
"Mas, ngapain nangis di sini? Kayak anak kecil aja kamu mas." Cinta menepuk pundak Rizal setelah memastikan orang yg duduk di taman sendirian dan menangis itu suaminya.
"Kamu kemana saja? Mas nyariin kamu dari subuh gak ketemu temu." Rizal mengusap air mata yg membasahi pipinya.
"Tadi habis sholat subuh, Cinta jalan jalan. mas lupa dokter Roy sering ngingetin kalo mau lancar lahiran ya perbanyak gerak saat hamil tua. Usia kehamilan sudah masuk 8 mas, jadi Cinta mutusin buat jalan-jalan. terus ke inget kata kak Mae kalo ada senam ibu hamil di taman kompleks jadi sekalian." Cinta menjelaskan.
"Ya ampun Cinta, kenapa gak bilang mas sih? Mas takut kehilangan kamu. Mas gak bisa hudup tanpa kamu." Rizal memeluk Cinta.
"Mas, Cinta baru nyadar kalo mas itu Bucin tingkat dewasrani. Dewa segala dewa." Cinta membalas pelukan Rizal.
__ADS_1
"Ya ampun, Rizal sama Cinta. Nikah udah lama anak sudah hampir 3 masih aja kelihatan kaya pengantin baru. coba suami kita kaya Rizal, gak bakalan deh ibu tinggal tinggal." Ibu ibu kompleks menghampiri Cinta dan Rizal yg berpelukan di bangku taman.
"Eh ibu ibu, bukannya mau gak sopan. hanya tadi pagi pas bangun Cintanya gak ada jadi panik nyariin. gak taunya ikut senam." Jelas Rizal sambil melepas pelukan.
"Ya ampun, jadi iri deh sama Cinta. Beruntung kamu Cinta dapetin Rizal. Sayang sama keluarga, juga cinta mati sama istri. Gak nyangka juga kalo keinget kecilnya kalian bisa tetep lengket sampai saat ini." Kata ibu ibu lain yg mengetahui kecilnya Cinta dan Rizal.
"Emangnya gimana jeng dulu?" Tanya ibu ibu yg baru pindah saat Cinta dan Rizal sudah menikah.
"Oh berarti rumah itu juga penuh kenangan ya." Rizal dan Cinta hanya tersenyum malu mengingat betapa nakalnya mereka dulu.
__ADS_1
"Itu dulu Bu, sudah jadi kenangan. Ya semoga sekarang anak anak Cinta dan Rizal gak ada yg senakal kita dulu."Kata Rizal santun.
"Namanya anak anak Zal, kalo misalnya gak nakal itu gak ada cerita."Goda ibu ibu itu.
Cinta dan Rizal memutuskan untuk pulang bareng ibu ibu itu yg merupakan tetangga Rizal. Di perjalanan Rizal dan ibu ibu itu terlibat percakapan hangat. Rizal mempersilahkan ibu ibu itu untuk mampir. namun di tolak dengan alasan mau masak. Cinta dan Rizal masuk ke dalam rumah yg tidak di kunci.
"Jangan lagi lagi pergi tanpa pamit ya sayang. Mas jadi hawatir." Kata Rizal sambil memeluk Cinta di sofa.
"Iya mas, maafin Cinta selalu bikin kamu hawatir." Rizal membuatkan susu ibu hamil untuk Cinta.
__ADS_1
Cinta membuat sarapan roti bakar untuk nya dan Rizal. Cinta tak lupa membuat teh anget tawar untuk suaminya. Setelah memakan sarapan buatan Cinta. Rizal pamit menjemput anak anaknya juga Queen sekolah. Rizal jarang ke kota untuk bekerja. Seminggu cukup 3x Rizal mengunjungi cafenya yg sudah di percayakan pada orang orang kepercayaannya. Rizal biasanya akan mengambil laporan seminggu sekali untuk memantau perkembangan setiap minggunya.