
"Sekarang lu bisa ceritain kenapa bisa seperti sekarang ini? bukannya uang segitu banyaknya mampu menghidupimu selama beberapa tahun jika dirimu bisa berhemat?" Kata Billa mengintimidasi Rara.
"Maaf Bill." Kata yang pertama keluar setelah 30 menit Rara diam.
"Bukan ke gue lu minta maaf, tapi Queen. Dia yang selama ini menderita karena lu. Karena ulah lu yang kurang ajar dan kurang bisa dibterima keluarga gue. Gue kenal lu sejak kecil Ra. Gue, lu, dan Queen itu di gedein sama sama. Lu tau seberapa kerasnya bang Levin ke Queen, tapi lu masih aja nyiksa batin dia. Lu ambil Alex dengan cara lu, Alex itu tunangan Queen. Gue pertama gak setuju keposesifan bang Levin, tapi setelah tau kalian menghianatinya. Sumpah gue pengen kalian itu mati." Ucap Billa penuh dengan emosi saat mengenang masa masa di mana Queen menjadi orang bodoh di hadapannya.
"Sorry Bill, saat itu gue salah dan sekarang gue udah tau rasanya di tinggalin. Alex ninggalin gue dengan membawa Putri. Dia mengambil semua uang yang ayah miliki. Alex gak pernah mau kerja jadi aku dari dulu bekerja seperti ini demi kehidupan kami. Maafin gue Bill." Kini Rara bersimpuh di kaki Billa.
__ADS_1
"Di mana Ayah sama Bunda?" Tanya Billa yang mencoba menahan segala emosinya.
"Ada di kontrakan. Kami ngontrak rumah di pinggiran kota." Kata Rara bangkit berdiri di bantu Frizka.
"Ris tenangkan Billa. Sumpah gue ngeri kalo Billa lagi mode senggol bacok." Kata Frizka pada Aris yang lagi masak di dapur bersama Sandi.
"Billa, Bill." Teriak Aris yang tak mendapati Billa di ruangan terakhir dia meninggalkan kekasihnya.
__ADS_1
Billa bukan orang baik yang mampu memaafkan perbuatan keluarga Ayahnya. Tapi dia juga tak sejahat itu untuk menertawakan kejatuhan mereka. Kalau di ibaratkan bumi itu bulat tapi tidak akan membuat jatuh mahluk yang berada di belahan bumi paling bawah. mereka hanya harus menunggu datangnya matahari bersama malam gelap. Ketika matahari sudah terlihat pertama kali, maka mahluk itu sudah berada di titik tengah menuju atas dengan tetap berusaha. Namun keadaan Ayah Rama beserta keluarga mungkin sedang terjaga saat tengah malam dan harua berusaha lebih keras untuk mencapai sinar sinar pengharapan.
Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah ungkapan yang sangat pas untuk menggambarkan kondisi Rama saat ini. saat kehancuran kerajaan bisninya, Dia di rampok oleh menantu kesayangannya. Bagaikan memelihara ular dalam rumah, yang bisa menggigit kapan saja.
"Papa.... huhuhuhu...." Teriak Billa sambil menangis ke arah di mana papanya duduk menikmati teh tawar buatan mama CInta tersayang.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu nangis sesenggukan kaya gini?" Tanya mama Cinta dari arah pintu membawa nampan berisi cemilan sehat buat Rizal suami tercintanya.
__ADS_1
"Papa ayo ikut Billa huhuhuhu..... kita temui Ayah Rama..... huhuhu....." Kata Billa di tengah tangisannya.
"Tenang dulu, ada apa dengan Ayah Rama, Billa? Ceritakan pelan pelan." Rizal merasa sangat khawatir ketika Billa mengajaknya untuk mencari Abang yang sudah beberapa bulan ini menghilang tanpa kabar.