Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Resepsi


__ADS_3

Pernikahan Kliene ayu, Levin dan Queen belum berakhir. Karena malam ini di adakan resepsi. Tamu undangan yg lebih banyak dari rekan bisnis Rizal yg sudah mengenal Levin dan mengenal sekilas Kliene. Beberapa teman dari kelas IPA 1 dan juga kelas Queen.


Hampir semua teman teman dari Queen dan Levin tidak mengira kalo Levin menikahnya dengan Queen bukan dengan Ayu. ya karena selama ini Levin lah yg sering mengantar Ayu pulang sekolah. Ya yg sebenernya sih itu karena permintaan dari sang Abang yg malu untuk mendekati sang pujaan hati.


"Gila, gue kira si Ayu yg jadi bini lo, Gak taunya si Queen." Ucap salah satu sahabat Levin.


"Hati sudah memilih brow. Eh gimana di kampus? Lo bisa handle kan itu si senior resek." Tanya Levin tentang senior nya yg terakhir kali mencari gara gara sama mereka.


"Tenang masalah itu, dari semenjak terakhir kita ketemu dia masih belum masuk. Ya katanya masih ke luar kota."


"Ok deh, besok gue sidak masuk. Kita urus dia put." Kata Levin pada putra sahabatnya dari kelas 1 SMA selain kliene.


"Siap bisa."


Levin memilih menemui teman temannya di meja tamu dari pada duduk di pelaminan. Lebih tepatnya dia malu harus duduk seperti pajangan di depan sana. Levin yg mengenakan baju stelan jas warna abu abu senada dengan kebaya modern yg di pakai oleh Queen. Sedangkan Kliene dan Ayu memakai stelan jas warna putih bersih dan kebaya modern dengan model seperti gaun yg sering di kenakan oleh princess Disney.

__ADS_1


"Tapi sumpah gue gak nyangka lo nikah sama Queen." Lagi kata putra meyakinkan diri.


"Lo gak tau put, kalo Levin sama Queen udah pacaran dari kelas 2?" Jelas Andra membuat putra semakin tak percaya.


"Benar kah?" Levin hanya mengangguk dengan senyumnya.


"Sialan Lo Vin." Putra memukul Levin gemes.


"Levin, Selamat ya." Levin kaget ketika rekan bisnis papanya menghampirinya dengan menggandeng seorang wanita yg sangat di kenalnya.


"Ini putri om yg pertama dari istri pertama om." Jelas Arya yg memang memiliki istri 2 dan itu di ketahui oleh Levin.


"Ngapa Lo kagak bilang anaknya om Arya si Ga? Hmmm" Levin mengacak rambut Yuga yg sudah tertata cantik.


"Mana gue tau kalo Lo anaknya om Rizal. Yg gue tau malah Lo anaknya om Rama." jelas Yuga.

__ADS_1


"Mana Queen? Dari tadi gue cariin gak ketemu." Tanya Yuga lagi.


"Makan kayanya tadi. Cari di kamar coba." Levin juga mencari sosok istrinya yg tak di dapatinya.


"Mungkin, ya sudah gue minta anter Billa deh. Lo lanjut aja, Pa Yuga nyari mantennya dulu ya." Yuga pamitan pada papanya.


"Gimana ini rasanya sudah sah? Katanya sempet di bawa ke Villa ya?" Tanya Arya yg mendapat kabar dari papanya Rizal.


"Ah papa membesarkan masalah aja itu om. Levin pulang ngeDJ terus Queen ngambek jadinya ya di ajak ke Villa dari pada gak di kasi ketemu." Jelas Levin.


"Lo ngeDJ? Keren juga kerjaan Lo." Kata Andra tak percaya.


"Malem Minggu doang. Lo tau gue sibuk kalo hari hari biasa." Jawab santai Levin.


"Oh iya Vin, om denger istrimu itu penyanyi di cafe papamu ya?" Levin menjawab dengan menganggukkan kepala. "Kasi dia manggung di cafe om kalo gak manggung di cafe papamu. Nanti masalah royalti gak perlu kawatir. Om kasi penawaran bagus. Gimana?" Om Arya merusaha meminta ijin u tuk Queen.

__ADS_1


"Kalo Levin sih terserah dia om. Levin serahkan sama dia kalo masalah kaya gini." Kata kata Levin seakan memberikan lampu hijau untuk Arya bekerja sama dengan Queen.


__ADS_2