
"Kak mae mama papa Cinta cantik pulaaaannnggg." Teriak Cinta buat seisi rumah keluar berhamburran.
"Lo kenapa dah dek? Triak triak kek di hutan aja." omel mae.
Cinta tak menghiraukan ocehan kakaknya dan langsung duduk di ruang keluarga. Cinta membuka box sushi yg di bawanya. Dengan lahapnya Cinta makan Sushi itu di hadapan Mae.
"Bagi ngapa dek jangan pelit gitu lo sama sodara sendiri juga." Mae langsung mengambil sushi dari box di pangkuan Cinta.
"Makan aja sih. Orang Cinta cantik beliin untuk semua kok. Nih Cinta udah kenyang." Cinta menyerahkan box ke pangkuan kakaknya.
"Cowok lo keren dek, kira kira besok pagi pas bangun dia sadar gak ya udah kencan sama lo." Goda mae sambil makan sushi.
"Sehalu itu lo nganggep gue kak? Tu cowok yg ngajakin gue. kalo gak percaya tanya Rizal." Mendengar kata Rizal, Mae jadi menghentikan kunyahannya dan menatab Cinta.
"Rizal tau?" Tanya Mae cuma di angguki oleh Cinta. " Terus gimana dia?" Lanjutnya lagi.
"Tadi sih kata thante inggrit Rizal ngurung diri di kamar dari pagi. Terus gue gedor gue bawain sushi baru dia mau keluar. Emang gak peka tu orang tua ma anaknya sendiri." Ucapan Cinta membuatnya mendapat getokan sumpit di kepalanya dari sang kakak.
"Yang gak peka itu elo begok." Suara kenceng Mae membuat Cinta reflek menutup telinga.
__ADS_1
"Mae Cinta udah malem sayang ayo tidur dulu." Mama Cinta menyuruh anak anak gadisnya untuk tidur.
Cinta berjalan menuju kamarnya, Sebelum sampai di kamar hpnya berbunyi. Cinta langsung mengangkat telfon setelah membaca nama di layar ponselnya bernama Rico.
"Halo."
"Hallo Cinta, lo udah tidur belum?"
"Belum kok Ric, lo udah nyampek rumah?" Kata Cinta sambil tersenyum sendiri menaiki tangga.
"Iya baru aja nyampek, Lo lagi apa sekarang?"
"Ya sudah istrirahat ya besok berangkatnya gue jemput."
Cinta merasa hatinya sangat berbunga bunga. Bahkan dia tidur dengan senyum senyum seperti orang gila. Pagi hari Cinta bangun lebih pagi dan bersiap dengan cepat setelah membaca sebuah notif yg mengabarkan sedang OTW.
Setelah selesai sarapan Cinta langsung pamitan ke orang tuanya. Rico sudah menunggu di depan rumah dengan motornya. Rico memasangkan helem pada Cinta seperti yg di lakukan Rizal. Cinta dan Rico berangkat sebelum Rizal keluar dari rumahnya.
Rizal memanasi mobilnya dan kembali masuk ke dalam rumah untuk berpamitan pada orang tuanya dan mengambil tas punggungya. Rizal mengeluarkan mobilnya dan berhenti di depan rumah Cinta. Berkali kali Rizal membunyikan Klakson mobilnya namun Cinta tak kunjung keluar. Rizal memutuskan untuk masuk ke rumah Cinta karena penasaran.
__ADS_1
"Kak mae, Cinta mana sih?" Tanya Rizal yg ketemu Mae di ruang tamu.
"Lah bukan bareng lo tadi? Cinta bilang jemputannya udah dateng, gue kira elu yg jemput." Rizal langsung pergi setelah tau Cinta sudah berangkat duluan.
Di luar rumah Mae hanya memandangi punggung Rizal. Rizal tampak kesel karena terlihat dia tengah menendang ban mobilnya dan mengumpat sejadinya.
"***. Aaggggrrrrrhhh"
Setelah mengumpat Rizal menjalankan mobilnya dengan laju yg tak seperti biasanya. Rizal sampai di parkiran sekolah dan mendapati Cinta diam di depan Gerbang. Cinta berjalan menghampiri mobil Rizal dan memasukinya. Cinta duduk tepat di samping kiri Rizal menempati kursi penumpang.
"Rizal, gue mau curhat dong." Kata Cinta dengan Bibir di hiasi dengan senyuman.
"Mau cerita apa lo? Di tembak Rico?" Tanya Rizal membuat Cinta membelalakkan matanya.
"Dari mana lo tau gue jadian sama Rico?" Cinta makin girang.
"Gue hapal betul sama elo Cin, udah ah masuk kelas yu."
Cinta dan Rizal memasukki kelas
__ADS_1