
"Bang mending lo ke luar negri dulu lah urus cabang cafenya bang Arya yg di Autralia. Rizal udah bilang, dia lagi nungguin ke dua istrinya lahiran makanya di memilih untuk mencari orang. Ajak Rena juga. Masalah kuliah, abang tinggal skripsi ka? Itu lebih gampang. Dan buat lo Ren, cuti dulu lo kuliah." Rizal memberi saran.
"Terus barang barang abang gimana Zal? Abang gak bawa paspor visa juga berkas berkas yg lain." Rama menjadi teringat bahwa dia bahkan tak membawa dompet.
"Rizal yg ngambil. Masalah sama mama Rizal bisa adepin." Rizal melangkah mendekati istrinya yg masih terisak sambil memeluk Kliene dan rena memeluk Levin. "Tunggu mas. Nanti mas akan ngambil keperluan kliene dan Levin juga kamu sayang. Maafkan mama. Mas berjanji akan menyelidiki masalah ini. Kenapa mama bisa seperti ini." Ucap Rizal sambil mengusap kepala Cinta dengan lembut.
Rizal melangkah keluar apartemen dengan langkah besarnya. Sebenernya dia tidak tega meninggalkan istri dengan anak kembarnya. Tapi dia berfikir akan menjadi masalah nanti kalo dia membawa mereka bersamanya.
"Anjing berasa buronan gua!!!" Rizal berteriak di dalam mobil.
"Apa sebenernya yg terjadi!!! Kenapa gue sama Cinta kena juga sih!!" Rizal merasa gak adil.
__ADS_1
Di tengah jalan Rizal bertemu papanya berjalan di depan ruko ruko dengan mengenakan sandal jepit dan baju seadanya. Rizal merasa tak percaya tapi itu memang papanya. Rizal menepikan mobilnya dan mendekati orang yg tengah mondar mandir itu.
"Papa?" Panggil Rizal ragu.
"Rizal." Papa Rizal terkejut.
"Kenapa papa seperti ini? Mama kenapa penuh emosi kaya gitu?" Tanya Rizal setelah membawa papanya masuk ke dalam mobilnya.
"Queen sakit apa Pa?"
"Papa gak tau cuma kemaren Angel membawa keluar kamar dalam keadaan bibir sudah biru Zal. Mamamu tiba tiba histeris terus ngamuk ngamuk kaya orang kesetanan. Papa di usir dari rumah. papa laper Zal."
__ADS_1
"Assalaaammmm cobaan apa lagi ini sih!! Pa Rizal tadi pagi berantem sama mama juga Angel. Mereka datang ke Villa yg di Bandung pa. Cinta di serang sama mama. Di jambak di cakar. dan terakhir mama mau ngambil Kliene dan Levin. Untung Rizal sama Cinta sigap makanya mampu menghalangi mama." Rizal melajukan mobilnya menuju salah satu restoran favorit Rizal dan Cinta.
"Pa makan dulu biar papa gak sakit."
"Rizal, apa abangmu sudah makan ya. Papa semalem tidur di kamar Rama dan papa lihat dompetnya ada di atas meja." pandangan papa Rizal menerawang jauh.
"Papa makan saja, Abang sekarang lagi sama Rena juga Cinta."
"Rena? Bukankah mereka pisah?"
"Gak jadi. Papa kecewa? Serah papa. yg jelas Rizal mau abang bahagia. Ini semua juga gara gara papa sama mama maksa abang nikah sama Angel. Sekarang kaya gini jadinya."
__ADS_1
"Maafin papa Zal, papa kira Angel orang yg baik dia mau di madu demi keturunan keluarga Rama. Tapi dia sedikit demi sedikit memindahkan saham Rama menjadi atas nama dia. Kamu tau kan abangmu itu pemegang saham terbesar di perusahaan karena kepiawaian dia melobi pemilik saham kecil. Tapi kini sudah atas naama Angel."