
Cerita yg berubah menjadi obrolan bisnis pun tak terelakkan lagi. Kepala sekolahnya itu menawarkan sebuah tempat dan juga modal untuk membuka Cafe di dekat sekolahanya dengan pembagian hasil 50:50 dari pendapatan bersih. Rizal menyanggupinya setelah opening di kawasan hotel baru papanya dan juga opening di tempat Lisa.
Cinta menyelesaikan soal soal yg di berikan oleh pak Akbar selaku guru BP yg bertugas menjadi pengawasnya. Cinta merasa sudah mengerjakan soal ujian dengan segala kemampuannya. Hanya 1 yg dia harapkan, ya itu Lulus. Setelah mendapat pengumuman bahwa Cinta sudah lulus dalam tes penerimaan murid baru di fakultas kedokteran.
"Yang, makan dulu yuk. Habis itu minum obat." Namun Cinta menggeleng kepala.
"Kamu mau beli boxs bayi kembar itu apa enggak? kalo kamu gak sembuh gimana mau shoping?" Bujuk Rizal.
Mendengar box bayi itu Cinta bersemangat kembali. Cinta memakan makanan yg di suapin oleh Rizal setelah itu di susul dengan obat.
Kondisi Cinta berangsur membaik. Sekarang adalah pengumuman kelulusan. Rizal mengajak Cinta yg mulai berjalan sendiri. Rizal kini sudah membeli mobil untuknya bepergian. Rizal tak lagi menggunakan motornya meski motornya tak begitu rusak parah.
"Cintaaaa kamu sudah sembuh?" Teriak Nadia yg mengenakan baju kebaya karena hari ini hari kelulusan yg berbarengan dengan hari pelepasan.
__ADS_1
"Sudah lah gue juga sudah siap shoping." Lirik Cinta pada Rizal.
Cinta mengenakan kebaya juga hanya saja. Yg biasanya di padukan dengan kain panjang namun tidak dengan Cinta. Cinta menggunakan rok span motif batik di atas lutut dengan sepatu kets warna putih.
Sedangkan rizal memakai batik senada dengan rok Cinta dengan bawahan celana kain warna hitam. Rizal dan Cinta duduk di antara sahabat sahabanya. Ketika pengumuman di bacakan 10 besar yg mendapat nilai teratas.
Nama pertama di urutan 10 pun di tujukan kepada Nadia Rahmania. Selanjutnya no 9 no 8 dan nomer 7 sudah berada di atas panggung. No 6 juga segera naik ke atas panggung. Ketika no 5 dan nama Cinta Lashifa di panggil, yg punya nama hanya menyemangati nama itu. Masih belum sadar bahwa namanya di sebut untuk ke 3x Cinta malah teriak.
"Woe maju napa siapasih njiirrr." Teriak Cinta membuat semua mata tertuju padanya. Sampai pada akhirnya Rizal geram akan tingkah istrinya yg kaya orang cengoh balik bertanya.
"Cinta Lasifa itu nama elo begok." Teriak Rizal yg tak mampu menahan amarah lagi.
"Hah?" Cinta masih tak mengerti hingga akhirnya pak Firdaus kembali memanggilnya lagi.
__ADS_1
"Cinta Lasifa nyonya Alfan Ahrizal tolong maju ke depan menempati posisinya." Cinta dan semua orang menjadi tercengang dengan pengumuman yg di sampaikan oleh kepala sekolahnya itu.
Cinta naik ke atas panggung dengan bantuan sang suami. Rizal memang berusaha untuk selalu ada untuk Cinta. Dalam keadaan susah maupun senang.
Pak Firdaus kembali mengumumkan nama nama yg mendapat nilai tertinggi. No 4 maju no 3 maju dan no 2 nama Alfan Ahrizal pun di panggil. Dengan santai Rizal menaiki panggung. Hingga akhirnya nama Renata Abia sebagai pemilik nilai tertinggi pun di sebut.
Para orang tua murid yg menyaksikan anak mereka di atas panggung merasa bangga. Tak terkecuali dengan orang tua Cinta dan Rizal.
"Baik lah apa ada di antara kalian yg mau menyampaikan kesan kesan selama sekolah di SMA ini?" Tanya Pak Firdaus yg membuat Cinta Rizal Rena juga Nadia mengangkat tangan.
"Ada 4 orang ini, siapa yg mau duluan?"
"Kita barengan saja pak" Jawab Rizal.
__ADS_1
setelah ke4 siswa siswi itu di depan mic, mereka pun mulai bicara.
"kami di sini ber4 gak ada yg pernah tau gimana kita nantinya saat sudah keluar dari sini. Cuma kami merasa beruntung sekolah disini. Karena disinilah kami di pertemukan, Saya dengan Cinta yg memang temen bahkan sahabatan dari kecil hingga sekarang menjadi nyonya Rizal. Saya dengan Rena yg semula dia sangat cuek dan jutek karena sering di usilin sama saya hingga menjadi kakak ipar sekarang. Dan Nadia murid pendatang di tahun akhir pembelajaran, karena sifat dia yg welcome juga setia kawan membuat kami ber4 menjadi satu kesatuan dalam ikatan persahabatan. Merekalah yg menjadi penyemangat dalam hidupku. Dan juga menjadi kekuatanku. Guru guru yg masih mendukungku saya ucapkan terimakasih. Tanpa kalian semua saya bukan siapa siapa. Dan khusus untuk orang tuaku, you are the best."