjuk untuk mewakili kampus. Acaranya di Adain di Bandung akhir pekan ini." Jawab Queen menjelaskan.
"Kok gak ada bilang sih dari jauh jauh hari." emosi Levin kembali tersulut.
"Ini gue udah bilang. lagian baru semalem di kasi taunya, jadi gak telat dong gue bilang ke elonya. kurangin Napa sedikit posesif nya Vin." Queen sedikit membentak Levin.
"Sudah sudah sudah, ini semua kamu yg masak Queen?" Tanya Rizal.
"Iya pa, kan mama yg ngajarin jadi seorang istri itu kalo habis sholat subuh jangan tidur lagi. Siapkan sarapan untuk suami baru berbenah rumah. Tapi ma, Queen ada kelas pagi jadi gak bisa berbenah." Jawab Queen.
"hahahaha mama seperri sudah mempersiapkan semua untuk anak memang. Sampek menantu juga di ajarin dari kecil." Kata Rizal mengingat Cinta yg mengajari semua untuk Queen dari kecil.
__ADS_1